Duduk Sambil Menonton TV Lebih Berisiko bagi Otak Dibanding Duduk untuk Bekerja, Ini Penjelasannya

Ubaidillah • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 08:00 WIB
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Ekaterina Chizhevskaya)
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Ekaterina Chizhevskaya)

 

RadarBangkalan.id - Kebiasaan menonton televisi selama berjam-jam ternyata dapat berdampak pada kesehatan otak. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa aktivitas duduk pasif seperti menonton TV memiliki kaitan dengan perubahan struktur otak yang berhubungan dengan penyakit Alzheimer, terutama pada pria paruh baya.

Sebaliknya, duduk dalam waktu lama untuk bekerja di depan meja, seperti membaca, menulis, membalas email, atau memecahkan masalah, justru tidak menunjukkan dampak negatif yang sama. Aktivitas yang melibatkan kerja otak dinilai mampu membantu menjaga fungsi kognitif.

Baca Juga: Penyebab Peradangan Kulit yang Perlu Diwaspadai, dari Alergi hingga Penyakit Autoimun

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Alzheimer's and Dementia: Journal of the Alzheimer's Association melibatkan lebih dari 1.700 orang dewasa yang dipantau selama hampir 24 tahun.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pria yang sering menghabiskan waktu luang dengan menonton televisi saat usia paruh baya memiliki volume otak yang lebih kecil pada area yang rentan mengalami perubahan akibat penyakit Alzheimer. Mereka juga memiliki lebih banyak kerusakan pada materi putih otak (white matter hyperintensities/WMH), yang berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif dan peningkatan risiko demensia.

Sebaliknya, peserta yang menghabiskan banyak waktu duduk untuk bekerja di meja menunjukkan kondisi otak yang relatif lebih baik, termasuk volume lebih besar pada beberapa bagian korteks otak serta lebih sedikit lesi pada materi putih.

Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Paparan Berita Buruk, Hindari Doomscrolling Berlebihan

Aktivitas Saat Duduk Lebih Penting daripada Lamanya Duduk

Peneliti menemukan bahwa tingkat aktivitas fisik peserta tidak mengubah hasil penelitian. Artinya, rutin berolahraga tidak sepenuhnya menghilangkan dampak negatif dari aktivitas duduk yang bersifat pasif.

Baca Juga: Hipoglikemia Bisa Terjadi pada Orang Tanpa Diabetes, Ini Penyebab dan Gejalanya

Ahli biologi dari University of Southern California, Natan Feter, mengatakan hubungan antara kebiasaan menonton TV dan perubahan struktur otak jauh lebih kuat ditemukan pada pria dibandingkan wanita.

Menurutnya, perbedaan tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh pola perilaku sedentari yang berbeda. Wanita cenderung lebih sering menyelingi waktu duduk dengan aktivitas lain, sedangkan pria lebih sering menonton acara seperti olahraga atau film dalam durasi panjang tanpa jeda.

Baca Juga: 4 Minuman yang Disebut Bisa Memperpanjang Umur, Teh Hijau hingga Air Putih

Selain itu, faktor biologis, hormon, gaya hidup, hingga perbedaan proses penuaan otak antara pria dan wanita juga diduga berperan.

Menonton TV Bersifat Pasif, Bekerja Melatih Otak

Peneliti menjelaskan bahwa menonton televisi termasuk aktivitas yang pasif secara kognitif karena otak tidak banyak terlibat dalam proses berpikir aktif.

Sebaliknya, pekerjaan kantor biasanya tetap menuntut seseorang untuk:

Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik Jalan Kaki untuk Jantung? Studi Ungkap Pagi hingga Malam Punya Manfaat Berbeda

Aktivitas tersebut dipercaya membantu membangun cadangan kognitif (cognitive reserve), yaitu kemampuan otak untuk bertahan terhadap perubahan akibat proses penuaan maupun penyakit neurodegeneratif.

Penelitian Memiliki Beberapa Keterbatasan

Meski hasilnya menarik, para peneliti menegaskan bahwa studi ini belum membuktikan hubungan sebab-akibat.

Baca Juga: Dokter Jelaskan Perbedaan Penyakit Jantung Bawaan pada Anak dan Sakit Jantung Orang Dewasa

Beberapa keterbatasan penelitian meliputi:

Namun demikian, penelitian ini memiliki kekuatan karena melibatkan ribuan peserta selama hampir seperempat abad dan menggunakan pemeriksaan MRI untuk menilai kondisi otak secara langsung.

Baca Juga: Hotman Paris Lepas Kuasa Hukum Febrie Adriansyah karena Kondisi Kesehatan Memburuk

Jaga Otak Tetap Aktif

Temuan ini memperkuat pentingnya memilih aktivitas yang merangsang kerja otak ketika menghabiskan waktu dalam posisi duduk.

Selain bekerja, aktivitas seperti membaca buku, mengerjakan teka-teki, bermain permainan strategi, membuat kerajinan tangan, hingga aktivitas lain yang melibatkan proses berpikir diduga dapat membantu menjaga kesehatan otak seiring bertambahnya usia.

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Dokter Tegaskan Main Gadget Tidak Membuat Jantung Anak Lemah

Meski penelitian lanjutan masih diperlukan, para ahli menyarankan agar waktu menonton televisi tidak dilakukan secara berlebihan dan diselingi dengan aktivitas yang lebih aktif, baik secara fisik maupun mental.

Editor : Ubaidillah
fungsi kognitif menonton tv penelitian alzheimer kesehatan otak dampak negatif