3 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Kolesterol Naik, Termasuk Kurang Tidur

Ubaidillah • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 06:42 WIB
Foto ilustrasi: Getty Images/Mohammed Haneefa Nizamudeen
Foto ilustrasi: Getty Images/Mohammed Haneefa Nizamudeen

 

RadarBangkalan.id - Kolesterol memiliki peran penting dalam berbagai fungsi vital tubuh, mulai dari membentuk membran sel hingga membantu produksi hormon, vitamin D, dan asam empedu. Namun, kadar kolesterol jahat atau Low-Density Lipoprotein (LDL) yang terlalu tinggi dapat memicu penumpukan plak di pembuluh darah arteri dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Secara umum, kadar kolesterol total ideal berada di bawah 200 mg/dL. Sementara itu, kadar kolesterol baik atau High-Density Lipoprotein (HDL) minimal 40 mg/dL untuk pria dan 50 mg/dL untuk wanita. Adapun kadar LDL idealnya berada di bawah 100 mg/dL.

Baca Juga: Ear Seeds untuk Menurunkan Berat Badan, Benarkah Bisa Kurangi Nafsu Makan?

Dulu, panduan nutrisi sempat merekomendasikan pembatasan asupan kolesterol dari makanan maksimal 300 mg per hari. Telur bahkan sempat dihindari karena dianggap dapat menyebabkan lonjakan kolesterol darah.

Namun, penelitian yang lebih baru menunjukkan hubungan antara kolesterol dari makanan dan kadar kolesterol darah tidak sesederhana itu.

"Bagi kebanyakan orang, kolesterol dari makanan punya pengaruh lebih kecil terhadap kolesterol darah dibanding pola makan secara keseluruhan, terutama jumlah lemak jenuh dan serat yang dikonsumsi," terang ahli gizi Liz Shaw, MS, RDN, CPT, dikutip dari Eating Well.

Selain pola makan, sejumlah kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi kadar kolesterol. Berikut beberapa di antaranya.

Baca Juga: Ear Seeds untuk Menurunkan Berat Badan, Benarkah Bisa Kurangi Nafsu Makan?

Baca Juga: Makan Wortel Bisa Cegah Mata Minus? Ini Penjelasan Dokter Mata

1. Terlalu Lama Duduk Meski Rajin Olahraga

Terlalu lama duduk menjadi salah satu kebiasaan yang perlu diperhatikan. Sejumlah riset menunjukkan bahwa durasi duduk yang panjang berkaitan dengan kadar kolesterol yang kurang baik, terlepas dari apakah seseorang tetap berolahraga pada hari tersebut.

Baca Juga: Mata Merah Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius, Dokter Ungkap Gejalanya

Artinya, olahraga selama satu jam di pagi hari sebaiknya tetap diimbangi dengan aktivitas fisik ringan sepanjang hari. Berdiri atau berjalan sebentar di sela-sela pekerjaan dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi waktu duduk.

Pakar diet Leslie Bonci, MPH, RDN, menjelaskan bahwa kurang bergerak dapat menurunkan kadar HDL serta enzim yang berperan dalam metabolisme lemak, yaitu lipoprotein lipase. Penurunan enzim tersebut dapat meningkatkan risiko penumpukan trigliserida dalam darah.

Karena itu, cobalah berdiri atau berjalan kaki selama beberapa menit setiap jam. Misalnya, mengambil air minum sendiri ke dapur atau menggunakan standing desk saat bekerja.

2. Sering Begadang dan Kurang Tidur

Kebiasaan mengorbankan waktu tidur demi menyelesaikan pekerjaan juga dapat berdampak pada kadar kolesterol. Kurang tidur secara konsisten dikaitkan dengan sejumlah perubahan metabolisme, termasuk kadar lemak darah.

Baca Juga: BPOM Temukan BKO Pyrimidenafil pada 3 Obat Herbal Klaim Stamina Pria

"Kurang tidur dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL [partikel kecil dan padat], terutama pada orang yang tidur kurang dari six hours sehari," tutur Shaw.

Kualitas tidur yang buruk juga disebut dapat meningkatkan kadar LDL sekaligus trigliserida. Untuk membantu menjaga pola tidur, terapkan sleep hygiene dengan memprioritaskan waktu tidur 7 hingga 9 jam setiap malam.

Salah satu caranya adalah menentukan waktu untuk bersantai sebelum tidur (unwind), masuk kamar lebih awal, serta mempertahankan jadwal tidur yang konsisten. Dengan begitu, waktu tidur tidak perlu "dibayar" dengan tidur berlebihan pada akhir pekan.

Baca Juga: Kebakaran Berulang di TNBTS Diselidiki, Kemenhut Dalami Dugaan Pidana

3. Hobi Melewatkan Sarapan

Melewatkan sarapan mungkin dianggap sebagai cara menghemat waktu. Namun, kebiasaan tersebut juga dikaitkan dengan kondisi kadar kolesterol yang kurang baik pada sejumlah penelitian.

"Penelitian menunjukkan melewatkan sarapan dapat mengganggu kadar kolesterol. Walaupun dampaknya lebih terlihat pada individu dengan obesitas dan gaya hidup pasif (sedentary), sarapan tetap penting untuk kesehatan jantung," tegas Shaw.

Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis menemukan bahwa orang yang terbiasa melewatkan sarapan memiliki kadar kolesterol LDL sekitar 9 mg/dL lebih tinggi dibandingkan mereka yang terbiasa sarapan.

Sarapan juga dapat menjadi kesempatan untuk memenuhi kebutuhan serat larut (soluble fiber). Jenis serat ini dapat membantu menjaga kadar kolesterol darah sebagai bagian dari pola makan sehat.

Baca Juga: Dua Kali Tertinggal, Dewa United Paksa Bhayangkara FC Berbagi Poin

Editor : Ubaidillah
kebiasaan sehari-hari hdl kesehatan jantung kolesterol ldl