Kapan Waktu Terbaik Jalan Kaki untuk Jantung? Studi Ungkap Pagi hingga Malam Punya Manfaat Berbeda

Ubaidillah • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 05:39 WIB
Foto ilustrasi: Getty Images/visionchina
Foto ilustrasi: Getty Images/visionchina

 

RadarBangkalan.id - Jalan kaki selama 30 menit setiap hari telah lama menjadi salah satu cara paling sederhana untuk menjaga kesehatan jantung. Kini, sejumlah penelitian terbaru mengungkap bahwa bukan hanya durasi, tetapi juga waktu berjalan kaki dapat memengaruhi manfaat yang diperoleh tubuh.

Meski hasil penelitian menunjukkan waktu terbaik masih menjadi perdebatan, para ahli sepakat bahwa aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin jauh lebih penting dibandingkan memilih jam tertentu tetapi tidak konsisten.

Baca Juga: Hotman Paris Lepas Kuasa Hukum Febrie Adriansyah karena Kondisi Kesehatan Memburuk

Jalan Kaki Pagi Turunkan Risiko Penyakit Kronis

Penelitian yang dipimpin Prem Patel dari UMass Chan Medical School melibatkan sekitar 14.500 peserta selama satu tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa berjalan kaki pada pukul 07.00 hingga 08.00 pagi memberikan manfaat besar bagi kesehatan jantung dan metabolisme.

Peserta yang rutin berjalan kaki di pagi hari mengalami:

Menurut pakar jantung Yale University, Dr Rachel Lampert, manfaat tersebut berkaitan dengan ritme sirkadian tubuh. Pada pagi hari, hormon adrenalin berada pada puncaknya sehingga tubuh merespons aktivitas fisik dengan lebih optimal.

Baca Juga: Dokter Jelaskan Perbedaan Penyakit Jantung Bawaan pada Anak dan Sakit Jantung Orang Dewasa

Jalan Siang dan Malam Juga Punya Keunggulan

Meski jalan pagi dinilai efektif mencegah penyakit kronis, penelitian lain menunjukkan hasil berbeda.

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Dokter Tegaskan Main Gadget Tidak Membuat Jantung Anak Lemah

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Diabetes Care pada 2024 terhadap hampir 30.000 orang dewasa dengan obesitas menemukan bahwa peserta yang berolahraga pada malam hari memiliki risiko kematian dan penyakit jantung paling rendah dibanding kelompok pagi maupun siang.

Baca Juga: IDAI: 1 dari 3 Remaja di Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kenali Tandanya

Sementara itu, penelitian dalam Nature Communications yang melibatkan lebih dari 92.000 orang di Inggris menunjukkan aktivitas fisik yang dilakukan pada pukul 11.00 hingga 17.00 berkaitan dengan risiko kematian dari berbagai penyebab yang lebih rendah.

Perbedaan hasil tersebut menunjukkan bahwa manfaat olahraga dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi kesehatan, pola tidur, hingga ritme biologis masing-masing individu.

Jalan Kaki Minimal 10 Menit Tanpa Berhenti

Selain waktu, durasi berjalan kaki dalam satu sesi juga memengaruhi kesehatan jantung.

Penelitian dari University of Sydney dan Universidad Europea menemukan bahwa berjalan kaki selama 10 hingga 15 menit tanpa jeda memberikan manfaat yang jauh lebih besar dibanding berjalan kaki dengan sesi-sesi singkat di bawah lima menit, meskipun jumlah langkah hariannya sama.

Baca Juga: Tidak Pernah Menstruasi Sejak Pubertas, Ternyata Remaja Ini Terlahir Tanpa Serviks dan Vagina

Penulis utama penelitian, Dr Borja del Pozo, menyarankan masyarakat menyediakan setidaknya satu sesi jalan kaki berkelanjutan setiap hari agar manfaat terhadap sistem kardiovaskular lebih optimal.

Konsistensi Tetap Menjadi Kunci

Meski berbagai penelitian menghasilkan temuan yang berbeda mengenai waktu terbaik untuk berjalan kaki, para ahli menegaskan bahwa konsistensi tetap menjadi faktor utama.

Baca Juga: Kenali Manfaat Vitamin B Kompleks, dari Cegah Anemia hingga Jaga Fungsi Otak

American Heart Association (AHA) masih merekomendasikan aktivitas fisik intensitas sedang selama minimal 150 menit setiap minggu untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Dengan kata lain, berjalan kaki setiap hari secara rutin akan memberikan manfaat yang lebih besar dibanding hanya mengejar waktu yang dianggap ideal tetapi jarang melakukannya.

Editor : Ubaidillah
risiko penyakit jantung olahraga pagi jalan kaki kesehatan jantung olahraga malam