News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Sah! Kurikulum Merdeka Resmi Jadi Kurikulum Nasional

Ajiv Ibrohim • Kamis, 28 Maret 2024 | 21:06 WIB
Ilustrasi siswa Sekolah Dasar maju  menjelaskan pekerjaannya kepada siswa lainnya. Kurikulum Merdeka jadi alat bantu peserta didik berkembang sesuai dengan fitrah serta potensinya.
Ilustrasi siswa Sekolah Dasar maju menjelaskan pekerjaannya kepada siswa lainnya. Kurikulum Merdeka jadi alat bantu peserta didik berkembang sesuai dengan fitrah serta potensinya.

Radarbangkalan.id – Setelah melalui tiga tahun tahap uji coba, Kurikulum Merdeka telah resmi menjadi bagian dari kurikulum nasional mulai tanggal 27 Maret.

Hal ini menandai langkah besar dalam sejarah pendidikan Indonesia, di mana kurikulum ini secara sah diberlakukan di seluruh sekolah di negeri ini, dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah.

Keputusan ini diresmikan melalui Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 12 Tahun 2024.

Mendikbudristek Nadiem Makarim menjelaskan bahwa esensi dari Kurikulum Merdeka adalah menciptakan lingkungan belajar yang menginspirasi baik bagi guru maupun murid.

Baca Juga : 4 Cara Rahasia Melihat Status WhatsApp Orang Lain Tanpa Terdeteksi

Kurikulum ini membawa inovasi dengan menitikberatkan pada tiga tema utama.

Pertama, materi pembelajaran disajikan secara lebih ringkas dan sederhana dibandingkan sebelumnya.

Kurikulum ini memfokuskan materi pada inti yang esensial, tanpa menyertakan beban materi yang tidak perlu yang pada akhirnya hanya membebani siswa.

Hal ini membebaskan guru-guru dari tekanan untuk mengejar target kurikulum seperti yang sering terjadi sebelumnya.

Baca Juga : 7 Cara Mengatasi Masalah Ketika Layar HP Tidak Bisa Disentuh dan Dimatikan

Kedua, Kurikulum Merdeka memberikan penekanan pada pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.

Dalam era di mana teknologi terus berkembang dengan cepat, siswa perlu dilengkapi dengan keterampilan yang tidak hanya terfokus pada pengetahuan akademis, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta kemahiran interpersonal dan teknologi.

Baca Juga : Cara Membuat Speed WiFi di Rumah Lebih Kenceng dan Stabil

Ketiga, kurikulum ini menekankan pada pendekatan pembelajaran yang inklusif dan berbasis pada kebutuhan individual siswa.

Setiap anak memiliki kecepatan dan gaya belajar yang berbeda-beda, oleh karena itu Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi diferensiasi pembelajaran, memungkinkan setiap siswa untuk berkembang sesuai dengan potensi dan minatnya masing-masing.

Implementasi Kurikulum Merdeka juga membawa perubahan dalam peran guru.

Mereka tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran yang membimbing siswa dalam mengeksplorasi dan mengembangkan pemahaman mereka sendiri.

Baca Juga : 5 Langkah Efektif Mengembalikan Foto yang Terhapus di Ponsel Android dan iOS

Dengan resminya Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum nasional, Indonesia memasuki babak baru dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan.

Semoga langkah ini dapat membawa perubahan positif yang signifikan bagi dunia pendidikan Indonesia. ***

Editor : Ajiv Ibrohim
#kurikulum nasional #kurikulum #Kurikulum Merdeka