Hipoglikemia Bisa Terjadi pada Orang Tanpa Diabetes, Ini Penyebab dan Gejalanya

Ubaidillah • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 07:49 WIB
Ilustrasi (Foto: Getty Images/filmstudio)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/filmstudio)

RadarBangkalan.id - Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah turun di bawah batas normal sehingga tubuh kekurangan pasokan glukosa sebagai sumber energi utama. Kondisi ini paling sering dialami oleh penderita diabetes, terutama diabetes tipe 1, tetapi juga dapat terjadi pada orang yang tidak memiliki diabetes akibat berbagai faktor medis maupun gaya hidup.

Hipoglikemia perlu segera ditangani karena dapat memicu gejala ringan seperti gemetar dan lapar, hingga kondisi serius berupa kejang, kehilangan kesadaran, koma, bahkan mengancam nyawa apabila tidak segera mendapat pertolongan.

Baca Juga: 4 Minuman yang Disebut Bisa Memperpanjang Umur, Teh Hijau hingga Air Putih

Glukosa merupakan sumber energi utama bagi seluruh sel tubuh, termasuk otak. Ketika kadar gula darah turun terlalu rendah, fungsi organ dapat terganggu sehingga muncul berbagai gejala yang membutuhkan penanganan cepat.

Menurut Cleveland Clinic, pada penderita diabetes hipoglikemia umumnya terjadi ketika kadar gula darah berada di bawah 70 mg/dL (3,9 mmol/L). Sementara pada orang tanpa diabetes, kondisi ini biasanya didefinisikan ketika kadar gula darah berada di bawah 55 mg/dL (3,1 mmol/L).

Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik Jalan Kaki untuk Jantung? Studi Ungkap Pagi hingga Malam Punya Manfaat Berbeda

Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes Universitas Airlangga, dr. Hermina Novida, SpPD-KEMD, FINASIM, menjelaskan bahwa hipoglikemia tidak hanya terjadi pada pasien diabetes, tetapi juga dapat dipicu aktivitas fisik berlebihan, kurangnya asupan kalori, hingga gangguan metabolisme insulin.

Penyebab Hipoglikemia

Hipoglikemia dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, baik medis maupun nonmedis.

Baca Juga: Dokter Jelaskan Perbedaan Penyakit Jantung Bawaan pada Anak dan Sakit Jantung Orang Dewasa

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Dokter Tegaskan Main Gadget Tidak Membuat Jantung Anak Lemah

Beberapa penyebab medis meliputi:

Baca Juga: IDAI: 1 dari 3 Remaja di Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kenali Tandanya

Sementara faktor nonmedis yang dapat memicu hipoglikemia antara lain:

Gejala Hipoglikemia

Gejala gula darah rendah biasanya muncul secara tiba-tiba dan dapat berbeda pada setiap orang.

Baca Juga: Tidak Pernah Menstruasi Sejak Pubertas, Ternyata Remaja Ini Terlahir Tanpa Serviks dan Vagina

Gejala awal meliputi:

Jika kadar gula darah terus menurun, gejala dapat berkembang menjadi:

Baca Juga: Dokter Ungkap Risiko Weightlifting Asal-asalan, Bisa Picu Tulang Geser (Spondylolisthesis)

Hipoglikemia berat merupakan kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan segera.

Baca Juga: Prancis Setujui RUU Euthanasia, Pasien Penyakit Terminal Bisa Akhiri Hidup Secara Medis

Gejala Hipoglikemia Saat Tidur

Hipoglikemia juga dapat terjadi saat tidur atau dikenal sebagai hipoglikemia nokturnal.

Baca Juga: Dokter Anjurkan Orang Tua Ajak Anak Bermain Sepak Bola Usai Nonton Piala Dunia, Ini Manfaatnya

Tanda-tandanya antara lain:

Kapan Gejala Hipoglikemia Muncul?

Pada penderita diabetes, gejala biasanya mulai muncul ketika kadar gula darah mencapai sekitar 70 mg/dL atau lebih rendah. Namun, bila penurunan gula darah berlangsung sangat cepat, gejala dapat muncul sebelum angka tersebut tercapai.

Sebaliknya, penderita diabetes yang terbiasa mengalami gula darah tinggi dapat mulai merasakan gejala hipoglikemia meskipun kadar gula darahnya masih berada di atas 70 mg/dL.

Baca Juga: Sering Menyundul Bola Saat Bermain Sepak Bola, Apakah Bisa Merusak Otak?

Apa Itu Hypoglycemia Unawareness?

Sebagian penderita diabetes tidak lagi merasakan tanda-tanda ketika gula darah turun. Kondisi ini disebut hypoglycemia unawareness atau ketidaksadaran terhadap hipoglikemia.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya hipoglikemia berat karena penderita tidak menyadari perlunya segera mengonsumsi gula.

Dokter biasanya menyarankan penggunaan Continuous Glucose Monitoring (CGM), pemeriksaan gula darah lebih sering, serta edukasi kepada keluarga agar dapat memberikan pertolongan apabila terjadi kondisi darurat.

Cara Mengatasi Hipoglikemia

Hipoglikemia harus segera ditangani dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula atau karbohidrat cepat serap.

Pada kasus yang berat hingga menyebabkan penurunan kesadaran, pasien memerlukan suntikan glukagon dan harus segera mendapatkan pertolongan medis di rumah sakit.

Cara Mencegah Hipoglikemia

Untuk mengurangi risiko hipoglikemia, beberapa langkah yang dapat dilakukan meliputi:

Dr. Hermina juga mengingatkan pentingnya edukasi masyarakat mengenai tanda awal hipoglikemia agar pertolongan dapat diberikan lebih cepat sehingga komplikasi serius dapat dicegah.

Memahami penyebab, gejala, dan cara penanganan hipoglikemia menjadi langkah penting untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil serta mencegah kondisi yang dapat membahayakan keselamatan jiwa.

 

Editor : Ubaidillah
hipoglikemia gula darah rendah gejala hipoglikemia apa itu hipoglikemia diabetes