Sering Pusing dan Lemas Saat Kurangi Gula? Dokter Ungkap Cara yang Lebih Tepat

Ubaidillah • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 06:10 WIB
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/taka4332
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/taka4332

 

RadarBangkalan.id - Mengurangi konsumsi gula tidak selalu mudah. Sebagian orang justru mengalami keluhan seperti pusing, lemas, hingga perubahan suasana hati ketika mulai memangkas asupan makanan dan minuman manis.

Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan keluhan tersebut dapat muncul ketika tubuh terbiasa mendapatkan gula tambahan secara rutin. Saat asupan tersebut dikurangi secara tiba-tiba, tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Baca Juga: BGN Pecat Karyawan SPPG yang Diduga Ejek Korban Keracunan MBG dari Karo

"Nah iya, karena kamu sudah kebiasaan ngasih gula instan ke dalam tubuhmu. Jadi pasti akan ada adaptasi dari tubuh, jadi kayak berontak nih. Yang tadinya biasa dapet gula instan, tapi tiba-tiba enggak ada gula," ujar dr Yaze dalam live TikTok detikHealth, Kamis (10/9/2026).

Jangan Langsung Berhenti Total

Alih-alih menghentikan konsumsi gula secara drastis, dr Yaze menyarankan pengurangan dilakukan secara bertahap. Cara ini dinilai dapat membantu tubuh menyesuaikan diri sekaligus membuat seseorang lebih mudah mempertahankan kebiasaan baru.

"Jadi tipsnya kadar gulanya dikurangin dikit-dikit, jadi bukan berarti langsung enggak dikasih gula seharian. Udah pasti akan lemes, lemes, terus enggak mood," jelasnya.

Bagi orang yang terbiasa mengonsumsi kopi atau minuman manis setiap hari, kebiasaan tersebut juga tidak harus langsung dihentikan. Kadar gula dalam minuman bisa dikurangi sedikit demi sedikit.

Baca Juga: Agnes Ngetich Pecahkan Rekor Dunia Half Marathon Wanita, Catat Pace 3:34

"Kalau misalnya udah kebiasaan tiap hari, kalau tiba-tiba nggak minum kopi kayak lemes, enggak mood, mikirin kopi mulu, ya berarti minum saja dengan kadar gula yang mulai dikurangin," kata dr Yaze.

Baca Juga: Guru Yoga 103 Tahun Ungkap 5 Kebiasaan Sederhana yang Membuatnya Tetap Bugar

Turunkan Kadar Gula Secara Perlahan

Dr Yaze memberikan contoh sederhana untuk mengurangi kadar gula pada minuman yang sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Pengurangan dapat dilakukan secara berkala agar tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi.

"Setiap hari misalnya tiga hari sekali dikurangin, yang tadinya normal jadi 70 persen, tiga hari kemudian jadi 50 persen," paparnya.

Dengan cara tersebut, seseorang tetap bisa menikmati minuman yang biasa dikonsumsi sambil perlahan mengurangi ketergantungan terhadap rasa manis.

Konsistensi Jadi Kunci

Menurut dr Yaze, proses mengurangi gula membutuhkan kompromi dengan kondisi tubuh. Pengurangan yang terlalu ekstrem sejak awal justru dapat membuat seseorang kesulitan mempertahankan pola makan baru.

"Jadi bukan berarti tiba-tiba langsung di-stop. Karena aku juga kalau tiba-tiba stop gula, pusing kepalanya, akhirnya jadi menyerah," tambahnya.

Baca Juga: Bukan Cuma Teka-teki, Ini 7 Aktivitas yang Sering Disukai Orang Ber-IQ Tinggi

Bagi orang yang masih berada dalam tahap awal mengurangi gula, konsumsi minuman favorit seperti kopi dengan susu dan krimer masih dapat dilakukan sesekali dengan frekuensi yang lebih jarang, misalnya satu kali dalam seminggu.

Baca Juga: PERDOSKI Buka Suara soal Skin Booster 'Kulit Mayat' dari Korea

Intinya, perubahan pola konsumsi gula dapat dilakukan secara bertahap. Dengan mengurangi kadar gula sedikit demi sedikit dan mengatur frekuensi konsumsi minuman manis, proses adaptasi dapat menjadi lebih mudah dijalani secara konsisten.

Editor : Ubaidillah
lemas pusing gulapengurangan gula gula diet