News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Selamat! Bukan Hanya Guru, TU hingga Penjaga Sekolah Dijatah PPPK, Begini Penjelasannya

Abdul Basri • Selasa, 23 Januari 2024 | 01:19 WIB

Bukan Hanya Guru honorer TU hingga penjaga sekolah dijatah PPPK. (Istimewa)
Bukan Hanya Guru honorer TU hingga penjaga sekolah dijatah PPPK. (Istimewa)


BOJONEGORO, Radarbangkalan.id - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah menetapkan kuota Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk tahun 2024, yang ternyata tidak hanya akan diisi oleh tenaga guru.

Tenaga kependidikan (tendik) seperti operator sekolah, pustakawan, tata usaha (TU), satpam, hingga penjaga sekolah di Bojonegoro juga akan mendapat jatah dalam kuota PPPK tersebut.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro, Aan Syahbana, mengungkapkan bahwa tenaga kependidikan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berpeluang untuk masuk dalam formasi Teknis PPPK 2024.

Hal ini sejalan dengan informasi yang disampaikan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbudristek.

"Dari tahun ini, ada formasi yang mengakomodir tenaga kependidikan," jelas Aan.

Lebih lanjut, Aan menjelaskan bahwa berdasarkan buku panduan kerja tenaga administrasi sekolah dari Kemdikbudristek, operator sekolah hingga penjaga sekolah termasuk dalam kategori tenaga kependidikan.

Keputusan ini menjadi kabar baik bagi ribuan Pegawai Tidak Tetap (PTT) atau honorer di Bojonegoro, khususnya mereka yang selama ini termasuk dalam kategori tendik dan belum mendapatkan kesempatan untuk menjadi PPPK.

Ketua Forum Honorer K-2 Bojonegoro, Arif Ida Rifai, menyambut baik keputusan tersebut.

Ia menekankan bahwa PTT, terutama tendik, sebelumnya belum pernah mendapatkan kesempatan untuk menjadi PPPK.

Hal ini menjadi harapan bagi tenaga honorer K2 yang sebelumnya tidak dapat mengikuti PPPK karena terkendala permasalahan ijazah.

"Selain itu, tendik ini sudah mengabdi lama, rerata sudah 15 bahkan lebih dari 20 tahun," ungkap Arif.

Arif berharap agar honorer di Bojonegoro, termasuk tendik, dapat terkaver pada program PPPK tahun ini.

Ia merujuk pada sinyal positif yang telah diterima dari pusat, serta adanya data pegawai non-ASN di lingkungan Pemkab Bojonegoro.

Menurutnya, tenaga pendidik dan honorer K2 mengalami berbagai kendala, terutama terkait persyaratan ijazah dan keterbatasan biaya untuk melanjutkan pendidikan. ***

Editor : Abdul Basri
#TU #penjaga sekolah #guru #pppk