Radarbangkalan.id – Chairman & CEO Microsoft, Satya Nadella, bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (30/4).
Satya Nadella menghadiri pertemuan tersebut mengenakan jas biru dongker, disertai oleh sejumlah anggota timnya.
Kedatangan Satya Nadella ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, terjadi sekitar pukul 08.25 WIB. Saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Satya Nadella terkait kunjungannya ke Istana Negara.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk menarik investasi dari Microsoft.
"Kedatangan CEO perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia ini adalah peluang besar bagi Indonesia," kata Budi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa (30/4).
Budi juga belum bersedia mengungkapkan secara detail mengenai jenis investasi apa yang akan ditawarkan kepada Microsoft oleh Indonesia. "Kita tunggu saja," tegas Budi.
Pertemuan antara Satya Nadella dan Jokowi diadakan setelah sebelumnya CEO Apple, Tim Cook, juga bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu (17/4).
Dalam pertemuan tersebut, Tim Cook mengakui bahwa Indonesia merupakan pasar yang penting bagi Apple.
Tim Cook menyatakan rencananya untuk membangun sebuah akademi pengembangan keempat di Indonesia, yang akan berlokasi di Bali.
"Kami akan membuka akademi pengembangan keempat. Baru saja kami mengumumkannya kemarin, dan akademi ini akan berada di Bali.
Kami sangat menantikan untuk melihat performa dari tiga akademi sebelumnya yang telah meluluskan ribuan orang dan mampu menghasilkan aplikasi untuk App Store yang menarik perhatian, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri.
Jadi, kami sungguh antusias," ujar Tim Cook setelah pertemuan dengan Jokowi pada saat itu.
Dia juga menyatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan untuk membangun pabrik Apple di Indonesia, sebuah hal yang juga dibahas dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi.
"Kami membicarakan keinginan Presiden untuk melihat adanya manufaktur di negara ini, dan itu adalah sesuatu yang akan kami pertimbangkan," tambah Tim Cook. ***