RadarBangkalan.id - Saraf kejepit atau Hernia Nukleus Pulposus (HNP) paling sering terjadi pada beberapa titik tertentu di tulang belakang. Menurut dokter bedah saraf dr M. Aulia Rahman SpBS-FTB, FINSS, area L4-L5, L5-S1, dan C5-C6 menjadi lokasi yang paling rentan mengalami gangguan akibat tekanan berlebih dalam jangka panjang.
Kebiasaan sehari-hari seperti terlalu lama duduk, kurang bergerak, hingga sering menunduk saat menggunakan ponsel menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko saraf kejepit pada bagian-bagian tersebut.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang, Bisa Jadi Tanda Saraf Kejepit L4-L5
L4-L5 Jadi Lokasi Saraf Kejepit yang Paling Sering
Menurut dr Aulia, titik L4-L5 atau lumbar 4 dan lumbar 5 berada di bagian bawah tulang belakang yang menopang sebagian besar beban tubuh saat duduk maupun berdiri.
Karena fungsinya yang sangat berat, area ini menjadi lokasi paling umum terjadinya saraf kejepit, terutama pada pekerja kantoran yang duduk berjam-jam setiap hari.
"Proses duduk membuat tulang belakang menekuk sehingga bantalan tulang belakang mengalami stres. Itu menjadi awal mula terjadinya masalah saraf kejepit," jelas dr Aulia.
Ketika tekanan berlangsung terus-menerus, bantalan tulang belakang dapat menonjol dan menekan saraf di sekitarnya sehingga memicu nyeri, kesemutan, hingga kebas pada kaki.
Baca Juga: Mitos atau Fakta? Telur Disebut Bikin Bisulan, Ini Penjelasan Dokter
Baca Juga: BPOM Resmi Terapkan Nutri-Level Mulai 2026, Ini Arti Kode Warna A-D pada Minuman Kemasan
L5-S1 Juga Berisiko Tinggi
Selain L4-L5, ruas antara lumbar 5 dan sakrum 1 (L5-S1) juga menjadi salah satu titik yang sering mengalami saraf kejepit.
Baca Juga: Wanita Ini Minum 10 Cangkir Kopi Sehari, Berujung Didiagnosis Gangguan Irama Jantung
Lokasi ini berada tepat di bagian dasar tulang belakang dan berfungsi sebagai penghubung antara tulang belakang dengan panggul. Karena menahan tekanan tubuh setiap hari, area tersebut rentan mengalami kerusakan bantalan tulang belakang.
Menurut dr Aulia, keluhan nyeri pinggang yang menjalar hingga bokong atau kaki sering kali berkaitan dengan gangguan pada ruas L5-S1.
Saraf Kejepit di Leher Banyak Terjadi pada C5-C6
Tidak hanya di pinggang, saraf kejepit juga kerap terjadi pada tulang belakang bagian leher, terutama di ruas C5-C6.
Kebiasaan menggunakan ponsel sambil menunduk dalam waktu lama menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kasus saraf kejepit pada area ini.
Selain itu, posisi monitor komputer yang terlalu rendah juga dapat membuat leher terus menekuk dan memberikan tekanan berlebih pada bantalan tulang belakang.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Ngorok Saat Tidur, Dokter Sebut Sleep Apnea Bisa Sebabkan Kematian
"Di leher kita punya ruas 5 dan 6. Karena kebiasaan bermain HP dengan posisi menunduk terus-menerus, akhirnya menimbulkan masalah pada bagian tersebut," kata dr Aulia.
Cara Mencegah Saraf Kejepit
Untuk mengurangi risiko saraf kejepit, dr Aulia menyarankan masyarakat memperbaiki postur tubuh saat bekerja maupun beraktivitas sehari-hari.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Menggunakan kursi ergonomis saat bekerja.
- Menghindari duduk terlalu lama tanpa bergerak.
- Berdiri dan melakukan peregangan setiap 30-60 menit.
- Menempatkan monitor sejajar dengan pandangan mata.
- Mengurangi kebiasaan menunduk saat menggunakan ponsel.
- Menjaga berat badan ideal untuk mengurangi beban tulang belakang.
Menurutnya, saraf kejepit bukanlah kondisi yang muncul dalam satu atau dua hari, melainkan akibat kebiasaan buruk yang berlangsung bertahun-tahun.
Baca Juga: Fenomena Bediding Bikin Suhu di Jawa Makin Dingin, BMKG Ungkap Penyebab dan Daerah Terparah
"Saraf kejepit bukan masalah yang terjadi dalam waktu singkat, tetapi berkaitan dengan kebiasaan yang dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang," tegasnya.
Editor : Ubaidillah