News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Dampak Gerhana Matahari Total 8 April Saat Jelang Lebaran 2024, Ini Faktanya

Ubaidillah • Minggu, 7 April 2024 | 22:09 WIB
Gerhana Matahari akan terjadi pada hari Senin, 8 April 2024.
Gerhana Matahari akan terjadi pada hari Senin, 8 April 2024.

Radarbangkalan.id - Fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) akan terjadi tepat dua hari menjelang Lebaran 2024,

yang diperkirakan akan terjadi serempak di Indonesia. Terdapat sejumlah fakta menarik terkait fenomena yang dijadwalkan akan terjadi hari ini, Senin 8 April 2024.

Salah satunya adalah ledakan-ledakan Matahari yang akan terlihat bersamaan dengan gerhana. Selain itu, gerhana juga tidak akan terlihat di langit Indonesia.

Baca Juga: Doa Mustajab di Malam Lailatul Qadar: Anjuran dan Tata Cara

Gerhana Matahari Total nantinya akan terlihat di Samudera Pasifik hingga Mazatlan di Meksiko. Kemudian akan bergerak menuju Amerika Serikat (AS), dari Texas hingga Maine.

Proses gerhana atau saat permukaan Bulan menutupi Matahari akan berlangsung selama 4 menit 28 detik. Durasi terpanjang fenomena ini akan terjadi di Torreon, Meksiko, mencapai 3,5 hingga 4 menit.

Perlu diingat bahwa Gerhana Matahari Total tidak dapat dilihat secara langsung atau tanpa alat bantu.

Hanya saat fase totalitas, ketika permukaan Matahari ditutupi oleh Bulan, fenomena ini bisa diamati secara langsung.

Jika Anda ingin menyaksikannya, Anda dapat melihatnya secara online. Salah satu saluran yang menyiarkannya adalah kanal YouTube NASA Spanyol.

Anda juga dapat menggunakan alat bantu untuk melihat fenomena tersebut, seperti menggunakan pelindung khusus gerhana yang direkomendasikan oleh Komunitas Astronomikal Amerika (AAS).

Baca Juga: Ibu Hamil Berisiko Alami ini Jika Menahan Buang Air Kecil Selama Perjalanan Mudik Lebaran

Berikut beberapa fakta mengenai gerhana matahari total 8 April, seperti yang dirangkum oleh CNBC Indonesia.

1. Ledakan Matahari

Fenomena itu akan disertai dengan ledakan, menurut National Center for Atmospheric Research (NCAR).

BMKG menjelaskan bahwa ledakan bisa terlihat saat proses menuju puncak, ketika pandangan Matahari dari Bumi terhalang oleh Bulan.

"Lihatlah saat GMT [gerhana matahari total] 8 April 2024, menurut National Center for Atmospheric Research (NCAR),

Baca Juga: Wisata TN Meru Betiri: Keindahan Alam dan Keanekaragaman Satwa, Cocok Dikunjungi saat Pulkam

akan terlihat ledakan-ledakan di Matahari, saat totalitas gerhana matahari, pandangan matahari dari Bumi terhalang oleh bulan dan menyisakan sisi tepi. Pada sisi tepi ini,

di Bumi kita dapat melihat plasma Matahari yang meledak-ledak," kata Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) seperti dikutip dari situs resminya, Minggu (7/4/2024).

BMKG menjelaskan bahwa ledakan Matahari itu terjadi karena adanya aktivitas internal di pusat Tata Surya tersebut.

Tingkat aktivitas tersebut mengalami pasang surut selama siklus 11 tahunan dan mencapai puncaknya pada tahun ini.

Sejauh ini, belum ada yang mengetahui penyebab fenomena tersebut. Namun BMKG menuliskan bahwa kemungkinan penyebabnya melibatkan gaya magnetik atau reaksi nuklir dalam Matahari.

2. Penampakan Bulan Sabit Syawal

Menurut Asosiasi Astronomi Uni Emirat Arab, GMT akan berdampak pada penampakan bulan sabit Syawal. Ini menandakan awal bulan baru dan akhir dari bulan Ramadan.

Pada 8 April, bulan sabit tidak akan terlihat dan baru akan terlihat keesokan harinya. Dengan demikian, lembaga tersebut menyatakan bahwa Lebaran berpotensi terjadi pada Rabu (10/4/2024).

3. Hoaks tentang Nabi Yunus

Klaim mengenai gerhana yang akan terjadi pada 8 April muncul di sejumlah platform seperti YouTuber dan TikTok.

Baca Juga: Wisata Pantai Papuma: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka, Cocok Untuk Liburan Akhir Pekan

Salah satunya menyebutkan bahwa gerhana akan melintasi 6-8 kota bernama Nineveh di Amerika Serikat dan Kanada.

Nineveh adalah kota yang dikunjungi oleh Nabi Yunus. Beberapa klaim menyatakan bahwa gerhana pernah terjadi saat itu dan akan terjadi lagi di AS pekan depan.

Nabi Yunus dikirim ke Niniveh di Mesopotamia untuk berdakwah karena kota tersebut dianggap sebagai pusat maksiat.

Baca Juga: Manfaat Sayur Bayam untuk Hidangan Sahur, Ternyata Bagus untuk Kesehatan Mata

Namun hal tersebut tidak benar. Gizmodo menyatakan bahwa hanya dua kota bernama Nineveh di Ohio dan Indiana yang akan dilintasi.

Ahli Alkitab, Dan McClellan, menjelaskan bahwa teori yang muncul tidak benar. Salah satunya berdasarkan peta dari NASA yang menunjukkan bahwa hanya ada dua kota.

"Siapa pun yang mengatakan bahwa kota tersebut dalam jalur totalitas berbohong tentang lokasinya atau memanipulasinya," jelasnya.

4. Gelap Gulita 3 Hari
Selain itu, beredar di Facebook dan grup WhatsApp sebuah video berbahasa Inggris yang mengklaim bahwa Bumi akan mengalami kegelapan selama 3 hari, dan kejadian itu akan dimulai pada 8 April 2024.

Dalam pesan yang beredar, fenomena tersebut disebabkan oleh Bumi memasuki sabuk foton atau photon belt.

Mengenai hal ini, peneliti utama Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamal udin, menyatakan bahwa Bumi tidak akan mengalami kegelapan pada 8 April 2024.

Baca Juga: Jangan Dibuang Sia-Sia, 4 Biji Buah Ini Punya Manfaat Kesehatan

"Jelas itu hoaks. Narasi Bumi memasuki photon belt [sabuk foton] juga tidak dikenal dalam ilmu pengetahuan," kata Thomas saat dikonfirmasi beberapa waktu yang lalu.

Editor : Ubaidillah
#gerhana matahari #gerhana matahari total #Gerhana Matahari Total 2024 #gerhana matahari total 8 april 2024