RadarBangkalan.id - Kimpul belakangan menjadi perbincangan hangat di media sosial karena dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan. Meski dikenal sebagai sumber karbohidrat alternatif yang kaya serat, dokter mengingatkan bahwa tidak semua orang dapat mengonsumsi kimpul secara bebas.
Spesialis Gizi Klinik, dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menyebut setidaknya ada tiga kelompok yang perlu membatasi konsumsi kimpul atau berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, yakni penderita batu ginjal jenis oksalat, pasien gagal ginjal kronis, dan pengidap asam urat.
Baca Juga: Dokter Ungkap Mi Instan Bisa Picu Hipertensi, Ini Cara Aman Mengonsumsinya
Menurut dr Yaze, kimpul mengandung oksalat alami yang cukup tinggi. Karena itu, orang dengan riwayat batu ginjal berbasis oksalat sebaiknya tidak mengonsumsinya secara berlebihan.
"Orang dengan riwayat batu ginjal berbasis oksalat harus agak membatasi porsinya," ujar dr Yaze.
Selain itu, pasien gagal ginjal kronis juga perlu berhati-hati karena kimpul memiliki kandungan kalium yang relatif tinggi. Pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal tahap lanjut, asupan kalium biasanya harus dibatasi agar tidak menimbulkan komplikasi kesehatan.
Baca Juga: Diabetes Tak Hanya Naikkan Gula Darah, Bisa Picu Stroke dan Gangguan Otak
Sementara itu, penderita asam urat juga disarankan memperhatikan jumlah konsumsi kimpul. Meski bukan termasuk makanan tinggi purin, kandungan oksalat dalam kimpul tetap perlu menjadi perhatian bagi kelompok ini.
Di balik sejumlah perhatian tersebut, kimpul tetap dapat menjadi pilihan sumber karbohidrat yang baik. Kandungan karbohidratnya cenderung lebih rendah dibandingkan nasi putih dalam berat yang sama karena kadar airnya lebih tinggi.
Dibandingkan dengan singkong, kandungan karbohidrat kimpul juga sedikit lebih rendah. Sementara jika dibandingkan dengan kentang, profil gizinya tidak memiliki perbedaan yang terlalu jauh.
Salah satu keunggulan kimpul adalah kandungan seratnya yang cukup tinggi. Serat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga kimpul dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat bagi orang yang sedang menjalani program diet atau menjaga berat badan.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang, Bisa Jadi Tanda Saraf Kejepit L4-L5
Meski demikian, cara pengolahan kimpul harus diperhatikan. Sebagian orang mengeluhkan rasa gatal atau tidak nyaman di tenggorokan setelah mengonsumsinya. Kondisi tersebut biasanya terjadi karena masih adanya sisa kristal oksalat akibat proses pencucian atau pemasakan yang kurang sempurna.
Karena itu, kimpul sebaiknya dicuci dengan bersih dan dimasak hingga matang sebelum dikonsumsi. Dengan pengolahan yang tepat dan porsi yang sesuai, kimpul dapat menjadi salah satu pilihan sumber karbohidrat yang sehat dan mengenyangkan.
Baca Juga: Mitos atau Fakta? Telur Disebut Bikin Bisulan, Ini Penjelasan Dokter
Editor : Ubaidillah