RadarBangkalan.id - Vitamin B kompleks merupakan gabungan delapan jenis vitamin B yang memiliki peran penting dalam membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi, menjaga fungsi saraf, mendukung pembentukan sel darah merah, hingga memelihara kesehatan otak. Meski sebagian besar kebutuhan vitamin B dapat dipenuhi melalui makanan bergizi seimbang, ada beberapa kelompok yang lebih berisiko mengalami kekurangan sehingga memerlukan suplemen vitamin B kompleks.
Baca Juga: Dokter Ungkap Risiko Weightlifting Asal-asalan, Bisa Picu Tulang Geser (Spondylolisthesis)
Suplemen vitamin B kompleks umumnya mengandung seluruh vitamin B esensial dalam satu tablet. Kandungan setiap produk dapat berbeda, mulai dari memenuhi 100 persen Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian hingga menyediakan dosis lebih tinggi untuk jenis vitamin tertentu sesuai kebutuhan.
Apa Saja Kandungan Vitamin B Kompleks?
Vitamin B kompleks terdiri dari delapan vitamin yang saling melengkapi, yaitu:
Baca Juga: Dokter Anjurkan Orang Tua Ajak Anak Bermain Sepak Bola Usai Nonton Piala Dunia, Ini Manfaatnya
- Vitamin B1 (Tiamin): Membantu menjaga fungsi otak, jantung, dan sistem saraf.
- Vitamin B2 (Riboflavin): Berperan dalam metabolisme lemak serta membantu tubuh memproses obat-obatan.
- Vitamin B3 (Niasin): Menjaga kesehatan kulit, sistem pencernaan, dan saraf. Dalam dosis tertentu dapat membantu mengendalikan kolesterol.
- Vitamin B5 (Asam Pantotenat): Mendukung kesehatan otak dan sistem saraf.
- Vitamin B6 (Piridoksin): Membantu pembentukan sel darah merah dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
- Vitamin B7 (Biotin): Berperan menjaga kesehatan rambut, kuku, serta fungsi saraf.
- Vitamin B9 (Folat/Asam Folat): Penting untuk pembentukan DNA dan perkembangan janin selama kehamilan.
- Vitamin B12 (Kobalamin): Berfungsi membentuk sel darah merah serta menjaga kesehatan saraf.
Baca Juga: Sering Menyundul Bola Saat Bermain Sepak Bola, Apakah Bisa Merusak Otak?
Siapa yang Membutuhkan Vitamin B Kompleks?
Sebagian besar orang dapat memenuhi kebutuhan vitamin B dari makanan. Namun, beberapa kelompok lebih berisiko mengalami kekurangan, antara lain:
- Ibu hamil yang membutuhkan tambahan asam folat dan vitamin B12.
- Vegetarian dan terutama vegan yang rentan kekurangan vitamin B12.
- Pasien yang menjalani operasi bariatrik atau gastric bypass.
- Lansia berusia di atas 65 tahun.
- Penderita penyakit tertentu seperti diabetes, penyakit ginjal, penyakit Crohn, celiac, HIV/AIDS, penyakit jantung, lupus, rheumatoid arthritis, hingga gangguan penggunaan alkohol.
Pada kelompok tersebut, penggunaan suplemen vitamin B kompleks sebaiknya dilakukan sesuai anjuran dokter.
Baca Juga: Tanda-Tanda Kematian yang Muncul di Tangan dan Kaki, Ini Penjelasan Ahli
Manfaat Vitamin B Kompleks bagi Kesehatan
1. Membantu Mencegah Anemia
Vitamin B12 membantu pembentukan sel darah merah yang sehat. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan anemia defisiensi vitamin B12 dengan gejala seperti mudah lelah, sesak napas, kesemutan, hingga gangguan saraf.
Baca Juga: BPOM Rilis Daftar 14 Kosmetik Berbahaya 2026, Mengandung Merkuri hingga Hidrokuinon
2. Membantu Menjaga Kesehatan Jantung
Vitamin B6, vitamin B9, dan vitamin B12 membantu menurunkan kadar homosistein dalam darah. Kadar homosistein yang tinggi diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke.
3. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh
Vitamin B6 membantu produksi antibodi dan fungsi sel darah putih, sedangkan vitamin B2 memiliki sifat antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
4. Berpotensi Mengurangi Frekuensi Migrain
Beberapa penelitian menunjukkan vitamin B2 (riboflavin) dosis tinggi dapat membantu mengurangi frekuensi serta durasi serangan migrain dengan mendukung fungsi mitokondria sebagai penghasil energi sel.
Baca Juga: Kasus Kanker di Indonesia Diprediksi Naik 70 Persen, Kenali 7 Gejala Awal yang Tak Boleh Diabaikan
5. Membantu Menjaga Fungsi Otak
Kadar vitamin B12, vitamin B6, dan folat yang cukup dikaitkan dengan risiko penurunan fungsi kognitif yang lebih rendah. Sejumlah penelitian juga menunjukkan vitamin B kompleks berpotensi membantu memperlambat penurunan fungsi otak pada usia lanjut.
Apakah Semua Orang Perlu Mengonsumsi Vitamin B Kompleks?
Tidak semua orang membutuhkan suplemen vitamin B kompleks. Orang yang menjalani pola makan sehat dan seimbang umumnya sudah memperoleh vitamin B dalam jumlah yang cukup dari makanan seperti daging, ikan, telur, susu, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
Baca Juga: Studi Ungkap 5 Profesi yang Dikaitkan dengan Risiko Kanker Ovarium Lebih Tinggi
Suplemen sebaiknya digunakan bila terdapat indikasi medis, risiko kekurangan vitamin B, atau atas rekomendasi tenaga kesehatan. Konsumsi vitamin dalam dosis tinggi tanpa kebutuhan yang jelas tidak selalu memberikan manfaat tambahan dan pada beberapa jenis vitamin tertentu dapat menimbulkan efek samping.
Editor : Ubaidillah