RadarBangkalan.id - Diet tidak selalu berarti harus menghindari mie instan sepenuhnya. Menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan masih diperbolehkan mengonsumsi mie instan selama jumlah dan frekuensinya dibatasi.
Mie instan memang dikenal memiliki kandungan kalori dan natrium yang cukup tinggi. Namun, makanan ini tidak otomatis menjadi pantangan bagi pelaku diet. Yang terpenting adalah mengatur pola makan secara keseluruhan agar tetap seimbang dan berkelanjutan.
Baca Juga: Diabetes Tak Hanya Naikkan Gula Darah, Bisa Picu Stroke dan Gangguan Otak
dr Yaze menjelaskan bahwa mie instan masih dapat dikonsumsi sesekali, misalnya sekitar satu kali dalam sebulan. Tujuannya lebih untuk memenuhi keinginan makan makanan favorit tanpa mengganggu pola makan sehat yang sedang dijalani.
Menurutnya, tidak ada makanan yang benar-benar dilarang selama diet, kecuali bagi seseorang yang memiliki alergi atau kondisi medis tertentu yang mengharuskannya menghindari makanan tersebut. Diet yang sehat justru berfokus pada pengaturan pola makan yang dapat dijalankan dalam jangka panjang.
Untuk membuat konsumsi mie instan lebih sehat, dr Yaze menyarankan menambahkan sumber protein seperti telur serta sayuran seperti sawi, bayam, atau wortel. Dengan cara ini, kandungan gizi makanan menjadi lebih lengkap dan tidak hanya didominasi oleh karbohidrat dari mie.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang, Bisa Jadi Tanda Saraf Kejepit L4-L5
Penambahan protein dan serat juga dapat membantu meningkatkan rasa kenyang lebih lama, sehingga mengurangi risiko makan berlebihan setelah mengonsumsi mie instan.
Ia menegaskan bahwa konsep diet bukanlah tidak makan atau melarang makanan tertentu. Diet merupakan upaya mengatur pola makan agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi sekaligus mendukung tujuan kesehatan dan pengelolaan berat badan.
Baca Juga: Mitos atau Fakta? Telur Disebut Bikin Bisulan, Ini Penjelasan Dokter
Karena itu, mengonsumsi mie instan sesekali tidak menjadi masalah bagi orang yang sedang diet, selama tetap memperhatikan porsi, frekuensi konsumsi, serta keseimbangan asupan gizi harian.
Editor : Ubaidillah