Radarbangkalan.id - Kisah cinta Prabowo tidak jauh dengan sosok nama Titiek Soeharto telah menjadi perbincangan hangat di kalangan publik akhir-akhir ini saat momen politik.
Sebagai putri keempat dari Presiden Kedua Soeharto, dia menjadi sorotan karena disebut-sebut bakal menjadi ibu negara menyusul kemenangan Prabowo berdasarkan hasil hitung cepat dalam Pemilu 2024.
Meskipun sudah lama berpisah dengan Prabowo, Titiek Soeharto sering kali diminta untuk balikan atau rujuk.
Ini menjadi jelas ketika Prabowo memberikan pidato di Istora Senayan Jakarta pada Rabu (14/2) malam, dan teriakan "balikan" menarik perhatian banyak orang.
Baca Juga: Prabowo-Gibran Menang di Kandang Banteng Ganjar-Mahfud, Ini Strategi Paslon 02 Kuasai Solo dan Jawa Tengah
Dalam acara tersebut, Titiek Soeharto hadir bersama putra semata wayangnya dengan Prabowo, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo yang lebih dikenal dengan nama Didiet Hediprasetyo.
Kehadiran Titiek Soeharto tentu saja menarik perhatian khusus, terutama saat Prabowo menyapa mantan istrinya tersebut, yang membuat seisi Istora Senayan bergemuruh riuh.
Titiek Soeharto yang berdiri saat disapa Prabowo hanya tersenyum.
Baca Juga: Duka Mendalam, Petugas KPPS Leuwisadeng Bogor Meninggal Dunia Diduga Kelelahan saat Pemilu 2024
Kisah cinta antara Prabowo dan Titiek Soeharto telah diungkap dalam buku berjudul “Jejak Perlawanan Begawan Pejuang,” yang diterbitkan pada awal 2000-an.
Buku ini ditulis oleh Soemitro Djojohadikusumo, ayah dari Prabowo.
Awal perkenalan Prabowo dan Titiek dimulai ketika Titiek menjadi murid Sumitro, seorang ahli ekonomi dan kritikus politik terkemuka pada masanya.
Sumitro kemudian berupaya menjodohkan putranya, Prabowo, dengan Titiek.
Setelah melalui proses perjodohan ini, keduanya memutuskan untuk menjalin hubungan asmara selama dua tahun.
Tidak hanya sekadar pacaran, Sumitro juga mendorong Prabowo untuk menjalani hubungan dengan Titiek secara lebih serius.
Meskipun Prabowo pada saat itu masih dalam pendidikan militer, ia setuju dengan saran ayahnya.
Tanpa ragu, Prabowo kemudian mengunjungi Keluarga Soeharto, yang juga dikenal sebagai keluarga Cendana, untuk meminta restu dalam niatnya untuk menikahi putri Soeharto, Siti Hediati Hariyadi, yang lebih dikenal dengan nama Titiek Soeharto.
Baca Juga : Kalah dengan Terhormat: Pesan Pendukung Ganjar-Mahfud dalam Hasil Quick Count Pilpres 2024
Niat baik Prabowo tersebut diterima dengan baik oleh keluarga Cendana, termasuk Soeharto, meskipun akhirnya pernikahan mereka menjadi sorotan publik.
Pernikahan Prabowo dan Titiek berlangsung pada 8 Mei 1983.
Meskipun terpengaruh oleh isu politik kekerabatan, Prabowo dan Titiek tetap teguh dan melanjutkan pernikahan mereka.
Dari pernikahan tersebut, pasangan ini diberkahi dengan kelahiran seorang putra bernama Ragowo Hedi Prasetyo, yang lebih dikenal dengan nama Didit Prabowo.
Didit, yang saat ini sukses sebagai seorang desainer, lahir pada tanggal 22 Maret 1984 di Jakarta.
Baca Juga: Program Makan Siang Prabowo Baru Terlaksana 4 Tahun Lagi? Berikut Ini Klarifikasi TKN Prabowo-Gibran
Dalam kurun waktu 12 tahun pernikahan, Prabowo dan Titiek sering mengalami perpindahan tempat tinggal, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, karena penugasan Prabowo yang pada saat itu masih aktif sebagai perwira TNI.
Namun, pada 1995, muncul isu mengenai retaknya hubungan rumah tangga antara Titiek Soeharto dan Prabowo, yang sejalan dengan konflik antara ayah Prabowo dan Soeharto.
Kritik yang disampaikan Soemitro terhadap pemerintahan Soeharto akhirnya memperkuat spekulasi mengenai perceraian antara Titiek dan Prabowo, yang dicampuri unsur politik.
Runtuhnya rezim Soeharto pada tahun 1998 turut berdampak pada pernikahan Prabowo dan Titiek.
Pasangan ini resmi bercerai pada Mei 1998.
Tahun yang sama, Prabowo dipecat dari militer karena dituduh terlibat dalam upaya pelengseran Soeharto.
Selain itu, Prabowo juga dihadapkan pada tuduhan serius terkait pelanggaran hak asasi manusia terhadap aktivis-aktivis tahun 1998.
Setelah bercerai dengan Titiek, Prabowo memutuskan untuk meninggalkan Indonesia dan tinggal di Yordania untuk sementara waktu guna menjaga keamanan dirinya.
Tindakan tersebut dilakukan hingga kondisi politik dan pemerintahan Indonesia pulih setelah peristiwa 1998.
Meskipun telah bercerai dan menjalani hidup terpisah, Prabowo dan Titiek hingga saat ini memilih untuk tidak menikah lagi dengan orang lain.
Keduanya mulai mendekat kembali dan sering menjadi sorotan media, terutama ketika Prabowo kembali aktif di dunia politik.
Mulai dari pencalonan sebagai capres sejak 2014 hingga sekarang, keduanya tampak saling mendukung karir politik masing-masing. ***