RadarBangkalan.id - Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) telah menjalin kerja sama strategis di berbagai sektor, salah satunya adalah pengembangan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Salah satu proyek yang paling menonjol adalah pengembangan Jet Tempur KF-21 Boramae, yang merupakan pesawat tempur generasi 4.5.
Kedua negara sepakat untuk berbagi peran serta pembiayaan dalam pengembangan dan produksi jet tempur modern ini.
Menurut data dari Kementerian Pertahanan dan TNI AU, Jet Tempur KF-21 Boramae dilengkapi dengan spesifikasi yang sangat mumpuni untuk kategori pesawat tempur modern.
Jet ini dirancang dengan kemampuan rudal udara ke udara, serta memiliki fitur multi tembak jarak dekat dan jarak jauh, menjadikannya sangat fleksibel dalam pertempuran.
Salah satu persenjataan utama KF-21 Boramae adalah cannon gatling M61 berukuran 20 milimeter, yang mampu menembakkan seratus peluru per detik.
Dari segi tenaga, jet ini menggunakan mesin General Electric F414, yang juga digunakan pada pesawat F/A-18E/F Super Hornet buatan Boeing.
Dengan kombinasi spesifikasi tersebut, KF-21 Boramae diproyeksikan sebagai salah satu pesawat tempur paling modern di dunia.
Berdasarkan informasi yang sama, Jet Tempur KF-21 Boramae memiliki berat minimum 7,7 ribu kilogram, dengan berat maksimum mencapai 25 ribu kilogram.
Lebar sayap pesawat ini mencapai 10,6 meter, menjadikannya sedikit lebih besar dibandingkan dengan beberapa pesawat tempur lainnya yang ada di pasaran.
Bagi Indonesia, proyek kerja sama ini sangat signifikan, tidak hanya untuk memperkuat alutsista TNI, tetapi juga dalam hal transfer teknologi.
Dalam proyek ini, Indonesia mengirimkan sekitar 100 engineer lokal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) industri pertahanan, PT Dirgantara Indonesia (PTDI), ke Korea Selatan untuk terlibat secara langsung dalam pengembangan jet tempur ini.
Selain itu, Indonesia juga telah mengirimkan dua pilot dari TNI AU untuk berpartisipasi dalam uji terbang KF-21 Boramae.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk memastikan bahwa sumber daya manusia di sektor pertahanan juga mendapatkan pengalaman dan pengetahuan dari proyek strategis ini. ***
Editor : Ajiv Ibrohim