News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Jumlah Kematian Jemaah Haji Tahun Ini Mencapai 1.300 Jiwa Lebih, Ini Penyebabnya

Azril Arham • Senin, 1 Juli 2024 | 19:57 WIB
Ilustrasi ibadah haji./Jawa Pos
Ilustrasi ibadah haji./Jawa Pos

RadarBangkalan.id - Pada Minggu lalu, Menteri Kesehatan Arab Saudi, Fahad Al-Jalajel, mengumumkan bahwa jumlah kematian jemaah haji tahun ini mencapai 1.301 orang.

Kematian ini disebabkan oleh kondisi ekstrem saat para jemaah melakukan ibadah di bawah sinar matahari tanpa tempat berlindung yang memadai.

Menurut laporan dari CNA, sekitar 83 persen dari total korban jiwa adalah orang-orang yang tidak diizinkan untuk menunaikan ibadah haji karena kesehatan atau kondisi usia lanjut.

Sebelumnya, berdasarkan penghitungan dari AFP pada hari Jumat, jumlah kematian dilaporkan mencapai 1.126 orang, dengan lebih dari separuhnya berasal dari Mesir.

Pejabat senior Saudi menyebutkan bahwa pemerintah mengkonfirmasi 577 kematian hanya dalam dua hari puncak ibadah haji.

Hari Sabtu, saat jamaah berkumpul di Gunung Arafat untuk salat di bawah sinar matahari yang terik, dan hari Minggu saat mereka mengikuti ritual "rajam setan" di Mina, menjadi hari-hari tersibuk yang menyebabkan jumlah kematian ini.

"Ini terjadi di tengah kondisi cuaca buruk dan suhu yang sangat ekstrem," ungkap pejabat Saudi, sambil mengakui bahwa angka 577 hanya sebagian kecil dari jumlah total jemaah haji.

Ibadah haji tahun ini jatuh pada musim panas yang panasnya mencapai 51,8 derajat Celcius di Masjidil Haram di Mekah pada hari Senin, menurut Pusat Meteorologi Nasional.

Jamaah haji yang tidak terdaftar tidak mendapatkan akses yang memadai terhadap fasilitas yang bisa membuat ibadah mereka lebih nyaman, seperti tenda ber-AC.

Peziarah dari Mesir yang tidak terdaftar mengeluhkan kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan darurat atau transportasi resmi haji tanpa biaya tambahan yang tidak terduga.

Para jamaah juga melaporkan kejadian yang menyedihkan di mana beberapa di antara mereka terpaksa berjalan beberapa kilometer di bawah sinar matahari yang menyengat, menyebabkan beberapa orang pingsan atau bahkan meninggal dunia karena kelelahan.

Dalam konteks ini, keamanan dan kesehatan jamaah haji menjadi perhatian utama, terutama di bawah kondisi cuaca ekstrem seperti yang terjadi tahun ini di Saudi.

Perlu perhatian lebih lanjut untuk memastikan bahwa semua jemaah haji memiliki akses yang cukup terhadap fasilitas kesehatan dan kenyamanan selama perjalanan mereka. ***

 

Editor : Azril Arham
#jemaah haji meninggal dunia #arab saudi #haji #ibadah Haji 2024 #ibadah haji #Jemaah haji 2024 #kematian jemaah haji