Wanita dengan Berat Hampir 300 Kg Meninggal di Sragen, Sempat Alami Sesak Napas Parah

Ubaidillah • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 07:31 WIB
Foto: dok. PMI Sragen
Foto: dok. PMI Sragen

 

RadarBangkalan.id - Seorang wanita berinisial I (39) dengan berat badan hampir 300 kilogram meninggal dunia di RSUD Soehadi Prijonegoro, Sragen, Jawa Tengah, pada Selasa (4/8/2026). Sebelum meninggal, pasien obesitas ekstrem tersebut sempat mengalami sesak napas parah dan harus dievakuasi secara khusus oleh belasan petugas PMI.

Pasien mulai menjalani perawatan intensif sejak Senin (3/8/2026) sore setelah kondisi kesehatannya memburuk. Namun, nyawanya tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia pada Selasa siang.

Baca Juga: IDI Tunggu Hasil Pemeriksaan Etik Dokter yang Diduga Hina Pasien BPJS, Ini Tahapan dan Sanksinya

Staf Pelayanan dan Penanggulangan Bencana (PB) PMI Sragen, Rizky Nugroho Jati, mengonfirmasi kabar tersebut. Menurutnya, pasien sempat mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gangguan pernapasan yang serius.

"Tadi dapat info pukul 12.58 WIB. Kemarin sore mulai dirawat, siang ini dapat kabar sudah meninggal," kata Rizky.

Sebelum meninggal dunia, kondisi pasien dilaporkan terus menurun. Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah kadar saturasi oksigen yang sangat rendah, bahkan saat mendapatkan bantuan pernapasan.

Baca Juga: Dokter Ungkap 3 Kelompok yang Sebaiknya Batasi Konsumsi Kimpul

Menurut Rizky, tanpa bantuan oksigen, saturasi pasien berada di kisaran 60 persen. Setelah menggunakan tabung oksigen, angkanya hanya meningkat hingga sekitar 70-73 persen.

Kondisi sesak napas tersebut diketahui bukan pertama kali dialami pasien. Sebelumnya, ia juga pernah menjalani perawatan di rumah sakit akibat masalah kesehatan serupa sebelum kembali mengalami penurunan kondisi.

Dalam enam bulan terakhir, berat badan pasien juga dilaporkan mengalami peningkatan signifikan. Dari perkiraan awal sekitar 250 kilogram, bobot tubuhnya mendekati 300 kilogram saat menjalani perawatan terakhir.

Baca Juga: Dokter Ungkap Mi Instan Bisa Picu Hipertensi, Ini Cara Aman Mengonsumsinya

Obesitas dan Risiko Gangguan Pernapasan

Obesitas ekstrem diketahui dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk sesak napas saat beraktivitas atau dispnea eksertional. Kondisi ini terjadi karena kelebihan berat badan memengaruhi mekanika pernapasan dan meningkatkan beban kerja paru-paru.

Selain itu, obesitas juga dapat menyebabkan kadar oksigen dalam darah menurun atau hipoksia. Beberapa faktor yang berperan antara lain sindrom hipoventilasi obesitas, adanya penyakit penyerta seperti gagal jantung, serta berkurangnya volume paru-paru akibat penumpukan jaringan lemak.

Baca Juga: Diabetes Tak Hanya Naikkan Gula Darah, Bisa Picu Stroke dan Gangguan Otak

Para ahli menyebut pemeriksaan fungsi paru dan pemantauan kadar oksigen sangat penting bagi pasien obesitas berat untuk mendeteksi komplikasi sejak dini. Penanganan biasanya mencakup terapi oksigen jika diperlukan dan program penurunan berat badan secara bertahap.

Penurunan berat badan secara konsisten dinilai sebagai salah satu langkah paling efektif untuk memperbaiki fungsi pernapasan, meningkatkan kadar oksigen dalam darah, serta mengurangi risiko komplikasi kesehatan lainnya pada penderita obesitas.

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang, Bisa Jadi Tanda Saraf Kejepit L4-L5

Editor : Ubaidillah
wanita meninggal rsud soehadi prijonegoro saturasi oksigen sesak napas obesitas