Radarbangkalan.id - Sebuah kehebohan melanda media sosial setelah munculnya sebuah rekaman video yang diduga menunjukkan surat suara Pilpres 2024 yang telah tercoblos untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, yakni Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Rekaman tersebut diklaim diambil di salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di kawasan Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dan kemudian menjadi viral di berbagai platform media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat seorang pria yang tengah memegang sebuah surat suara Pilpres 2024 yang telah tercoblos.
Baca Juga: Kerusuhan Terjadi di Bima Akibat Ketidakpuasan terhadap Hasil Penghitungan Suara, Memicu Pembakaran 63 Kotak Suara
Pria tersebut secara jelas menyatakan bahwa surat suara yang ia pegang telah dicoblos untuk pasangan Prabowo-Gibran.
Rekaman ini diunggah oleh akun Twitter @ShamsiAli2 pada Rabu, tanggal 14 Februari 2024.
Pemilik akun tersebut menegaskan bahwa video tersebut adalah bukti konkret bahwa terdapat kecurangan dalam pemilihan presiden dan wakil presiden di TPS 03, Pejaten Timur.
Baca Juga: Kemenangan Sementara Prabowo-Gibran Lewat Quick Count, Pernyataan Bambang Pacul Viral Jangan Lawan Jokowi
Namun, pernyataan ini kemudian ditanggapi oleh Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Jakarta Selatan, Ahmad Fahlevi, yang menegaskan bahwa video tersebut merupakan hoaks alias berita palsu.
Menurut Fahlevi, video tersebut mengandung informasi yang tidak benar, terutama mengenai adanya TPS 03 di RT 003/RW 003.
Setelah dilakukan penelusuran oleh pihak berwenang, ternyata tidak ada TPS dengan nomor 03 di wilayah tersebut.
Baca Juga: Prabowo-Gibran Raih Kemenangan Telak di Jawa Barat: Ridwan Kamil Ucapkan Terima Kasih
Fahlevi juga menambahkan bahwa tidak ditemukan bukti adanya surat suara yang telah dicoblos di TPS 030, seperti yang disebutkan dalam klaim video tersebut.
Lebih lanjut, Fahlevi juga menyoroti kesalahan dalam penulisan informasi yang diunggah oleh pemilik akun Twitter @ShamsiAli2.
Ia menyatakan bahwa sebelum hari pemungutan suara, tidak mungkin terjadi kesalahan penulisan mengenai nomor TPS, karena pada tahap persiapan sebelumnya, semua informasi tersebut telah disiapkan dengan matang oleh petugas TPS.
Baca Juga: Cerita Seru di Balik Foto Kocak Komeng yang Memikat Hati Pemilih di Pemilu 2024
Oleh karena itu, menurutnya, klaim yang disampaikan dalam video tersebut tidaklah benar dan hanya menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat.
Dengan demikian, klarifikasi dari pihak berwenang telah menepis dugaan kecurangan dalam pemilihan presiden dan wakil presiden yang diduga terjadi di TPS tersebut.
Meskipun begitu, kejadian ini menjadi sebuah pengingat akan pentingnya kejujuran dan integritas dalam setiap tahapan pemilihan umum, serta pentingnya untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi dengan baik demi menghindari kegaduhan dan ketidakpastian di tengah masyarakat. ***