News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

BMKG Siagakan 533 Sensor Seismograf, Deteksi Dini 13 Sumber Megathrust untuk Mitigasi Bencana di Indonesia

Azril Arham • Kamis, 22 Agustus 2024 | 00:00 WIB
Ilustrasi Gempa Megathrust
Ilustrasi Gempa Megathrust

RadarBangkalan.id - Sebanyak 533 sensor seismograf kini telah disiagakan di berbagai lokasi strategis di Indonesia untuk mendeteksi aktivitas megathrust.

Inisiatif ini diumumkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai langkah untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini terhadap potensi gempa bumi yang disebabkan oleh megathrust.

Sensor-sensor ini ditempatkan secara cermat mengikuti jalur megathrust yang menghubungkan ujung barat Sumatra, selatan Jawa, hingga ke Laut Banda.

Kepala BMKG, Prof. Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa penempatan sensor ini dimaksudkan untuk memantau dan mengidentifikasi aktivitas gempa secara real-time.

"Semua sensor ini dirancang untuk menghadap paralel dengan jalur megathrust. Dengan adanya sensor ini, kita bisa segera mengetahui magnitudo gempa, lokasi, kedalaman, serta potensi tsunami secara otomatis," jelas Dwikorita dalam webinar Waspada Gempa Megathrust bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada Selasa (20/8/2024).

Jumlah sensor seismograf yang tersebar di seluruh Indonesia telah mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan masa lalu.

Dwikorita mencatat, "Pada tahun 2004, saat terjadi gempa dan tsunami di Aceh, hanya ada 20 sensor seismograf. Pengalaman tersebut mendorong kami untuk meningkatkan jumlah sensor agar lebih efektif dalam memantau aktivitas seismik."

Penambahan jumlah sensor ini merupakan bagian dari upaya BMKG untuk memperkuat sistem deteksi dini dan mitigasi bencana.

"Penyebaran sensor di sepanjang jalur megathrust adalah salah satu bentuk peran BMKG dalam deteksi dini guncangan. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang cepat dan akurat, sehingga memungkinkan upaya evakuasi dan penyelamatan oleh pemerintah daerah dan pihak terkait," lanjut Dwikorita.

Megathrust adalah sumber gempa yang terjadi pada zona subduksi lempeng tektonik. Pada megathrust, terdapat dua bidang kontak antara lempeng-lempeng tektonik yang terletak pada kedalaman dangkal, kurang dari 50 km.

Megathrust dapat dianalogikan sebagai patahan besar dengan dorongan naik yang signifikan, menyebabkan akumulasi energi yang tinggi dan menghasilkan rekahan panjang serta bidang pergeseran yang luas.

Saat megathrust terjadi, gempa yang dihasilkan dapat sangat destruktif dan memiliki potensi untuk memicu tsunami.

Oleh karena itu, BMKG telah melakukan berbagai upaya mitigasi, termasuk penyiapan sistem deteksi dini, pelatihan lapang tentang gempa bumi dan tsunami, serta sosialisasi kepada masyarakat.

Dwikorita mengingatkan masyarakat agar tidak panik menghadapi informasi potensi gempa megathrust.

"Informasi tentang potensi gempa megathrust bukanlah prediksi atau peringatan dini. Ini adalah upaya untuk mempersiapkan diri dan mencegah risiko kerugian sosial, ekonomi, serta korban jiwa saat bencana terjadi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan melanjutkan aktivitas seperti biasa," ujarnya.

 

BMKG juga memetakan 13 sumber gempa megathrust utama di Indonesia, yang meliputi:

1. Megathrust Aceh-Andaman M9,2
2. Megathrust Nias-Simeulue M8,7
3. Megathrust Batu M7,8
4. Megathrust Mentawai-Siberut M8,9
5. Megathrust Mentawai-Pagai M8,9
6. Megathrust Enggano M8,4
7. Megathrust Selat Sunda - Banten M8,7
8. Megathrust Jabar - Jateng M8,7
9. Megathrust Jawa Timur M8,7
10. Megathrust Sumbe M8,5
11. Megathrust Sulawesi Utara M8,5
12. Megathrust Lempeng Laut Filipina M8,2
13. Megathrust Utara Papua M8,7

Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat sistem deteksi dan mitigasi bencana di Indonesia, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi gempa bumi yang disebabkan oleh megathrust.

Editor : Azril Arham
#bmkg #megathrust #gempa megathrust di indonesia #gempa megathrust #gempa megathrust adalah #seismograf