News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Apa Makna Pakaian yang Dikenakan oleh Capres 2024 pada Debat Terakhir? Analisis Gaya dan Pesan dari Para Calon Pemimpin

Azril Arham • Selasa, 9 Januari 2024 | 00:33 WIB
Pakaian Capres 2024: Apa yang Dapat Kita Pelajari dari Gaya Penampilan dan Makna Pakaian pada Debat Akhir.
Pakaian Capres 2024: Apa yang Dapat Kita Pelajari dari Gaya Penampilan dan Makna Pakaian pada Debat Akhir.

RadarBangkalan.id - Pada Debat ke-3 Pilpres 2024, yang berlangsung pada Minggu (7/1), gaya penampilan Calon Presiden (Capres) menjadi sorotan utama.

Pengamat Mode dan Perancang Busana dari Indonesian Fashion Chamber (IFC), Lisa Fitria, memberikan pandangan mendalam mengenai cara para Capres berkomunikasi dengan masyarakat melalui pilihan busana mereka.

Calon Presiden nomor urut 3, Ganjar-Mahfud, memukau dengan tampilan tematik 'Top Gan', terinspirasi oleh gaya busana Tom Cruise di film Top Gun yang menggambarkan kehidupan para tentara Angkatan Laut AS.

Lisa Fitria menilai bahwa pilihan ini tidak hanya mencerminkan konsistensi tematik, tetapi juga menjadi strategi untuk berkomunikasi dengan pemilih muda, mengingat tema debat ketiga lebih fokus pada pertahanan nasional, hubungan internasional, dan geopolitik.

Penampilan mereka diperkuat dengan penggunaan bomber berwarna hijau tua yang dihiasi dengan berbagai patch berisikan slogan-slogan seperti 'Sat – Set', 'Tas – Tes', 'Geopolitik Progresif', 'Kuliah Gratis Anak Prajurit dan Bhayangkara', serta 'Modernisasi Pertahanan Sakti'.

Lisa Fitria menyatakan bahwa pilihan ini adalah upaya untuk memikat dan memenangkan hati pemilih muda pada Pemilu 2024.

Capres nomor urut 1, Anies Baswedan, mempertahankan gaya konservatifnya dengan setelan jas hitam dan kemeja putih, menciptakan kesan pejabat publik global yang formal.

Lisa menilai bahwa penampilan Anies Baswedan bertujuan untuk menegaskan posisinya sebagai birokrat dan negarawan yang sejajar dengan pejabat dari negara-negara lain.

Namun, pada debat kali ini, Anies memilih tidak mengenakan peci hitam, dianggap sebagai langkah strategis untuk mencapai dukungan dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk pengikut non-Islam.

Dengan ini, Anies berusaha untuk menunjukkan inklusivitasnya dalam masyarakat yang multikultural.

Sementara itu, Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto, memilih penampilan yang simpel dengan kemeja biru langit dan celana hitam.

Lisa menyoroti bahwa gaya kasual dan sederhana ini dipilih untuk meningkatkan kesan merakyat dan sederhana, sekaligus untuk menarik perhatian pemilih muda.

Penampilan ini dianggap sebagai strategi komunikasi yang penting dalam politik Prabowo, mengingat wakilnya juga merupakan generasi muda.

Gaya penampilan Prabowo juga dipandang memiliki keterkaitan dengan gaya penampilan Presiden RI, Joko Widodo, yang sering tampil dengan kemeja putih dan celana hitam.

Hal ini diinterpretasikan sebagai upaya Prabowo untuk menunjukkan kesinambungan program dengan pemerintahan sebelumnya.

Warna biru langit yang dipilih Prabowo-Gibran dianggap memiliki makna mendalam, mencerminkan kesetiaan, keterbukaan, dan kebebasan sesuai dengan pesan politik yang diusungnya.

Lisa Fitria mencatat bahwa pemilihan warna tersebut dapat menjadi simbolisasi dari nilai-nilai yang ingin diakui dan dipegang oleh pasangan Capres tersebut.

Pada debat ketiga Pilpres 2024, yang diselenggarakan di Istora Senayan, posisi Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, ditempatkan di podium tengah.

Penataan ini berbeda dari debat sebelumnya yang mengikuti urutan nomor urut. Ketua KPU RI, Hasyim Asy’ari, menjelaskan bahwa penataan podium ini disepakati oleh semua tim pasangan calon untuk memberikan kesempatan setara kepada semua peserta Pilpres.

Dengan demikian, gaya penampilan dan pilihan pakaian Capres pada Debat ke-3 Pilpres 2024 menjadi cerminan dari strategi komunikasi dan pesan politik yang ingin disampaikan kepada masyarakat Indonesia. ***

Editor : Azril Arham
#Prabowo Subianto #ganjar pranowo #anies baswedan #gaya busana #debat capres #capres 2024 #pilpres 2024