BGN Pastikan Pembelian Motor Listrik Tak Terulang, Pejabat Baru Siap Benahi Pengadaan MBG

Ubaidillah • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 07:30 WIB
BGN melantik 5 pejabat baru. Foto: (Taufiq Syarifudin/detikcom)
BGN melantik 5 pejabat baru. Foto: (Taufiq Syarifudin/detikcom)

 

RadarBangkalan.id - Badan Gizi Nasional (BGN) melantik lima pejabat madya baru untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu fokus utama penataan organisasi ini adalah memastikan proses pengadaan barang berjalan lebih tepat sasaran sehingga tidak mengulangi kasus pembelian motor listrik yang kini belum dimanfaatkan secara optimal.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menegaskan bahwa dengan hadirnya pejabat baru, pengelolaan pengadaan barang di lingkungan BGN akan semakin baik. Ia optimistis pembelian motor listrik yang sempat menjadi sorotan tidak akan kembali terjadi.

Baca Juga: Tidak Pernah Menstruasi Sejak Pubertas, Ternyata Remaja Ini Terlahir Tanpa Serviks dan Vagina

Salah satu pejabat yang dilantik adalah Zainuri sebagai Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran. Agustina menilai Zainuri memiliki kapasitas untuk memperbaiki tata kelola pengadaan barang dan distribusi dalam Program Makan Bergizi Gratis.

"Motor listrik, nggak akan terulang tuh. Yakin saya," ujar Agustina dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).

Motor Listrik Diusulkan untuk Kementerian dan Lembaga Lain

BGN juga mengungkapkan bahwa motor listrik yang telah dibeli menggunakan anggaran negara kemungkinan akan dialihkan pemanfaatannya kepada kementerian atau lembaga lain yang membutuhkan.

Baca Juga: Kenali Manfaat Vitamin B Kompleks, dari Cegah Anemia hingga Jaga Fungsi Otak

Menurut Agustina, sejumlah instansi telah menyampaikan usulan pemanfaatan kendaraan tersebut, di antaranya Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), Kementerian Pertanian, hingga kalangan guru untuk mendukung operasional.

Baca Juga: Fantastis! Harga Tiket Final Spanyol vs Argentina Mulai Rp125 Juta per Orang

"Kemarin sempat memang ada beberapa yang mengusulkan untuk pemanfaatan itu dari Kemendukbangga, lalu dari Pertanian, dari guru juga sempat ada," katanya.

Baca Juga: Tanda-Tanda Kematian yang Muncul di Tangan dan Kaki, Ini Penjelasan Ahli

Ia menambahkan, Presiden telah membuka kesempatan bagi kementerian maupun lembaga yang membutuhkan motor listrik tersebut untuk mengajukan permohonan. Selanjutnya, usulan tersebut akan dikaji oleh tim Presiden sebelum diputuskan.

"Silakan mengajukan kata Pak Presiden, silakan kementerian yang kebutuhannya, nanti biar dikaji oleh tim dari Presiden sendiri. Kalau kami sifatnya mengikuti saja," ujar Agustina.

Baca Juga: Sering Menyundul Bola Saat Bermain Sepak Bola, Apakah Bisa Merusak Otak?

Aset Negara Akan Tetap Dimanfaatkan

Agustina menegaskan bahwa motor listrik tersebut merupakan aset yang telah dibeli menggunakan uang negara sehingga harus dimanfaatkan secara optimal.

Karena itu, kendaraan tersebut tidak seluruhnya akan digunakan oleh BGN, melainkan dapat dialokasikan kepada instansi pemerintah lain yang benar-benar membutuhkan.

"Intinya akan kami manfaatkan, tapi intinya nggak semua untuk BGN ya. Karena itu sudah dibayar oleh uang negara," tutupnya.

Baca Juga: Studi Ungkap 5 Profesi yang Dikaitkan dengan Risiko Kanker Ovarium Lebih Tinggi

Pelantikan lima pejabat madya baru diharapkan mampu memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis, khususnya dalam aspek pengadaan barang, distribusi, serta pengelolaan anggaran agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel.

Editor : Ubaidillah
pejabat baru pengadaan barang Program Makan Bergizi BGN motor listrik