News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Hilirisasi Dorong Indonesia Tingkatkan Ekspor Manufaktur dan Tingkatkan Nilai Tambah

Raditya Mubdi • Minggu, 7 Januari 2024 | 18:00 WIB
Hilirisasi mampu meningkatkan neraca perdagangan ekspor Indonesia
Hilirisasi mampu meningkatkan neraca perdagangan ekspor Indonesia

RadarBangkalan.id - Keberhasilan Indonesia dalam mencatat surplus hilirasi neraca perdagangan ekspor selama 43 bulan berturut-turut mendapat sorotan dari Mohammad Faisal, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE).

Faisal menekankan bahwa kebijakan hilirisasi telah mengubah lanskap ekspor Indonesia, dari sebelumnya dominan pada komoditas mentah, kini beralih ke produk manufaktur.

Menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), surplus perdagangan Indonesia pada November 2023 mencapai USD 2,41 miliar.

Namun, terdapat penurunan jika dibandingkan dengan Oktober 2023 sebesar USD 1,06 miliar, mengindikasikan kebutuhan untuk terus mengoptimalkan kebijakan hilirisasi.

Faisal mengungkapkan, "Hilirisasi telah mengubah struktur ekspor Indonesia. Produk olahan nikel, sebagai contoh, telah meningkatkan kategori ekspor manufaktur.

Meskipun masih dalam tahap awal, namun ini jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan ekspor barang mentah."

Kendati begitu, Faisal menegaskan bahwa pemerintah perlu memperhatikan langkah-langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan kebijakan hilirisasi.

"Kita harus berfokus pada keuntungan jangka panjang, bukan hanya keuntungan sesaat. Negara lain akan mendapatkan keuntungan lebih besar jika kita hanya berhenti pada ekspor barang mentah," tambahnya.

Hilirisasi, sebagai upaya untuk memberikan nilai tambah pada komoditas, telah menjadi fokus Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagai contoh, Indonesia telah mengambil langkah proaktif dalam mengoptimalkan nilai tambah nikel dengan melarang ekspor nikel dalam bentuk mentah.

Namun, Faisal juga mengakui adanya tantangan dalam pelaksanaan hilirisasi. "Ada resistensi dari beberapa negara terhadap kebijakan ini. Oleh karena itu, kita harus memiliki strategi diplomatik yang kuat," katanya.

Dalam menjalankan hilirisasi, Faisal memberikan dua rekomendasi penting. Pertama, pemerintah perlu menetapkan sektor-sektor prioritas untuk dilakukan hilirisasi.

"Indonesia memiliki potensi hilirisasi yang luas, namun kita perlu memilih sektor yang memiliki permintaan pasar yang tinggi," jelasnya.

Kedua, Faisal menekankan pentingnya diplomasi perdagangan. "Ketika kita menerapkan kebijakan hilirisasi, ada kemungkinan negara lain akan memberikan respons serupa.

Oleh karena itu, kita harus siap menghadapi tantangan ini melalui diplomasi perdagangan yang efektif," tutupnya.

Dengan potensi yang dimiliki oleh Indonesia dan langkah-langkah strategis yang diterapkan, harapannya hilirisasi akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan ekspor manufaktur, dan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi negara.

Editor : Raditya Mubdi
#ekspor #hilirisasi #indonesia