CDC Keluarkan Peringatan Zika di Bali, Ini Panduan Seks Aman Setelah Pulang

Ubaidillah • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 08:30 WIB
Foto: Getty Images/Philip Hoeppli
Foto: Getty Images/Philip Hoeppli

 

RadarBangkalan.id - Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menerbitkan Travel Health Notice Level 2 terkait virus Zika di Bali. Peringatan tersebut ditujukan kepada pelancong agar meningkatkan kewaspadaan setelah adanya laporan kasus Zika pada wisatawan yang kembali dari Bali, Indonesia.

Virus Zika terutama ditularkan melalui gigitan nyamuk. Sebagian besar orang yang terinfeksi tidak mengalami gejala. Jika gejala muncul, biasanya bersifat ringan dan dapat membaik tanpa perawatan khusus. Hingga saat ini, belum tersedia vaksin maupun obat khusus untuk mengatasi infeksi virus Zika.

Baca Juga: Sering Alami Iyup Saat Pakai Behel? Dokter Ungkap Penyebab dan Kapan Hilang

Meski umumnya menimbulkan gejala ringan, Zika perlu mendapat perhatian khusus bagi ibu hamil dan pasangan yang sedang merencanakan kehamilan.

Zika Berisiko bagi Kehamilan

Infeksi virus Zika selama kehamilan dapat memengaruhi perkembangan janin. Risiko tersebut menjadi perhatian terutama ketika infeksi terjadi pada trimester pertama atau kedua kehamilan.

Baca Juga: Studi Ungkap Wajah Orang Kaya Bisa Terlihat Berbeda, Ini Penjelasannya

Selain melalui gigitan nyamuk, Zika juga dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Karena itu, pelancong yang kembali dari wilayah dengan risiko Zika disarankan memperhatikan langkah pencegahan penularan seksual.

CDC melalui informasi yang disampaikan U.S. Embassy & Consulates in Indonesia merekomendasikan penggunaan kondom atau menghindari hubungan seksual setelah bepergian.

Pria Disarankan Menunggu 3 Bulan

Pelancong pria yang kembali dari Bali disarankan menggunakan kondom atau menghindari hubungan seksual selama 3 bulan setelah perjalanan.

Baca Juga: Kolesterol Normal Bukan Jaminan Bebas Serangan Jantung, Ini Faktor Risikonya

Anjuran tersebut bertujuan mengurangi kemungkinan penularan virus Zika melalui hubungan seksual kepada pasangan.

Sementara itu, pelancong wanita dianjurkan menerapkan langkah pencegahan yang sama selama 2 bulan setelah kembali dari perjalanan.

Wanita Disarankan Menunggu 2 Bulan Sebelum Hamil

Wanita yang baru kembali dari Bali dan berencana memiliki anak juga disarankan mempertimbangkan untuk menunda kehamilan selama 2 bulan.

Sementara itu, pria yang baru pulang dari wilayah dengan risiko Zika disarankan menunggu 3 bulan sebelum mencoba memiliki anak bersama pasangan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko penularan virus Zika melalui hubungan seksual.

Baca Juga: Berapa Langkah Sehari yang Ideal? Riset Ungkap Target Jalan Kaki untuk Tiap Usia

Bagaimana Jika Pasangannya Sedang Hamil?

Bagi pasangan pria dari ibu hamil yang baru melakukan perjalanan ke wilayah dengan risiko Zika, CDC menyarankan menghindari hubungan seksual tanpa kondom selama sisa masa kehamilan.

Hal ini menjadi langkah pencegahan karena infeksi Zika selama kehamilan dapat memberikan dampak serius terhadap perkembangan janin.

Baca Juga: Lomba 17 Agustus Bisa Picu Cedera, Dokter Ortopedi Ungkap Risiko yang Perlu Diwaspadai

Gejala Zika Sering Kali Tidak Terlihat

Salah satu hal yang membuat virus Zika perlu diwaspadai adalah sebagian besar orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala.

Jika gejala muncul, keluhan biasanya ringan. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang tidak menyadari dirinya telah terinfeksi.

Karena itu, langkah pencegahan tetap penting bagi pelancong, terutama mereka yang sedang hamil, memiliki pasangan yang hamil, atau sedang merencanakan kehamilan.

Baca Juga: Jarang Olahraga Bikin Gampang Baper? Ini Penjelasan Psikolog

Baca Juga: Bansos Dihentikan untuk Rekening Terindikasi Judi Online, Ribuan KPM Dicoret

Cara Mencegah Penularan Zika

Selain mencegah penularan melalui hubungan seksual, pelancong dapat mengurangi risiko infeksi dengan menghindari gigitan nyamuk.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

Tetap Waspada Setelah Pulang dari Bali

Peringatan CDC Level 2 bukan berarti wisatawan dilarang bepergian ke Bali. Imbauan tersebut menekankan perlunya meningkatkan langkah pencegahan selama dan setelah perjalanan.

Baca Juga: Benarkah Makan Telur Bikin Bisulan? Kepala BGN dan Dokter Gizi Beri Penjelasan Ilmiah

Kewaspadaan menjadi semakin penting bagi ibu hamil dan orang yang sedang merencanakan kehamilan. Wisatawan yang memiliki kekhawatiran mengenai paparan Zika atau mengalami gejala setelah perjalanan sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Editor : Ubaidillah
kesehatan reproduksi cdc kasus zika seks aman bali