Insiden Diare di HYROX Beijing, Joanna Wietrzyk Putuskan Mundur

Ubaidillah • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 05:33 WIB
Atlet HYROX asal Australia, Joanna Wietrzyk (Foto: VCG via Getty Images/VCG)
Atlet HYROX asal Australia, Joanna Wietrzyk (Foto: VCG via Getty Images/VCG)

 

RadarBangkalan.id - Atlet Australia, Joanna Wietrzyk, akhirnya buka suara terkait insiden diare yang terjadi saat dirinya mengikuti HYROX Beijing, Sabtu (12/9/2026). Joanna mengakui kesalahan karena tetap melanjutkan perlombaan dalam kondisi tersebut dan meminta maaf kepada pihak yang terdampak.

"Saya bertanggung jawab atas pilihan untuk melanjutkan (lomba) dan minta maaf sekali atas ketidaknyamanan dan gangguan yang ditimbulkan," tulis Joanna dalam pernyataan pribadi yang diunggah di media sosial, Kamis (17/9/2026).

Baca Juga: Ear Seeds untuk Menurunkan Berat Badan, Benarkah Bisa Kurangi Nafsu Makan?

Joanna juga memutuskan untuk secara retroaktif mengundurkan diri dari perlombaan serta merelakan poin yang diperolehnya.

Joanna Akui Seharusnya Berhenti

Joanna menjelaskan bahwa pada awal perlombaan dirinya merasa bugar dan sehat. Ia mengaku tidak menyangka akan mengalami gangguan kesehatan hingga kemudian mengalami diare saat pertandingan.

Insiden tersebut kemudian menjadi viral setelah sejumlah rekaman memperlihatkan Joanna tetap berlari dalam kondisi mengalami gangguan pencernaan.

Baca Juga: Makan Wortel Bisa Cegah Mata Minus? Ini Penjelasan Dokter Mata

Dalam pernyataannya, Joanna menyadari bahwa keputusan untuk tetap melanjutkan perlombaan tidak hanya berdampak kepada dirinya sendiri. Karena itu, ia menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak yang terdampak.

Ia juga mengatakan pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa ada hal yang lebih penting daripada sebuah perlombaan. Menurut Joanna, dirinya seharusnya mengetahui kapan harus berhenti.

"Sebagai refleksi saya memutuskan untuk secara retroaktif mundur dari lomba dan merelakan poin yang saya dapat," tegasnya.

Baca Juga: Mata Merah Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius, Dokter Ungkap Gejalanya

Selain menarik diri secara retroaktif dari perlombaan, Joanna juga memilih untuk menjauh sementara dari kegaduhan yang muncul setelah insiden tersebut.

Ia ingin menggunakan waktu tersebut untuk melakukan pemulihan, refleksi, serta berkonsentrasi pada dirinya sendiri dan keluarganya.

Insiden Joanna Viral di Media Sosial

Joanna menjadi sorotan setelah sejumlah footage dari HYROX Beijing beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, ia terlihat mengikuti perlombaan dalam kondisi yang diduga mengalami diare parah.

Situasi tersebut memicu perbincangan karena Joanna tetap menyelesaikan perlombaan dan finis di posisi pertama kategori PRO Women dengan catatan waktu yang impresif.

Persoalan lain yang kemudian muncul adalah mengenai aturan HYROX terkait kondisi yang berpotensi menimbulkan kontaminasi.

Baca Juga: BPOM Temukan BKO Pyrimidenafil pada 3 Obat Herbal Klaim Stamina Pria

HYROX memiliki ketentuan mengenai biokontaminasi dalam rulebook kompetisinya. Sebelumnya, aturan tersebut secara eksplisit mengatur sejumlah tindakan seperti meludah dan membuang kotoran hidung yang dapat dikenai penalti.

Namun, belum terdapat ketentuan eksplisit yang secara khusus mengatur kondisi diare yang bersifat tidak disengaja.

Baca Juga: Ear Seeds untuk Menurunkan Berat Badan, Benarkah Bisa Kurangi Nafsu Makan?

HYROX Perbarui Aturan Kompetisi

Setelah insiden di Beijing menjadi sorotan, salah satu co-founder HYROX, Moritz Furste, menyatakan bahwa pihak penyelenggara akan melakukan evaluasi terhadap proses penyelenggaraan dan aturan kompetisi.

"Tentu saja, kami mulai memperbaiki proses penyelenggaraan acara, serta membuat perubahan rulebook segera," tulis mantan atlet hoki Olimpiade tersebut dalam unggahannya di Instagram.

HYROX kemudian memperbarui Rulebook musim 2026/2027. Salah satu perubahan terdapat pada Section 12.3 mengenai penalties.

Aturan terbaru memberikan kewenangan kepada Race Director untuk menghentikan keikutsertaan atlet apabila darah, muntahan, urine, atau feses menimbulkan risiko terhadap keselamatan maupun kontaminasi bagi atlet yang bersangkutan atau peserta lainnya.

Atlet yang dikeluarkan berdasarkan ketentuan tersebut akan dicatat dalam klasemen sebagai Did Not Finish (DNF).

Baca Juga: Makan Wortel Bisa Cegah Mata Minus? Ini Penjelasan Dokter Mata

"If a racer's blood, vomit, urine, or faeces poses a welfare or contamination risk to the racer or to other racers, a Race Director may withdraw the racer from the race on medical grounds, in line with HYROX's medical and hygiene SOPs. Any such withdrawal is recorded on the leaderboard as Did Not Finish [DNF]," tulis aturan tersebut.

Perubahan aturan tersebut menjadi bagian dari evaluasi HYROX setelah insiden di Beijing dan dimaksudkan untuk memperjelas kewenangan penyelenggara dalam menangani kondisi yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan atau kontaminasi selama perlombaan.

Editor : Ubaidillah
hyrox joanna wietrzyk cepirit inkontinensia encopresis