Benarkah Minum Susu Sebelum Tidur Bikin Lebih Nyenyak? Ini Kata Riset

Ubaidillah • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 06:48 WIB
Minum susu malam hari bikin tidur nyenyak? Foto: Getty Images/yipengge
Minum susu malam hari bikin tidur nyenyak? Foto: Getty Images/yipengge

 

RadarBangkalan.id - Minum susu sebelum tidur sudah lama dipercaya dapat membantu membuat tidur lebih nyenyak. Anggapan tersebut ternyata memiliki dasar ilmiah karena sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara konsumsi susu dan kualitas tidur yang lebih baik.

Namun, susu bukanlah obat tidur yang membuat seseorang langsung terlelap setelah meminumnya. Sejumlah komponen di dalam susu diduga berperan dalam proses yang berkaitan dengan pengaturan siklus tidur dan bangun.

Baca Juga: Ear Seeds untuk Menurunkan Berat Badan, Benarkah Bisa Kurangi Nafsu Makan?

Riset Ungkap Hubungan Susu dan Kualitas Tidur

Penelitian yang diterbitkan dalam Nutrition Journal pada 2026 menganalisis 29 studi ilmiah mengenai hubungan konsumsi produk susu dengan durasi dan kualitas tidur.

Hasil analisis menunjukkan konsumsi susu berkaitan dengan kualitas tidur yang lebih baik. Konsumsi susu hingga sekitar dua porsi per hari juga dikaitkan dengan penurunan risiko memiliki kualitas tidur yang buruk.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa susu berpotensi menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kualitas tidur. Meski demikian, hasil penelitian tersebut tidak berarti setiap orang yang minum susu sebelum tidur pasti akan langsung mendapatkan tidur yang lebih nyenyak.

Baca Juga: Makan Wortel Bisa Cegah Mata Minus? Ini Penjelasan Dokter Mata

Baca Juga: Makan Wortel Bisa Cegah Mata Minus? Ini Penjelasan Dokter Mata

Triptofan Diduga Berperan dalam Pengaturan Tidur

Salah satu komponen susu yang banyak dikaitkan dengan mekanisme tidur adalah triptofan. Asam amino tersebut merupakan prekursor serotonin dan melatonin, dua senyawa yang berperan dalam pengaturan siklus tidur dan bangun.

Baca Juga: Mata Merah Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius, Dokter Ungkap Gejalanya

Selain triptofan, susu juga mengandung protein dan sejumlah mineral yang dibutuhkan tubuh. Kombinasi berbagai zat gizi tersebut menjadi salah satu alasan konsumsi produk susu dikaitkan dengan kualitas tidur.

Namun, mekanisme dan besarnya manfaat masing-masing komponen masih perlu dipahami berdasarkan jenis produk susu serta pola konsumsi secara keseluruhan.

Tidak Harus Minum Susu Sebelum Tidur

Meski susu memiliki sejumlah kandungan yang berpotensi mendukung kualitas tidur, belum ada bukti yang cukup untuk menetapkan jam tertentu sebagai waktu paling efektif mengonsumsi susu agar mendapatkan manfaat tersebut.

Dengan kata lain, potensi manfaat terhadap tidur lebih berkaitan dengan kandungan gizi dalam susu, bukan semata-mata karena susu diminum pada malam hari.

Triptofan menjadi salah satu komponen yang diduga berperan karena merupakan prekursor serotonin dan melatonin. Protein susu serta sejumlah komponen bioaktif lainnya juga masih banyak dikaji terkait hubungannya dengan kualitas tidur.

Baca Juga: BPOM Temukan BKO Pyrimidenafil pada 3 Obat Herbal Klaim Stamina Pria

Karena itu, seseorang tidak perlu mengejar waktu tertentu untuk mendapatkan manfaat dari susu. Minum susu pada malam hari boleh menjadi bagian dari rutinitas sebelum tidur, tetapi belum ada dasar ilmiah yang menunjukkan bahwa konsumsi pada jam tertentu akan membuat efeknya terhadap tidur lebih kuat.

Baca Juga: Purbaya Dicopot dari Menkeu, Suahasil Nazara Resmi Jadi Bendahara Negara

Tidak Semua Produk Susu Bisa Disamakan

Temuan mengenai hubungan susu dengan kualitas tidur juga perlu dipahami berdasarkan jenis produk yang dikonsumsi. Setiap produk susu memiliki karakteristik, komposisi, fungsi, dan cara penyajian yang berbeda.

Karena itu, manfaat yang ditemukan pada satu jenis produk susu tidak bisa langsung disamakan dengan produk lainnya.

Hal ini menjadi penting ketika produk yang tersedia di rumah adalah susu kental manis (SKM). Meskipun SKM mengandung komponen susu, karakteristik dan peruntukannya berbeda dari susu yang memang dikonsumsi sebagai minuman.

Temuan mengenai konsumsi susu dan kualitas tidur juga tidak serta-merta dapat dijadikan anjuran untuk minum SKM sebelum tidur. SKM tidak boleh diseduh langsung dengan air untuk dijadikan minuman susu. Produk tersebut digunakan sebagai pelengkap atau campuran makanan dan minuman.

Kandungan Susu dalam SKM Tetap Ada

SKM tetap mengandung komponen susu. Berdasarkan Peraturan BPOM Nomor 34 Tahun 2019 tentang Kategori Pangan, SKM merupakan produk susu yang dibuat dari susu dan gula atau susu rekonstitusi dan gula dengan menghilangkan sebagian air hingga mencapai tingkat kepekatan tertentu.

Baca Juga: Kru MV Mau Hau Ungkap Detik-detik Evakuasi Korban KM Virgo Transport 8

Karakteristik tersebut juga menetapkan kadar lemak susu minimal 8 persen dan kadar protein minimal 6,5 persen.

Adanya komponen susu membuat SKM berpotensi mengandung zat yang juga terdapat dalam susu dan berkaitan dengan kualitas tidur. Namun, hal tersebut perlu dibedakan dari bukti ilmiah mengenai manfaat SKM secara khusus.

Baca Juga: Penambang Emas Ilegal Tewas Tertimbun Longsor, Camat Pesanggaran Perkuat Pencegahan

Temuan mengenai konsumsi susu dan produk susu terhadap kualitas tidur belum dapat langsung diartikan bahwa SKM telah terbukti secara khusus membuat tidur lebih nyenyak.

Dengan demikian, SKM masih berkemungkinan memberikan manfaat dari komponen susunya, tetapi belum tepat menyebutnya sebagai produk yang secara khusus terbukti memperbaiki kualitas tidur.

Perhatikan Asupan Gula dari SKM

SKM memiliki rasa manis karena mengandung gula yang ditambahkan dalam proses pembuatannya. Oleh sebab itu, penggunaannya tetap perlu diperhitungkan sebagai bagian dari total asupan gula harian.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merekomendasikan batas konsumsi gula maksimal 50 gram per hari atau sekitar empat sendok makan. Batas tersebut mencakup gula yang berasal dari berbagai makanan dan minuman yang dikonsumsi dalam sehari.

Baca Juga: Serda Ahmad Sempat Ditawari Jabatan di Mabes TNI AU Sebelum Tewas

Penggunaan SKM sebagai pelengkap makanan dan minuman sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, terutama jika dalam sehari sudah terdapat sumber gula tambahan lainnya.

Editor : Ubaidillah
susu kental manis kesehatan tidur triptofan produk susu susu