Studi Ungkap Wajah Orang Kaya Bisa Terlihat Berbeda, Ini Penjelasannya

Ubaidillah • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 06:31 WIB
Ilustrasi Jeff Bezos sebagai salah satu orang terkaya di dunia (Foto: REUTERS/Mario Anzuoni)
Ilustrasi Jeff Bezos sebagai salah satu orang terkaya di dunia (Foto: REUTERS/Mario Anzuoni)

 

RadarBangkalan.id - Benarkah orang kaya bisa dikenali hanya dari wajah? Sebuah penelitian dalam Journal of Personality and Social Psychology menemukan bahwa kondisi sosial ekonomi seseorang ternyata dapat tercermin melalui ekspresi dan tampilan wajahnya.

Temuan tersebut menunjukkan adanya perbedaan halus pada wajah orang dengan status sosial ekonomi tinggi dan rendah. Para peneliti menduga pola emosi yang terbentuk sepanjang hidup dapat memengaruhi ekspresi wajah sehingga memberikan petunjuk mengenai kondisi sosial ekonomi seseorang.

Baca Juga: Kolesterol Normal Bukan Jaminan Bebas Serangan Jantung, Ini Faktor Risikonya

Wajah Orang Kaya Disebut Lebih Rileks

Penelitian tersebut melibatkan 80 pria dan wanita. Sekitar setengah peserta memiliki penghasilan lebih dari US$150.000 per tahun.

Para mahasiswa kemudian diminta menilai status sosial ekonomi orang-orang dalam foto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pola tertentu pada wajah yang membuat seseorang dengan kondisi ekonomi lebih tinggi dinilai memiliki status sosial yang berbeda.

Baca Juga: RSUD Ruteng Rusak Akibat Gempa, Menkes Kerahkan Dokter Ortopedi dan Bangun RS Lapangan

Salah satu temuan menarik adalah wajah orang dengan status sosial ekonomi tinggi cenderung terlihat lebih rileks. Kondisi tersebut dikaitkan dengan pola emosi yang terbentuk dalam kehidupan sehari-hari.

Peneliti R-Thora Bjornsdottir menjelaskan bahwa hubungan antara kekayaan dan kelas sosial memang telah banyak diteliti. Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan tersebut juga dapat terlihat melalui wajah.

Ekspresi Wajah Menjadi Faktor Penting

Menurut penelitian tersebut, ekspresi yang terbentuk sepanjang hidup dapat memengaruhi bagaimana seseorang dinilai oleh orang lain.

Baca Juga: Bukan Sekadar Lucu-lucuan, Lomba Istri Ngomel Suami di Gresik Singgung Perceraian

Wajah orang dengan status sosial ekonomi tinggi disebut memiliki pola emosi yang lebih sulit dijelaskan secara langsung. Perbedaan tersebut sangat halus, tetapi ternyata cukup untuk membuat orang lain menilai status sosial seseorang di atas tingkat tebakan acak.

Profesor psikologi Nicholas O. Rule, yang turut menjadi penulis penelitian, mengaku terkejut dengan kuatnya efek tersebut.

Hal ini menarik karena perbedaan pada wajah yang diamati dalam penelitian relatif kecil. Namun, ketika foto ditampilkan dalam kondisi tertentu, para mahasiswa dapat menangkap isyarat tersebut saat menilai status sosial ekonomi seseorang.

Wajah Bahagia Justru Membuat Penilaian Sulit

Menariknya, kemampuan untuk menilai status sosial ekonomi seseorang tidak selalu berlaku ketika orang dalam foto menunjukkan ekspresi bahagia.

Baca Juga: Berapa Langkah Sehari yang Ideal? Riset Ungkap Target Jalan Kaki untuk Tiap Usia

Ketika peneliti menunjukkan foto orang-orang yang terlihat bahagia kepada para mahasiswa, mereka tidak mampu membedakan status sosial ekonomi dengan lebih baik dibandingkan tebakan acak.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa ekspresi wajah menjadi faktor penting dalam proses penilaian. Isyarat halus mengenai status sosial ekonomi justru lebih mudah terlihat ketika wajah berada dalam kondisi netral.

Apa Hubungannya dengan Istilah 'Orang Have'?

Temuan penelitian ini menarik perhatian di tengah penggunaan istilah "orang have" di media sosial. Istilah tersebut biasanya digunakan sebagai candaan untuk menyebut kelompok orang yang dianggap memiliki kondisi ekonomi lebih baik.

Baca Juga: Kondisi Terkini Pria di Lumajang yang Kemaluannya Dipotong Istri, Masih Jalani Perawatan

Namun, penelitian mengenai wajah dan status sosial ekonomi tidak berarti seseorang dapat secara pasti mengetahui kekayaan orang lain hanya dengan melihat wajahnya.

Penelitian tersebut lebih menunjukkan adanya isyarat visual yang secara tidak sadar dapat digunakan seseorang ketika menilai status sosial ekonomi orang lain. Kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh pengalaman hidup dan ekspresi yang terbentuk dalam jangka panjang.

Dengan kata lain, wajah tidak dapat dijadikan alat pasti untuk menentukan apakah seseorang kaya atau tidak. Temuan penelitian lebih menggambarkan bagaimana manusia dapat menangkap sinyal sosial yang sangat halus dari penampilan orang lain.

Baca Juga: Lomba 17 Agustus Bisa Picu Cedera, Dokter Ortopedi Ungkap Risiko yang Perlu Diwaspadai

Editor : Ubaidillah
wajah orang kaya penelitian psikologi ekspresi wajah