Bukan Cuma Bikin Bugar, Ini yang Terjadi pada Otak Saat Rutin Jalan Kaki

Ubaidillah • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 08:23 WIB
Foto: Ilustrasi jalan kaki (Getty Images/Peoplelmages)
Foto: Ilustrasi jalan kaki (Getty Images/Peoplelmages)

 

RadarBangkalan.id - Berjalan kaki sering dianggap sebagai aktivitas sederhana yang tidak membutuhkan banyak tenaga. Namun, di balik gerakan yang terlihat ringan tersebut, otak ternyata bekerja cukup kompleks untuk mengatur tubuh agar tetap bergerak dan seimbang.

Saat seseorang berjalan, otak menerima dan mengolah berbagai informasi secara bersamaan, mulai dari penglihatan, pendengaran, otot hingga persendian. Proses tersebut membuat otak terus aktif selama tubuh bergerak.

Baca Juga: Kanker Kolorektal Mulai Banyak Menyerang Anak Muda, Gejalanya Sering Dikira Masalah Pencernaan

Dikutip dari Hindustan Times, dokter spesialis saraf di Rumah Sakit Yathart, India, dr Kunal Bahrani, menjelaskan bahwa berjalan melibatkan berbagai proses di dalam otak.

"Otak Anda harus menilai di mana kaki Anda harus mendarat, menjaga keseimbangan, menyesuaikan kecepatan, dan bereaksi jika sesuatu tiba-tiba menghalangi jalan Anda," tambahnya.

Menurut dr Bahrani, berjalan kaki secara rutin juga dapat membantu meningkatkan kebugaran kardiovaskular serta mendukung pengendalian tekanan darah, kadar gula darah dan berat badan.

Hal tersebut penting bagi kesehatan otak karena otak membutuhkan aliran darah yang sehat. Dengan menjaga berbagai faktor kesehatan tersebut, seseorang turut mendukung kesehatan pembuluh darah yang memasok darah ke otak.

Baca Juga: Usus Bermotif 'Kulit Macan' Akibat Obat Pencahar Bisa Normal Lagi? Ini Kata Dokter

Baca Juga: 5 Kebiasaan Pagi yang Dihindari Dokter Jantung Sebelum Jam 9

Benarkah Bergerak Bisa Membantu Mengatasi Kelelahan Mental?

Kurangnya aktivitas fisik terkadang berjalan beriringan dengan keluhan kelelahan mental. Seseorang yang merasa lelah secara mental mungkin cenderung lebih banyak duduk dan semakin sedikit bergerak.

Dr Bahrani mengatakan pola tersebut juga ia temui dalam praktik klinis sehari-hari.

Baca Juga: Motor Jatuh Saat Salip Truk dari Kiri, Gadis 19 Tahun Tewas di Porong

"Saya juga melihat hubungan ini dalam praktik klinis sehari-hari. Pasien yang mengeluh merasa lelah secara mental, tidak mampu berkonsentrasi, atau 'tidak setajam sebelumnya' sering menggambarkan hari-hari yang melibatkan sedikit sekali gerakan. Tentu saja, gejala-gejala ini dapat disebabkan oleh banyak hal, termasuk kurang tidur, stres, pengobatan, atau kondisi medis yang mendasarinya. Tetapi ketika sebagian besar waktu dihabiskan untuk duduk, meningkatkan aktivitas fisik adalah salah satu perubahan praktis yang patut dipertimbangkan," ujarnya berdasarkan apa yang ia lihat di kliniknya.

Artinya, manfaat aktivitas fisik tidak hanya berkaitan dengan kesehatan tubuh. Bergerak secara teratur juga dapat menjadi salah satu bagian dari kebiasaan yang mendukung kesehatan mental dan fungsi otak.

Namun, kelelahan mental atau kesulitan berkonsentrasi dapat disebabkan berbagai faktor. Karena itu, keluhan yang menetap sebaiknya tidak langsung dianggap hanya akibat kurang bergerak.

Jalan Kaki Bisa Mendukung Fungsi Kognitif

Selain membantu menjaga tubuh tetap aktif, berjalan kaki secara rutin juga dapat mendukung fungsi kognitif.

Baca Juga: Wanita di Gresik Diduga Bacok Tunangan hingga Tewas, Lalu Telepon 110

Dr Bahrani menjelaskan bahwa aktivitas berjalan dapat berkaitan dengan kemampuan otak dalam melakukan berbagai fungsi, termasuk merencanakan, mengatur, mengambil keputusan dan menghadapi beberapa tuntutan secara bersamaan.

Baca Juga: 3 Anggota DPRD Gerindra Jatim Terseret Kasus Narkoba, Pengamat Desak Dipecat

Aktivitas fisik juga dapat mendukung daya ingat. Salah satu bagian otak yang berperan penting dalam proses belajar dan mengingat adalah hipokampus.

Menurut dr Bahrani, aktivitas fisik berkaitan dengan perubahan pada fungsi dan area otak yang terlibat dalam proses tersebut.

Namun, hubungan antara berjalan kaki dan daya ingat tidak berarti semakin banyak seseorang berjalan, otomatis semakin baik pula kemampuan memorinya.

"Hubungannya tidak sesederhana 'semakin banyak berjalan kaki berarti semakin baik daya ingat'. Namun, tetap aktif secara fisik semakin diakui sebagai salah satu bagian dalam menjaga kesehatan otak seiring bertambahnya usia," ujarnya.

Jalan Kaki Juga Bisa Membantu Tidur dan Mengelola Stres

Manfaat berjalan kaki terhadap otak juga dapat muncul secara tidak langsung. Aktivitas fisik dapat membantu seseorang mengelola stres dan meningkatkan kualitas tidur.

Kedua hal tersebut memiliki kaitan dengan kemampuan berkonsentrasi dan fungsi mental sehari-hari. Dengan tidur yang lebih baik dan stres yang lebih terkelola, seseorang dapat lebih mudah menjalankan aktivitas yang membutuhkan perhatian.

Baca Juga: Bechi Wajib Lapor via Video Call, Pakar UB Pertanyakan Kewenangan Bapas

Bagi kelompok lanjut usia, aktivitas berjalan yang dilakukan secara aman dan sesuai kemampuan juga dapat membantu mempertahankan mobilitas serta kemandirian.

Karena itu, berjalan kaki tidak harus selalu dipandang sebagai olahraga berat. Aktivitas sederhana yang dilakukan secara rutin dan disesuaikan dengan kondisi tubuh dapat menjadi salah satu cara untuk tetap aktif sekaligus mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Baca Juga: Bilik di Pamekasan Diduga Jadi Tempat Transaksi Sabu, Polisi Temukan 15 Bong

Editor : Ubaidillah
fungsi kognitif jalan kaki kesehatan otak aktivitas fisik