Tidak Pernah Menstruasi Sejak Pubertas, Ternyata Remaja Ini Terlahir Tanpa Serviks dan Vagina

Ubaidillah • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 17:33 WIB
Foto ilustrasi: Getty Images/shapecharge
Foto ilustrasi: Getty Images/shapecharge

 

RadarBangkalan.id - Seorang remaja perempuan berusia 18 tahun asal Republik Demokratik Kongo berhasil menjalani operasi rekonstruksi organ reproduksi setelah diketahui lahir tanpa leher rahim (serviks) dan saluran vagina. Kasus langka tersebut ditangani oleh tim dokter di Max Hospital, Gurugram, India.

Kelainan bawaan yang dikenal sebagai agenesia servikovaginal membuat pasien tidak pernah mengalami menstruasi meski memiliki rahim dan ovarium yang berfungsi normal. Akibatnya, darah menstruasi terus menumpuk di dalam rahim sehingga menyebabkan nyeri panggul hebat yang berulang setiap bulan.

Baca Juga: Kenali Manfaat Vitamin B Kompleks, dari Cegah Anemia hingga Jaga Fungsi Otak

Sebelum mendapatkan diagnosis yang tepat, pasien sempat menjalani empat operasi di negara asalnya. Mulai dari operasi usus buntu hingga hernia, namun seluruh tindakan tersebut tidak mengatasi penyebab utama keluhannya dan justru meninggalkan bekas luka keloid pada bagian perut.

Harapan baru muncul setelah keluarga membawa pasien ke India. Tim dokter kemudian memastikan bahwa pasien mengalami agenesia servikovaginal, salah satu kelainan bawaan paling kompleks pada saluran reproduksi wanita.

Operasi Rekonstruksi Organ Reproduksi

Untuk mengatasi kondisi tersebut, dokter melakukan prosedur serviko-vaginoplasti kompleks. Operasi ini bertujuan membentuk saluran vagina baru (neovagina) sekaligus merekonstruksi leher rahim agar kembali terhubung dengan rahim.

Baca Juga: Dokter Ungkap Risiko Weightlifting Asal-asalan, Bisa Picu Tulang Geser (Spondylolisthesis)

Direktur Senior sekaligus Kepala Unit Obstetri dan Ginekologi Max Hospital, dr Suman Lal, menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam kasus ini adalah mempertahankan fungsi rahim pasien.

Baca Juga: Dokter Anjurkan Orang Tua Ajak Anak Bermain Sepak Bola Usai Nonton Piala Dunia, Ini Manfaatnya

"Ini adalah kasus yang sangat menantang karena pasien memiliki rahim dan ovarium yang berfungsi normal tetapi dilahirkan tanpa serviks dan vagina. Tujuan kami bukan hanya mengurangi rasa sakitnya, tetapi juga merekonstruksi saluran reproduksi sambil mempertahankan fungsi rahim," ujar dr Lal.

Baca Juga: Sering Menyundul Bola Saat Bermain Sepak Bola, Apakah Bisa Merusak Otak?

Sempat Mengalami Infeksi Ringan

Setelah operasi, pasien menjalani pemantauan intensif. Delapan hari setelah tindakan, ia diperbolehkan pulang, namun kembali menjalani pemeriksaan terjadwal pada hari ke-18.

Dalam evaluasi tersebut, dokter menemukan infeksi ringan disertai penumpukan sedikit cairan di sekitar area operasi. Kondisi tersebut segera ditangani menggunakan antibiotik hingga pasien dinyatakan pulih keesokan harinya.

Tiga minggu pascaoperasi, kondisi anatomi organ reproduksi pasien dilaporkan pulih dengan sangat baik dan sesuai harapan tim medis.

Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini

Dokter mengingatkan orang tua agar tidak mengabaikan anak perempuan yang telah memasuki masa pubertas tetapi belum mengalami menstruasi, meski perkembangan fisik seksualnya berlangsung normal.

Nyeri perut yang muncul setiap bulan tanpa disertai menstruasi dapat menjadi tanda adanya kelainan bawaan pada saluran reproduksi yang memerlukan pemeriksaan medis sedini mungkin.

Baca Juga: BPOM Rilis Daftar 14 Kosmetik Berbahaya 2026, Mengandung Merkuri hingga Hidrokuinon

Deteksi dini dinilai sangat penting agar pasien mendapatkan penanganan yang tepat sebelum terjadi komplikasi yang lebih serius.

Editor : Ubaidillah
kesehatan reproduksi kasus langka nyeri panggul agensia servikovaginal operasi rekonstruksi