News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Program Makan Bergizi Gratis: Tips Menu Sesuai Selera Anak dari Pakar Gizi UGM

Azril Arham • Selasa, 10 Desember 2024 | 00:20 WIB
ILUSTRASI: Porsi makan bergizi gratis. (AI/AGUNG KURNIAWAN/JAWA POS)
ILUSTRASI: Porsi makan bergizi gratis. (AI/AGUNG KURNIAWAN/JAWA POS)

RadarBangkalan.id - Pada Januari 2025, program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dimulai di seluruh sekolah di Indonesia.

Program ini bertujuan memberikan satu porsi makanan bergizi untuk siswa dengan anggaran sekitar Rp 10.000 per porsi.

Tapi, apakah dengan anggaran tersebut kita bisa mendapatkan menu yang bergizi seimbang?

Menurut Dr. Toto Sudargo, M Kes, pakar gizi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), hal tersebut masih sangat memungkinkan, asalkan dilaksanakan dengan baik dan terus dievaluasi.

"Menurut saya, anggaran Rp10.000 per anak masih bisa diterapkan, asal programnya terus dipantau, dievaluasi, dan ditingkatkan," ungkapnya dalam wawancara yang dilansir dari laman UGM pada Minggu (8/12/2024).

Toto menganggap MBG sebagai program yang sangat baik dan jarang ada di negara lain. Namun, untuk mencapai keberhasilan, pemerintah harus memperhatikan kesesuaian menu dengan kebiasaan makan anak-anak di tiap daerah.

“Setiap daerah punya kebiasaan makan yang berbeda. Misalnya, di Papua bisa menggunakan sagu, papeda, atau jagung sebagai pengganti nasi. Untuk sumber karbohidrat, protein, dan vitamin, bisa disesuaikan dengan bahan lokal seperti ikan, telur, atau daging, tergantung daerah masing-masing,” jelasnya.

Selain memperhatikan kebiasaan makan di tiap daerah, Toto juga menekankan pentingnya mempertimbangkan selera makan anak-anak. Ini penting supaya makanan yang diberikan tidak terbuang percuma.

“Makanan boleh disajikan dalam porsi kecil, tapi harus menarik supaya anak-anak suka dan mau makan,” tambahnya.

Toto menegaskan bahwa dua hal ini sangat penting untuk diperhatikan. Jangan sampai program makan bergizi hanya menjadi alat untuk meraih keuntungan bagi pihak tertentu, tanpa memperhatikan kualitas gizi yang diberikan kepada anak-anak.

Toto berharap Badan Gizi Nasional, dengan dukungan dari BPOM, bisa mewujudkan tujuan perbaikan gizi nasional melalui MBG.

Dia juga mengajak media, LSM, dan masyarakat untuk ikut serta memantau program ini agar tujuannya tercapai.

“Ini adalah program untuk meningkatkan gizi generasi penerus bangsa. Mari kita semua bekerja sama untuk memastikan kebutuhan gizi anak-anak Indonesia dapat terpenuhi,” tutupnya.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait, diharapkan program Makan Bergizi Gratis bisa memberikan manfaat maksimal untuk masa depan anak-anak Indonesia. ***

Editor : Azril Arham
#pakar gizi #Program Makan Siang Bergizi Gratis #UGM #program Makan Bergizi Gratis #prabowo