Hipertensi Bisa Merusak Ginjal Tanpa Gejala, Waspadai Tanda Awal yang Sering Diabaikan

Ubaidillah • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Foto ilustrasi: Getty Images/Nadzeya Haroshka
Foto ilustrasi: Getty Images/Nadzeya Haroshka

 

RadarBangkalan.id - Hipertensi atau tekanan darah tinggi tidak hanya meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol juga dapat merusak ginjal secara perlahan tanpa menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal.

Kerusakan ginjal akibat hipertensi sering kali terjadi diam-diam selama bertahun-tahun. Karena itu, banyak penderita baru menyadari adanya gangguan ketika fungsi ginjal sudah menurun cukup signifikan.

Baca Juga: Diabetes Tak Hanya Naikkan Gula Darah, Bisa Picu Stroke dan Gangguan Otak

Spesialis nefrologi dari Max Super Speciality Hospital Delhi, Dr Nimish Gupta, menjelaskan bahwa tekanan darah tinggi dapat merusak sistem penyaringan ginjal yang berperan penting dalam membuang zat sisa dari tubuh.

"Tekanan darah tinggi merusak ginjal. Jadi apa yang tampak seperti kondisi gaya hidup biasa sebenarnya bisa jadi merupakan sebuah sinyal alarm bahaya," ujar Dr Gupta.

Bagaimana Hipertensi Merusak Ginjal?

Di dalam ginjal terdapat jutaan unit penyaring mikroskopis yang disebut glomerulus. Struktur ini bertugas menyaring darah dan membuang limbah melalui urine.

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang, Bisa Jadi Tanda Saraf Kejepit L4-L5

Saat tekanan darah terus tinggi, aliran darah yang melewati glomerulus menjadi terlalu kuat. Kondisi tersebut membuat dinding penyaring ginjal menebal, kehilangan fungsi optimal, hingga akhirnya mengalami kerusakan permanen.

Karena prosesnya berlangsung perlahan, banyak penderita hipertensi tidak menyadari bahwa fungsi ginjal mereka terus menurun dari waktu ke waktu.

Tanda Awal Kerusakan Ginjal Akibat Hipertensi

Kerusakan ginjal stadium awal sering kali tidak menimbulkan nyeri atau keluhan yang khas. Namun, ada beberapa tanda yang perlu diwaspadai, antara lain:

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Telur Disebut Bikin Bisulan, Ini Penjelasan Dokter

Gejala-gejala tersebut sering dianggap sepele sehingga banyak kasus terlambat terdiagnosis.

Baca Juga: BPOM Resmi Terapkan Nutri-Level Mulai 2026, Ini Arti Kode Warna A-D pada Minuman Kemasan

Pentingnya Pemeriksaan Fungsi Ginjal

Menurut Dr Gupta, penderita hipertensi sebaiknya tidak hanya rutin memantau tekanan darah, tetapi juga memeriksakan kondisi ginjal secara berkala.

Pemeriksaan fungsi ginjal dapat dilakukan melalui tes darah dan pemeriksaan urine sederhana yang mampu mendeteksi kerusakan sejak dini sebelum berkembang menjadi penyakit ginjal kronis.

Bahkan pada pasien yang tekanan darahnya sudah terkendali dengan obat, risiko kerusakan ginjal tetap dapat terjadi apabila hipertensi telah berlangsung dalam waktu lama.

Batasi Garam untuk Melindungi Ginjal

Selain kontrol rutin ke dokter, pengurangan asupan garam menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan ginjal.

Garam tidak hanya berasal dari makanan yang terasa asin. Natrium juga banyak ditemukan pada makanan kemasan, bumbu instan, saus, makanan cepat saji, hingga berbagai produk olahan.

Baca Juga: Wanita Ini Minum 10 Cangkir Kopi Sehari, Berujung Didiagnosis Gangguan Irama Jantung

Asupan natrium berlebih dapat meningkatkan tekanan darah sekaligus memperberat kerja ginjal dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Karena itu, para ahli menyarankan masyarakat lebih cermat membaca label kandungan natrium pada kemasan makanan dan membatasi konsumsi makanan olahan.

Baca Juga: Fenomena Bediding Bikin Suhu di Jawa Makin Dingin, BMKG Ungkap Penyebab dan Daerah Terparah

Hubungan Erat Jantung dan Ginjal

Dalam dunia medis dikenal istilah cardiorenal connection atau hubungan erat antara kesehatan jantung dan ginjal. Ketika tekanan darah tidak terkontrol, kedua organ tersebut dapat mengalami kerusakan secara bersamaan.

Menjaga tekanan darah tetap normal bukan hanya bertujuan mencegah serangan jantung dan stroke, tetapi juga melindungi ginjal dari kerusakan yang berkembang secara diam-diam dan berpotensi menyebabkan gagal ginjal di kemudian hari.

Editor : Ubaidillah
hipertensi penyakit ginjal kerusakan ginjal tekanan darah tinggi kesehatan ginjal