RadarBangkalan.id - Pelari marathon tidak hanya perlu memperhatikan jarak tempuh, pace, dan waktu lomba. Kondisi cuaca yang berubah selama perlombaan juga dapat memengaruhi performa hingga keselamatan pelari. Karena itu, banyak penyelenggara lomba menggunakan sistem Race Flag berbasis Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) untuk memberikan informasi kondisi lingkungan secara real time.
Race Flag menjadi panduan penting bagi pelari dalam menentukan strategi selama lomba. Melalui sistem ini, peserta dapat mengetahui tingkat risiko panas dan menyesuaikan kecepatan, hidrasi, hingga intensitas lari agar terhindar dari gangguan kesehatan seperti heat exhaustion dan heat stroke.
Baca Juga: KKI Kantongi 10 Tenaga Kesehatan yang Diduga Hina Pasien BPJS, Investigasi Masih Berjalan
Race Director Indonesia Muda Road Runner (IMRR), Satrio Guardian, menjelaskan bahwa WBGT tidak hanya mengukur suhu udara, tetapi juga mempertimbangkan faktor lain seperti kelembapan, paparan radiasi matahari, dan kecepatan angin.
"WBGT itu untuk mengecek bukan cuma sinar tapi segala macamnya. Ada suhu, paparan radiasi, angin, dan humidity," kata Satrio dalam konferensi pers Amartha 10X Run 2026 di Jakarta.
Apa Itu Race Flag Marathon?
Race Flag merupakan sistem peringatan yang digunakan untuk menunjukkan tingkat risiko panas selama perlombaan. Bendera ini biasanya dipasang setiap lima kilometer di sepanjang lintasan agar pelari dapat memantau perubahan kondisi cuaca selama race berlangsung.
Baca Juga: IDI Tunggu Hasil Pemeriksaan Etik Dokter yang Diduga Hina Pasien BPJS, Ini Tahapan dan Sanksinya
Sistem Race Flag dibagi menjadi empat warna, yaitu hijau, kuning, merah, dan hitam.
1. Race Flag Hijau (Normal)
Bendera hijau menunjukkan kondisi lingkungan masih aman untuk aktivitas olahraga endurance.
Kategori ini berlaku ketika nilai WBGT berada di bawah 24,9 derajat Celsius. Pelari dapat menjalankan strategi lomba sesuai rencana, tetapi tetap disarankan menjaga asupan cairan dan memperhatikan kondisi tubuh.
Baca Juga: Dokter Ungkap 3 Kelompok yang Sebaiknya Batasi Konsumsi Kimpul
2. Race Flag Kuning (Caution)
Bendera kuning menunjukkan risiko heat stress mulai meningkat.
Kondisi ini terjadi saat WBGT berada pada rentang 25 hingga 29,9 derajat Celsius. Pelari dianjurkan memperbanyak hidrasi, menyesuaikan pace, dan mulai lebih waspada terhadap tanda-tanda kelelahan akibat panas.
3. Race Flag Merah (High Risk)
Bendera merah menandakan kondisi berisiko tinggi.
Kategori ini muncul ketika WBGT mencapai 30 hingga 31,9 derajat Celsius. Pada kondisi tersebut, pelari disarankan mengurangi intensitas lari, memanfaatkan water station, serta segera mencari bantuan medis apabila mulai mengalami gejala heat-related illness.
Baca Juga: Dokter Ungkap Mi Instan Bisa Picu Hipertensi, Ini Cara Aman Mengonsumsinya
4. Race Flag Hitam (Extreme)
Bendera hitam menunjukkan kondisi ekstrem dengan WBGT di atas 32 derajat Celsius.
Dalam situasi ini, penyelenggara dapat menghentikan sementara perlombaan demi keselamatan peserta. Pelari wajib mengikuti arahan panitia dan tidak memaksakan diri untuk terus berlari.
Mengapa Race Flag Penting?
Kondisi cuaca selama marathon dapat berubah secara signifikan. Pelari yang memulai lomba saat matahari belum terbit mungkin menghadapi suhu yang jauh lebih panas ketika memasuki kilometer akhir.
Menurut Satrio, perubahan warna Race Flag harus menjadi dasar evaluasi strategi selama lomba. Ketika kondisi berubah dari hijau menjadi kuning atau merah, pelari sebaiknya menurunkan pace dan meningkatkan perhatian terhadap kebutuhan cairan tubuh.
Baca Juga: Diabetes Tak Hanya Naikkan Gula Darah, Bisa Picu Stroke dan Gangguan Otak
Jika pelari tetap memaksakan kecepatan saat kondisi lingkungan berisiko tinggi, peluang mengalami heat exhaustion, heat stroke, dehidrasi, hingga gangguan kesehatan serius lainnya akan meningkat.
Membantu Pelari Menentukan Strategi Race
Sistem Race Flag banyak digunakan dalam berbagai ajang marathon internasional sebagai alat mitigasi risiko panas. Melalui informasi yang mudah dipahami, pelari dapat menyesuaikan strategi berdasarkan kondisi aktual di lapangan.
Baca Juga: Mitos atau Fakta? Telur Disebut Bikin Bisulan, Ini Penjelasan Dokter
Bagi pelari jarak jauh, terutama pada lomba dengan jarak lebih dari 10 kilometer dan durasi lebih dari dua jam, memahami arti Race Flag menjadi bagian penting dalam mencapai garis finis dengan aman.
Selain menjaga performa, memahami sistem ini juga dapat membantu pelari mengurangi risiko cedera dan gangguan kesehatan yang sering muncul akibat paparan panas berlebih selama perlombaan.
Editor : Ubaidillah