News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Makin Sengsara, Inilah Respon Warganet yang Keluhkan Program Tapera

Ajiv Ibrohim • Kamis, 6 Juni 2024 | 19:29 WIB
Foto: Suasana Kantor BP Tapera di Jl. Falatehan, Melawai Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, (30/5).(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Suasana Kantor BP Tapera di Jl. Falatehan, Melawai Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, (30/5).(CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Radarbangkalan.id – Belakangan ini, media sosial sedang dihebohkan oleh isu pemerintah terkait program iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Program ini terus menjadi sorotan publik hingga saat ini, program Tapera diklaim bertujuan untuk membantu masyarakat Indonesia yang kesulitan memiliki rumah dan membutuhkan pembiayaan perumahan.

Namun, rancangan program ini justru menuai banyak penolakan dan kritik dari berbagai pihak, hal ini tidak terlepas dari adanya potongan iuran sebesar 3 persen yang diambil dari gaji pekerja setiap bulannya.

Isu Tapera ini sempat menjadi topik paling hangat yang diperbincangkan di media sosial, termasuk di platform X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter).

Banyaknya penolakan terhadap rencana pemerintah ini menyebabkan kata kunci "Tapera" menduduki posisi nomor satu dalam trending topic di X. Pada Selasa, 28 Mei 2024 pukul 14.51, terdapat 61 ribu cuitan terkait isu ini.

Merebaknya isu Tapera membuat sejumlah warganet memberikan reaksi mereka di dunia maya dengan berbagai cara, mulai dari ungkapan penolakan, kritikan, hingga sindiran terhadap pemerintah.

Misalnya, akun @tvindonesiawkwk mencuitkan bahwa rumah hasil Tapera selama 20 tahun mirip dengan potret rumah bak goa mini yang sering dipakai untuk lokasi syuting Tuyul dan Mbak Yul.

Akun lain, @ffikriawan, menyebut bahwa Tapera sebenarnya hanya menjadi tambahan pengeluaran bagi rakyat.

Dia mengungkapkan bahwa program ini hanya menjadi beban baru bagi masyarakat, terutama para pekerja yang sebenarnya sudah memiliki rumah tetapi tetap harus menjadi peserta Tapera.

Pemilik akun @yourgemes juga menyindir Tapera dengan bertanya apakah Tapera adalah "tabungan perumahan rakyat" atau "tambahan penderitaan rakyat".

Akun lain, @primawansatrio, mengkritik banyaknya biaya yang ditarik pemerintah tanpa memberikan kesejahteraan yang diharapkan.

Dalam cuitannya, dia menulis, "Setelah UKT, terbitlah Tapera. Ini Indonesia negara BU apa gimana sih. Biaya nambah mulu, sejahtera kagak."

Selain kritik dan sindiran, ada juga warganet yang mengaku tidak memahami tujuan dari program Tapera.

Misalnya, @Yuf dalam cuitannya mengaku merasa dirugikan dengan adanya kebijakan ini.

Dia memberikan contoh potongan 3 persen dari pekerja dengan gaji Rp6 juta selama 10 tahun hanya menghasilkan Rp21,6 juta.

"Emang bisa beli rumah pake duit 21.6 Juta? Buat DP? Lah ngumpulin DP nya aja 10 tahun. Ini mah akal-akalan pemerintah," katanya.

Reaksi beragam dari warganet menunjukkan betapa kontroversialnya program Tapera ini di mata publik, dengan banyak yang merasa kebijakan ini tidak efektif dan lebih memberatkan daripada membantu masyarakat. ***

TAK BERKUTIK: Tersangka kasus korupsi jual beli dan atau tukar guling tanah kas desa Sugianto digiring anggota Polda Jatim usai rilis Rabu (5/6). (MOHAMAD SIDDIK UNTUK JPRM)
TAK BERKUTIK: Tersangka kasus korupsi jual beli dan atau tukar guling tanah kas desa Sugianto digiring anggota Polda Jatim usai rilis Rabu (5/6). (MOHAMAD SIDDIK UNTUK JPRM)
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
Editor : Ajiv Ibrohim
#progam #tapera #program tapera