Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sering Makan Daging Merah Olahan Bisa Merusak Ginjal? Ini 5 Alasannya

U
Penulis: Ubaidillah❯
Foto: Ilustrasi ginjal (Getty Images/SewcreamStudio)
Foto: Ilustrasi ginjal (Getty Images/SewcreamStudio)

Advertisement

 

RadarBangkalan.id - Daging merah olahan seperti sosis dan produk sejenisnya memang praktis dan mudah ditemukan. Namun, konsumsi terlalu sering dalam jangka panjang perlu diperhatikan karena sejumlah penelitian mengaitkannya dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan, termasuk penyakit ginjal.

Ahli gizi Annamarie Rodriguez, MS, RDN, mengatakan pola makan merupakan salah satu faktor yang masih dapat dikendalikan untuk membantu menjaga kesehatan ginjal.

"Strategi diet atau nutrisi sering kali merupakan faktor-faktor yang bisa dikendalikan," ujar Annamarie.

Beberapa kandungan dalam daging merah olahan, mulai dari lemak jenuh hingga natrium, dapat memberikan tekanan tambahan pada tubuh dan ginjal jika dikonsumsi secara berlebihan.

Advertisement

1. Tinggi Lemak Jenuh

Daging merah olahan termasuk sumber protein yang dapat mengandung lemak jenuh cukup tinggi. Sebagai gambaran, satu buah sosis dapat mengandung sekitar 2 gram lemak jenuh.

Menurut ahli gizi kesehatan ginjal Jessica Clancy-Strawn, MA, konsumsi lemak jenuh berlebihan dapat berkontribusi terhadap resistensi insulin.

Advertisement

Artikel Terkait

Sering Pakai Stevia untuk Diet? Dokter Ungkap Risiko Jika Dikonsumsi Berlebihan

Sering Pakai Stevia untuk Diet? Dokter Ungkap Risiko Jika Dikonsumsi Berlebihan

Stevia bisa membantu mengurangi asupan kalori saat diet. Namun, dokter mengingatkan pentingnya pola hidup sehat dan risiko gangguan pencernaan jika berlebihan.

Cepat Lapar Setelah Makan? Dokter Gizi Ungkap Nutrisi agar Kenyang Lebih Lama

Cepat Lapar Setelah Makan? Dokter Gizi Ungkap Nutrisi agar Kenyang Lebih Lama

Sering cepat lapar setelah makan? Dokter gizi menjelaskan pentingnya protein dan serat dari sayur serta buah untuk membantu kenyang lebih lama.

Sarapan Terlambat Dikaitkan dengan Risiko Kematian Lebih Tinggi, Ini Hasil Studi Terbaru

Sarapan Terlambat Dikaitkan dengan Risiko Kematian Lebih Tinggi, Ini Hasil Studi Terbaru

Studi terbaru menemukan makan pertama setelah tengah hari dikaitkan dengan risiko kematian 29 persen lebih tinggi. Namun, peneliti mengingatkan hasil ini bukan sebab-akibat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer