News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Motif Cemburu: Bocah 6 Tahun di Pontianak Alami Retak Tengkorak Akibat Dianiaya Ibu Tiri

Ubaidillah • Jumat, 30 Agustus 2024 | 15:19 WIB
Foto: edit Wahyono
Foto: edit Wahyono

Radarbangkalan.id - Polisi telah mengungkap hasil visum jasad Ahmad Nizam Alfahri, bocah berusia 6 tahun yang diduga dibunuh oleh ibu tirinya, Iftahurrahman (24).

Mayat Nizam ditemukan dalam karung di Pontianak, Kalimantan Barat. Hasil visum menunjukkan bahwa korban mengalami retak pada tulang tengkorak kepala.

"Adanya trauma benda tumpul pada bagian kepala menyebabkan retaknya tulang tengkorak sebelah kiri," ungkap Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Raden Petit Wijaya, kepada detikcom, Rabu (28/8/2024).

Petit menjelaskan bahwa pemeriksaan Tim Dokter Forensik menemukan trauma yang menyebabkan pendarahan dan pembengkakan pada otak korban, sehingga meningkatkan tekanan darah dalam rongga otak.

"Hal tersebut menjadikan peningkatan tekanan darah dalam rongga otak kepala yang menekan pusat pernapasan di batang otak dan menyebabkan gagal napas," jelasnya.

Lebih lanjut, Petit menyatakan bahwa korban didorong hingga jatuh ke lantai oleh ibu tirinya sebelum meninggal. Ia juga menambahkan bahwa korban sempat ditendang oleh pelaku di bagian perut.

"Iya (perut korban ditendang pelaku)," beber Petit.

Polisi telah melakukan prarekonstruksi kasus ini pada Sabtu (24/8), di mana pelaku terbukti mendorong Nizam dengan kedua tangannya. "Ada 37 adegan dalam prarekonstruksi.

Tersangka sudah mengakui saat kejadian tanggal 19 hingga ditemukannya korban, tersangka melakukan penganiayaan dengan mendorong korban hingga jatuh ke lantai," terang Petit.

Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini, termasuk keterangan dari ibu kandung korban yang menyebut bahwa guru korban sempat melihat lebam di tubuh Nizam.

"Yang jelas, penyidik akan mengkroscek keterangan dari BAP saksi-saksi maupun tersangka dengan hasil visum," tambahnya.

Motif Pelaku: Cemburu pada Perhatian Suami

Selain itu, Petit mengungkapkan motif pelaku dalam melakukan penganiayaan tersebut. Iftahurrahman merasa iri karena suaminya lebih perhatian terhadap Nizam daripada terhadap dirinya dan anak hasil pernikahannya dengan Ichan, ayah korban.

"Motif pelaku dari pengakuannya merasa iri kepada korban Nizam karena suami pelaku lebih memperhatikan korban daripada pelaku dan anak hasil pernikahan dengan Ichan," ungkap Petit.

Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui seberapa sering pelaku melakukan penganiayaan terhadap anak tirinya.

Sebagai informasi, korban ditemukan tewas di rumahnya di Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan, pada Selasa (20/8).

Mayat Nizam kemudian ditemukan dalam keadaan membusuk di dalam karung pada Kamis (22/8) sekitar pukul 19.05 WIB.

Photo
Photo
Editor : Ubaidillah
#pontianak #anak dibunuh ibu tiri di pontianak #ibu tiri bunuh anak #bocah dibunuh ibu tiri