Dokter Jelaskan Perbedaan Penyakit Jantung Bawaan pada Anak dan Sakit Jantung Orang Dewasa

Ubaidillah • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 06:27 WIB
Ilustrasi jantung (Foto: Getty Images/SewcreamStudio)
Ilustrasi jantung (Foto: Getty Images/SewcreamStudio)

 

RadarBangkalan.id - Penyakit jantung bawaan pada anak sering disamakan dengan penyakit jantung yang dialami orang dewasa. Padahal, kedua kondisi tersebut memiliki penyebab, proses terjadinya, dan jenis kelainan yang berbeda.

Dokter Jantung Anak BraveHeart Brawijaya Hospital, dr Anisa Rahmadhany, SpA, Subsp.Kardio, menjelaskan bahwa penyakit jantung bawaan merupakan kelainan pada struktur atau anatomi jantung yang sudah terbentuk sejak bayi masih berada di dalam kandungan, sedangkan penyakit jantung pada orang dewasa umumnya merupakan penyakit yang didapat seiring bertambahnya usia.

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Dokter Tegaskan Main Gadget Tidak Membuat Jantung Anak Lemah

Penyakit Jantung Bawaan Terjadi Sejak Masa Kehamilan

Menurut dr Anisa, pembentukan jantung janin berlangsung pada trimester pertama kehamilan, terutama saat usia kehamilan sekitar 10 hingga 12 minggu.

Karena itu, periode awal kehamilan menjadi fase yang sangat penting bagi perkembangan organ jantung bayi. Ibu hamil dianjurkan menjaga kesehatan dan tidak mengonsumsi obat-obatan tanpa anjuran dokter karena dapat memengaruhi proses pembentukan jantung janin.

Baca Juga: IDAI: 1 dari 3 Remaja di Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kenali Tandanya

"Jantung janin terbentuk sejak trimester pertama, sekitar 10-12 minggu pertama kehamilan," jelas dr Anisa dalam tayangan detikSore, Rabu (22/7/2026).

Berbeda dengan Penyakit Jantung Orang Dewasa

Dr Anisa menegaskan bahwa penyakit jantung pada orang dewasa umumnya bukan merupakan kelainan bawaan, melainkan penyakit yang diperoleh akibat berbagai faktor risiko.

Baca Juga: Tidak Pernah Menstruasi Sejak Pubertas, Ternyata Remaja Ini Terlahir Tanpa Serviks dan Vagina

Contohnya adalah penyakit jantung koroner atau serangan jantung yang berkaitan dengan penyumbatan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, hingga gaya hidup tidak sehat.

Sementara pada anak, penyakit jantung bawaan lebih berkaitan dengan kelainan struktur jantung yang sudah terbentuk sejak dalam kandungan.

Baca Juga: Kenali Manfaat Vitamin B Kompleks, dari Cegah Anemia hingga Jaga Fungsi Otak

Ibu Hamil Perlu Menjaga Kesehatan Sejak Awal Kehamilan

Banyak perempuan baru mengetahui dirinya hamil setelah beberapa minggu masa kehamilan berlangsung. Padahal, pada periode tersebut organ-organ penting, termasuk jantung, sudah mulai terbentuk.

Oleh karena itu, menjaga pola hidup sehat sejak merencanakan kehamilan, menghindari konsumsi obat sembarangan, serta rutin melakukan pemeriksaan kehamilan menjadi langkah penting untuk mendukung perkembangan janin.

Baca Juga: Dokter Ungkap Risiko Weightlifting Asal-asalan, Bisa Picu Tulang Geser (Spondylolisthesis)

Deteksi Dini Sangat Penting

Meski merupakan kelainan bawaan, penyakit jantung pada janin dapat dideteksi sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan tertentu, seperti fetal echocardiography, terutama pada ibu dengan faktor risiko atau riwayat penyakit jantung bawaan dalam keluarga.

Baca Juga: Sering Menyundul Bola Saat Bermain Sepak Bola, Apakah Bisa Merusak Otak?

Deteksi dini memungkinkan dokter merencanakan penanganan yang lebih optimal setelah bayi lahir.

Editor : Ubaidillah
hari anak nasional 2026 penyakit jantung bawaan sakit jantung dewasa kesehatan jantung hari anak nasional