Suhu Indonesia Tembus 38 Derajat Celsius, BMKG Ungkap Daerah Terpanas

Ubaidillah • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:30 WIB
Foto: Engin Akyurt/Pexels
Foto: Engin Akyurt/Pexels

 

RadarBangkalan.id - Sejumlah wilayah Indonesia mengalami suhu udara maksimum di atas 35 derajat Celsius dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu tertinggi mencapai 38 derajat Celsius di Kotabumi, Lampung Utara.

Data BMKG pada periode 17 Agustus pukul 07.00 WIB hingga 18 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB menunjukkan suhu maksimum 38 derajat Celsius tercatat di Stasiun Geofisika (Stageof) Lampung Utara, Kotabumi.

Baca Juga: RSUD Ruteng Rusak Akibat Gempa, Menkes Kerahkan Dokter Ortopedi dan Bangun RS Lapangan

Suhu panas juga terjadi di sejumlah wilayah lain. Stasiun Meteorologi (Stamet) Nanga Pinoh, Melawi, Kalimantan Barat dan Stamet Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, masing-masing mencatat suhu maksimum 36,8 derajat Celsius.

BMKG menjelaskan kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi cuaca panas dan relatif kering. Kondisi tersebut berkaitan dengan semakin luasnya wilayah Indonesia yang memasuki musim kemarau.

Pada Dasarian I Agustus 2026, sebanyak 535 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 76,5 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Baca Juga: Berapa Langkah Sehari yang Ideal? Riset Ungkap Target Jalan Kaki untuk Tiap Usia

El Nino Mulai Menguat

Selain musim kemarau yang semakin meluas, BMKG mencatat indikasi fenomena El Nino mulai masuk kategori kuat. Kondisi tersebut ditandai dengan anomali suhu muka laut di wilayah Nino 3.4 yang berada di atas +2 derajat Celsius.

Menguatnya El Nino berpotensi menyebabkan curah hujan di Indonesia berkurang. Dampaknya, musim kemarau dapat berlangsung lebih kering dibandingkan kondisi normal.

Baca Juga: Lomba 17 Agustus Bisa Picu Cedera, Dokter Ortopedi Ungkap Risiko yang Perlu Diwaspadai

Kondisi tersebut diperkuat oleh fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Indeks IOD tercatat sebesar 0,63, yang menunjukkan adanya kecenderungan pergerakan suplai uap air dari wilayah Indonesia bagian barat menuju pesisir timur Afrika.

Kombinasi El Nino dan IOD positif berpotensi membuat kondisi kemarau di Indonesia semakin kering dan meningkatkan peluang terjadinya suhu udara panas di sejumlah wilayah.

10 Wilayah dengan Suhu Tertinggi

Berikut 10 stasiun BMKG yang mencatat suhu maksimum tertinggi pada periode 17-18 Agustus 2026:

Baca Juga: Jarang Olahraga Bikin Gampang Baper? Ini Penjelasan Psikolog

  1. Stageof Lampung Utara, Kotabumi, Lampung: 38 derajat Celsius.
  2. Stamet Nanga Pinoh, Melawi, Kalimantan Barat: 36,8 derajat Celsius.
  3. Stamet Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalimantan Tengah: 36,8 derajat Celsius.
  4. Stamet Mutiara Sis-Al Jufri, Palu, Sulawesi Tengah: 36,7 derajat Celsius.
  5. Stamet Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan: 36,6 derajat Celsius.
  6. Stamet Beringin, Barito, Kalimantan Tengah: 36,4 derajat Celsius.
  7. Staklim Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Kalimantan Selatan: 36,4 derajat Celsius.
  8. Stamet Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan: 36,1 derajat Celsius.
  9. Stamet H. As. Hanandjoeddin, Tanjungpandan, Kepulauan Bangka Belitung: 36,1 derajat Celsius.
  10. Stamet Kalimarau, Berau, Kalimantan Timur: 36,0 derajat Celsius.

Catatan suhu tersebut menunjukkan sebagian wilayah Indonesia tengah menghadapi kondisi panas yang cukup tinggi. Dengan musim kemarau yang telah meluas serta pengaruh El Nino dan IOD positif, masyarakat perlu mewaspadai cuaca panas dan kondisi kering dalam beberapa waktu ke depan.

Baca Juga: Viral di Singapura, Lansia Belajar Parkour untuk Jaga Keseimbangan dan Cegah Cedera

Editor : Ubaidillah
fenomena cuaca suhu tertinggi el nino bmkg perubahan iklim