RadarBangkalan.id - Mengulek sambal dengan cobek dan ulekan merupakan aktivitas yang akrab bagi banyak masyarakat Indonesia. Namun, di balik kebiasaan tersebut, dokter mengingatkan adanya risiko gangguan saraf jika gerakan dilakukan secara berulang dalam jangka panjang.
Spesialis bedah saraf RS Abdi Waluyo, dr M. Aulia Rahman Sp.BS-FTB, FINSS, menjelaskan bahwa aktivitas mengulek sambal yang dilakukan terus-menerus dapat meningkatkan risiko Carpal Tunnel Syndrome (CTS), yaitu kondisi ketika saraf median di pergelangan tangan mengalami tekanan atau penjepitan.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang, Bisa Jadi Tanda Saraf Kejepit L4-L5
Mengapa Ngulek Sambal Bisa Memicu Saraf Kejepit?
Menurut dr Aulia, gerakan mengulek melibatkan pergelangan tangan yang terus bergerak secara berulang atau repetitif. Aktivitas tersebut dapat menyebabkan penebalan jaringan di sekitar terowongan karpal (carpal tunnel), tempat saraf median berada.
Ketika ruang di area tersebut menyempit, saraf median bisa tertekan dan menimbulkan berbagai keluhan.
"Gerakan repetitif seperti ngulek sambal melibatkan pergelangan tangan yang memiliki saraf. Jika dilakukan setiap hari, dapat menyebabkan penebalan jaringan sehingga saraf akhirnya terjepit," jelas dr Aulia.
Baca Juga: Mitos atau Fakta? Telur Disebut Bikin Bisulan, Ini Penjelasan Dokter
Apa Itu Carpal Tunnel Syndrome (CTS)?
Carpal Tunnel Syndrome merupakan gangguan saraf yang terjadi akibat tekanan pada saraf median di pergelangan tangan.
Baca Juga: BPOM Resmi Terapkan Nutri-Level Mulai 2026, Ini Arti Kode Warna A-D pada Minuman Kemasan
Kondisi ini cukup sering ditemukan pada orang yang melakukan aktivitas berulang menggunakan tangan, seperti:
Baca Juga: Wanita Ini Minum 10 Cangkir Kopi Sehari, Berujung Didiagnosis Gangguan Irama Jantung
- Mengulek sambal.
- Mengetik dalam waktu lama.
- Menggunakan mouse komputer terus-menerus.
- Menjahit.
- Bermain alat musik tertentu.
- Pekerjaan produksi yang membutuhkan gerakan tangan berulang.
Gejala CTS yang Perlu Diwaspadai
Saat saraf median mulai tertekan, penderita biasanya mengalami beberapa gejala seperti:
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Ngorok Saat Tidur, Dokter Sebut Sleep Apnea Bisa Sebabkan Kematian
- Kesemutan pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis.
- Mati rasa atau kebas pada tangan.
- Nyeri pada pergelangan tangan.
- Tangan terasa lemah saat menggenggam benda.
- Keluhan yang sering muncul pada malam hari atau setelah aktivitas berulang.
Jika dibiarkan dalam waktu lama, CTS dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kekuatan genggaman tangan.
Cara Mencegah Saraf Kejepit Akibat Aktivitas Repetitif
Untuk mengurangi risiko CTS, dr Aulia menyarankan agar aktivitas yang melibatkan gerakan tangan berulang tidak dilakukan secara berlebihan setiap hari.
Baca Juga: Fenomena Bediding Bikin Suhu di Jawa Makin Dingin, BMKG Ungkap Penyebab dan Daerah Terparah
Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
- Mengurangi frekuensi aktivitas mengulek dalam waktu lama.
- Beristirahat secara berkala saat melakukan pekerjaan repetitif.
- Melakukan peregangan tangan dan pergelangan tangan.
- Menggunakan posisi tangan yang ergonomis saat bekerja.
- Menghindari tekanan berlebihan pada pergelangan tangan.
"Faktor yang bisa menyebabkan cedera saat ngulek sambal adalah gerakan repetitif itu sendiri, sehingga sebaiknya tidak dilakukan terus-menerus setiap hari," kata dr Aulia.
Baca Juga: Penyebab Peradangan Kulit yang Perlu Diwaspadai, dari Alergi hingga Penyakit Autoimun
Aktivitas Sehari-hari Juga Bisa Menjadi Pemicu
Saraf kejepit tidak selalu disebabkan oleh cedera berat atau kecelakaan. Dalam banyak kasus, kebiasaan sehari-hari yang dilakukan berulang selama bertahun-tahun justru menjadi penyebab utama.
Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan aktivitas yang tampak sederhana tetapi dilakukan terus-menerus tanpa jeda, termasuk mengulek sambal, agar kesehatan saraf tetap terjaga.
Editor : Ubaidillah