News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kementerian Kesehatan Keluarkan Imbauau Kepada Jamaah Haji agar Tidak Drop saat Cuaca Panas di Arab Saudi

Ajiv Ibrohim • Jumat, 24 Mei 2024 | 04:08 WIB
Cuaca panas saat siang hari bisa membuat jamaah haji dehidrasi dan kehabisan stamina./Kemenag via Jawa Pos
Cuaca panas saat siang hari bisa membuat jamaah haji dehidrasi dan kehabisan stamina./Kemenag via Jawa Pos

Radarbangkalan.id – Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan sejumlah imbauan penting bagi para jamaah calon haji selama menjalankan ibadah di Tanah Suci demi menjaga kebugaran dan kesehatan mereka.

Salah satu imbauan utama adalah agar para jamaah meminum obat secara rutin, terutama mengingat cuaca di Arab Saudi yang sedang panas.

Hal ini sangat penting bagi jamaah yang memiliki penyakit tertentu seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.

Kepala Puskes Haji Kemenkes, Liliek Marhaendro Susilo, menyatakan bahwa pihaknya terus memonitor kesehatan para calon haji yang memiliki riwayat penyakit komorbid tersebut.

Kemenkes akan melakukan pengecekan tensi darah secara rutin dan meminta para jamaah dengan komorbid untuk selalu minum obat secara teratur.

“Kami sudah menyampaikan kepada petugas kesehatan untuk memastikan jamaah yang rutin minum obat membawa persediaan obat yang cukup selama 40 hari di Tanah Suci,” kata Liliek pada Rabu (22/5), seperti dikutip dari Antara.

Liliek menekankan bahwa minum obat secara teratur diharapkan dapat membantu mengendalikan penyakit komorbid para jamaah.

Kemenkes juga menyediakan obat-obatan dan perbekalan kesehatan selama di Tanah Suci sebagai langkah antisipasi jika ada jamaah yang lupa membawa obat-obatan mereka.

Secara rinci, Kemenkes telah membawa 2.872 koli obat dan 1.826 koli alat kesehatan habis pakai, dengan total 4.710 koli atau seberat 62,3 ton dari Indonesia.

Meskipun demikian, jamaah tetap dianjurkan untuk membawa obat yang biasa mereka konsumsi, karena obat-obatan dari Kemenkes mungkin tidak sesuai untuk semua jamaah.

Selain imbauan bagi jamaah dengan komorbid, Kemenkes juga mengingatkan seluruh jamaah calon haji untuk tidak lupa makan dan minum secara teratur.

Meski di Tanah Suci mereka akan menghadapi banyak aktivitas, penting untuk menjaga pola makan dan minum.

Jamaah dianjurkan membawa bekal makanan ringan dan minuman untuk dikonsumsi di jalan, namun makanan berat lebih baik dikonsumsi di hotel yang menyediakan katering.

“Kami menyarankan agar jamaah membawa bekal makanan ringan seperti kurma. Jika aktivitas berlangsung lama di luar, lebih baik makan di hotel,” tambah Liliek.

Selain itu, istirahat yang cukup juga sangat penting agar jamaah tetap bugar selama beribadah.

Kemenkes mengimbau para jamaah untuk menyesuaikan diri dengan cuaca panas di Arab Saudi, yang suhunya bisa mencapai 41 derajat Celsius.

“Cuaca terpanas di sana terjadi sekitar jam 3 dan 4 siang, sedangkan suhu paling dingin sekitar jam 6 pagi dengan suhu 26 derajat Celsius,” jelas Liliek.

Oleh karena itu, penting bagi jamaah untuk tidak melupakan minum air putih secara teratur. Kemenkes menganjurkan agar jamaah minum air putih sebanyak 250 mililiter atau satu gelas setiap satu jam.

Namun, jumlah air yang diminum harus diatur agar tidak terlalu banyak, karena bisa menyebabkan jamaah sering buang air kecil yang mungkin sulit dilakukan karena jarak toilet.

“Kami menyarankan agar jamaah minum seteguk air setiap 10 atau 15 menit untuk menjaga tenggorokan tetap basah dan mencegah dehidrasi,” kata Liliek.

Jamaah juga disarankan untuk membawa pelindung dari panas matahari seperti payung, topi besar, kacamata hitam, masker, dan semprotan air untuk mencegah heatstroke dan kepanasan.

“Gunakan payung, pakai topi besar bagi ibu-ibu, kenakan kacamata hitam, pakai masker, dan bawa semprotan air. Jika terasa kering, semprotkan air agar tidak terkena heatstroke dan jangan lupa minum air,” imbau Liliek. ***

Editor : Ajiv Ibrohim
#jamaah haji #arab saudi #cuaca #kementerian kesehatan #imbauan #panas