Diabetes Tak Hanya Naikkan Gula Darah, Bisa Picu Stroke dan Gangguan Otak

Ubaidillah • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 06:21 WIB
Foto: Ilustrasi stroke (Getty Images/GrafikLab)
Foto: Ilustrasi stroke (Getty Images/GrafikLab)

 

RadarBangkalan.id - Diabetes tidak hanya berdampak pada kadar gula darah, tetapi juga dapat merusak kesehatan otak jika tidak dikelola dengan baik. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang diketahui dapat merusak pembuluh darah dan saraf yang memasok darah ke otak, sehingga meningkatkan risiko stroke serta gangguan fungsi kognitif.

Para ahli mengingatkan bahwa komplikasi diabetes dapat memengaruhi kemampuan berpikir, mengingat, berkonsentrasi, hingga meningkatkan risiko demensia pada usia lanjut. Karena itu, pengelolaan diabetes yang baik menjadi kunci untuk menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang.

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang, Bisa Jadi Tanda Saraf Kejepit L4-L5

Diabetes Meningkatkan Risiko Stroke

Salah satu komplikasi paling serius dari diabetes adalah stroke. Pengidap diabetes memiliki risiko mengalami stroke sekitar dua kali lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak menderita penyakit tersebut.

Kondisi ini terjadi karena kadar gula darah yang tinggi secara terus-menerus dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah. Akibatnya, pembuluh darah menjadi lebih sempit, kaku, dan rentan mengalami pembentukan bekuan darah.

Menurut Direktur dan Konsultan Senior Neurologi KIMS Hospital Electronic City Bengaluru, Dr Sujit Kumar, kerusakan pada pembuluh darah akibat glukosa berlebih membuat aliran darah ke otak lebih mudah terhambat.

"Glukosa membuat pembuluh darah lebih rentan terhadap penyempitan, pengerasan, dan pembentukan bekuan darah," jelas Dr Kumar.

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Telur Disebut Bikin Bisulan, Ini Penjelasan Dokter

Jika gumpalan darah menyumbat aliran darah menuju otak, maka dapat terjadi stroke iskemik. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis karena sel-sel otak mulai mengalami kerusakan hanya dalam hitungan menit setelah pasokan oksigen terhenti.

Risiko stroke juga semakin meningkat karena diabetes sering disertai faktor risiko lain seperti hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, dan penyakit jantung.

Baca Juga: BPOM Resmi Terapkan Nutri-Level Mulai 2026, Ini Arti Kode Warna A-D pada Minuman Kemasan

Gula Darah Tinggi Bisa Menurunkan Fungsi Otak

Selain stroke, diabetes juga dapat memengaruhi fungsi otak secara perlahan. Paparan gula darah tinggi dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah kecil di otak serta memicu peradangan kronis dan stres oksidatif.

Akibatnya, seseorang dapat mengalami gangguan daya ingat, kesulitan berkonsentrasi, lebih lambat mempelajari informasi baru, hingga mengalami penurunan kemampuan mengambil keputusan.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa penderita diabetes jangka panjang memiliki risiko lebih tinggi mengalami demensia vaskular dan penyakit Alzheimer. Meski demikian, hubungan langsung antara diabetes dan Alzheimer masih terus diteliti.

Baca Juga: Wanita Ini Minum 10 Cangkir Kopi Sehari, Berujung Didiagnosis Gangguan Irama Jantung

Hipoglikemia Juga Berbahaya bagi Otak

Bukan hanya gula darah tinggi yang perlu diwaspadai. Kadar gula darah yang terlalu rendah atau hipoglikemia juga dapat mengganggu fungsi otak.

Otak membutuhkan glukosa sebagai sumber energi utama. Ketika kadar gula darah turun drastis, seseorang dapat mengalami pusing, kebingungan, sulit berkonsentrasi, kejang, hingga kehilangan kesadaran.

Jika kondisi hipoglikemia terjadi berulang kali, risiko gangguan fungsi kognitif juga dapat meningkat, terutama pada kelompok lanjut usia.

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Ngorok Saat Tidur, Dokter Sebut Sleep Apnea Bisa Sebabkan Kematian

Cara Menjaga Kesehatan Otak bagi Pengidap Diabetes

Pengendalian diabetes secara konsisten menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi risiko komplikasi pada otak. Pengidap diabetes disarankan rutin memantau gula darah, mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, dan menjalani pola hidup sehat.

Baca Juga: Penyebab Peradangan Kulit yang Perlu Diwaspadai, dari Alergi hingga Penyakit Autoimun

Selain menjaga kadar gula darah, faktor risiko lain seperti tekanan darah dan kolesterol juga perlu dikontrol agar tetap dalam batas normal.

Menghindari rokok, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta tidur cukup setiap hari dapat membantu menurunkan risiko stroke dan menjaga fungsi otak tetap optimal.

Dengan pengelolaan yang tepat, pengidap diabetes tetap dapat menjalani hidup sehat sekaligus meminimalkan risiko kerusakan otak dan komplikasi serius lainnya.

Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Paparan Berita Buruk, Hindari Doomscrolling Berlebihan

Editor : Ubaidillah
gula darah tinggi Diabetes dan kesehatan otak kesehatan otak stroke diabetes