RadarBangkalan.id - Mata merah merupakan salah satu keluhan kesehatan mata yang cukup sering dialami. Karena umum terjadi, kondisi ini kerap dianggap sebagai iritasi ringan akibat debu, kurang tidur, atau kelelahan yang bisa sembuh dengan sendirinya.
Padahal, mata merah hanya merupakan gejala yang terlihat dari luar. Di balik kondisi tersebut, bisa terdapat berbagai masalah kesehatan mata, mulai dari luka kornea dan infeksi bakteri atau jamur hingga serangan glaukoma akut yang dapat mengancam penglihatan.
Baca Juga: BPOM Temukan BKO Pyrimidenafil pada 3 Obat Herbal Klaim Stamina Pria
Kapan Mata Merah Perlu Dicurigai?
Iritasi ringan akibat debu atau angin umumnya akan berangsur membaik setelah mata dibersihkan atau diberikan pelembap berupa air mata buatan.
Namun, terdapat sejumlah tanda yang perlu diwaspadai karena dapat menunjukkan masalah mata yang lebih serius.
Dokter mata dari Mayapada Eye Center (MEC), dr Rini Sulastiwaty Situmorang, SpM(K), menjelaskan beberapa kondisi yang seharusnya membuat seseorang segera memeriksakan mata ke dokter.
Baca Juga: Dokter Ungkap 7 Makanan yang Bisa Mengganggu Kesehatan Usus
Beberapa tanda tersebut antara lain:
- Penglihatan buram atau menurun, yakni ketajaman penglihatan mulai berkurang dan tidak seperti biasanya.
- Warna merah semakin pekat, terutama jika kemerahan tidak kunjung berkurang atau justru semakin parah.
- Nyeri dan pembengkakan, baik pada kelopak maupun area sekitar mata yang disertai rasa sakit.
- Gejala menetap atau memburuk, ketika keluhan tidak menghilang setelah beberapa hari atau semakin parah sejak awal muncul.
Beragam Penyebab Mata Merah
Mata merah tidak bisa langsung disimpulkan sebagai iritasi biasa. Menurut dr Rini, struktur mata yang kompleks membuat gejala kemerahan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi.
"Karena merah itu bisa ada banyak penyebabnya. Burem itu bisa ada banyak penyebabnya. Gitu," ujar dr Rini ketika ditemui oleh Detikcom pada Rabu (9/9/2026).
Baca Juga: Jalan 4.000 Langkah Cepat Ternyata Bisa Setara 7.500 Langkah Pelan
Berikut beberapa kemungkinan penyebab mata merah yang perlu diketahui:
1. Luka Kornea dan Infeksi
Gesekan debu atau benda asing dapat menyebabkan luka pada kornea. Jika luka cukup dalam, kondisi tersebut tidak bisa selalu ditangani hanya dengan membilas mata menggunakan air.
Luka terbuka pada kornea dapat menjadi jalan masuk bagi bakteri atau jamur sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi.
Baca Juga: iPhone 18 Pro Max Resmi Hadir, Ini Bedanya dengan iPhone 17 Pro Max
"Kalau udah iritasi nih kelopek doang, ya. Terus abis itu makin dalam abis itu dia bisa infeksi. Kenapa? Karena ada port the entry atau tempat masuknya bakteri. Ini kan ada banyak kotoran yang kita gak tahu. Gitu," ungkapnya.
2. Perdarahan pada Lapisan Mata
Kebiasaan mengucek mata terlalu keras ketika mengalami iritasi dapat menyebabkan pembuluh darah kecil di bawah konjungtiva, yaitu lapisan yang melapisi bagian putih mata, pecah.
Baca Juga: Serda Ahmad Sempat Ditawari Jabatan di Mabes TNI AU Sebelum Tewas
Kondisi tersebut dapat membuat sebagian area putih mata terlihat merah pekat. Meski tampak mengkhawatirkan, perdarahan pada bagian luar mata umumnya dapat diserap tubuh secara alami dalam waktu sekitar satu hingga dua minggu.
Namun, kondisi berbeda jika kemerahan disebabkan luka tembus atau terdapat benda asing yang menancap pada mata. Kondisi tersebut membutuhkan pemeriksaan medis.
3. Benda Asing Menancap di Kornea
Partikel seperti pasir, debu kasar, atau abu vulkanik dapat terselip dan bahkan menancap pada kornea.
Salah satu tandanya adalah sensasi seperti mengganjal yang tidak kunjung hilang meskipun mata sudah dibilas menggunakan air mengalir.
Baca Juga: Kebakaran Berulang di TNBTS Diselidiki, Kemenhut Dalami Dugaan Pidana
Jika benda asing masih terasa mengganjal atau menyebabkan nyeri dan gangguan penglihatan, pemeriksaan oleh dokter mata diperlukan.
Mata Merah Bisa Jadi Tanda Glaukoma Akut
Glaukoma juga dapat menyebabkan mata merah, terutama ketika terjadi serangan glaukoma akut.
Menurut dr Rini, glaukoma memiliki beberapa jenis. Pada glaukoma primer sudut tertutup, tekanan bola mata dapat meningkat secara mendadak dan menyebabkan nyeri hebat serta mata memerah.
"Tapi glaukoma primer dengan sudut tertutup, ini yang punya tiba-tiba serangan akut. Kesakitan mendadak, butanya juga bisa terjadi secara mendadak. Gitu," ucapnya.
Baca Juga: Polisi Bongkar Jaringan Pengedar Pil Koplo di Nganjuk, 1.459 Butir Double L Disita
Selain serangan akut, mata merah juga dapat dialami pasien glaukoma yang sedang menjalani pengobatan menggunakan obat tetes mata dalam jangka panjang maupun pasien yang pernah menjalani operasi glaukoma.
Pada pasien setelah operasi, iritasi atau gesekan pada mata dapat berisiko mengganggu bekas saluran operasi. Kondisi tersebut berpotensi menjadi jalan masuk infeksi yang berbahaya.
Jangan Sembarangan Mengobati Mata Merah
Mengingat penyebab mata merah sangat beragam, pemeriksaan oleh dokter spesialis mata menjadi langkah yang paling aman, terutama jika keluhan disertai nyeri atau gangguan penglihatan.
Dokter dapat menggunakan alat khusus seperti slit lamp untuk melihat kondisi kornea secara lebih jelas dan membantu menentukan diagnosis secara tepat.
Masyarakat juga disarankan tidak sembarangan membeli obat tetes mata keras, termasuk obat yang berlogo lingkaran merah, tanpa resep atau anjuran dokter.
Baca Juga: Proyek Rabat Beton Jalan Salak Sampang Dikeluhkan Warga, K3 dan Kualitas Pekerjaan Disorot
Sebagai pertolongan awal pada iritasi ringan, air mata buatan atau artificial tears dapat digunakan untuk membantu menenangkan mata.
Namun, jika mata terasa semakin perih, penglihatan menjadi buram, atau kemerahan tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan atau dokter spesialis mata.
Editor : Ubaidillah