Radarbangkalan.id - Nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali menjadi sorotan di tengah bergulirnya kasus korupsi Pertamina yang dikabarkan merugikan negara hampir Rp1.000 triliun.
Hal ini terjadi setelah video lawas Ahok yang membongkar kebobrokan Pertamina kembali viral di media sosial.
Baca Juga: Daftar Libur Selama Ramadhan 2025: Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Selain itu, video Ahok yang menyatakan kesiapannya menghadapi sidang terbuka jika dipanggil Kejaksaan Agung (Kejagung) juga ramai diperbincangkan.
Ahok sendiri menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina sejak 25 November 2019 hingga 2 Februari 2024.
Lalu, berapa total kekayaan Ahok selama menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina? Berikut rinciannya berdasarkan laporan LHKPN yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kekayaan Ahok dari 2019 hingga 2023
Selama menjabat di Pertamina, Ahok tercatat melaporkan harta kekayaannya sebanyak lima kali. Nilai kekayaannya mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Berikut detailnya:
- 2019: Rp50,15 miliar
- 2020: Rp59,32 miliar
- 2021: Rp38,59 miliar
- 2022: Rp53,66 miliar
- 2023: Rp63,36 miliar
Pada laporan tahun 2019, Ahok memiliki aset tanah dan bangunan senilai Rp48,77 miliar yang terdiri dari 33 item.
Ia juga memiliki lima mobil dengan total nilai Rp5,1 miliar, di antaranya Toyota Land Cruiser 2012, Jeep Rubicon 2014, Jeep Rubicon 2018, Mercedes Sedan 2019, dan Toyota Alphard 2019.
Selain itu, Ahok mencatatkan harta bergerak lainnya senilai Rp1,8 miliar, surat berharga Rp3,82 miliar, kas dan setara kas Rp2,3 miliar, serta harta lainnya Rp434,8 juta.
Baca Juga: Daftar Libur Selama Ramadhan 2025: Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Namun, ia juga memiliki utang sebesar Rp12,2 miliar, sehingga total kekayaan bersihnya mencapai Rp50,15 miliar.
Pada 2020, total kekayaannya meningkat menjadi Rp59,32 miliar. Aset tanah dan bangunan masih berjumlah 33 item dengan nilai yang sama,
sementara aset kendaraan juga tetap lima unit senilai Rp5,1 miliar. Namun, nilai harta bergerak, surat berharga, serta kas dan setara kas mengalami peningkatan.
Memasuki 2021, kekayaan Ahok mengalami penurunan drastis menjadi Rp38,59 miliar. Jumlah aset tanah dan bangunannya berkurang menjadi 23 item dengan nilai Rp31,4 miliar.
Baca Juga: Daftar Libur Selama Ramadhan 2025: Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Ia juga hanya melaporkan satu kendaraan, yakni Jeep Rubicon 2018 senilai Rp1,2 miliar.
Pada 2022, kekayaan Ahok kembali meningkat menjadi Rp53,66 miliar meskipun ia tidak lagi melaporkan kepemilikan kendaraan. Nilai aset tanah dan bangunan bertambah menjadi Rp43,22 miliar.
Terakhir, di 2023, laporan harta kekayaan Ahok mencapai Rp63,36 miliar. Aset tanah dan bangunan tetap 23 item dengan nilai Rp50,88 miliar, sementara kepemilikan kendaraan tetap tidak dilaporkan.
Baca Juga: Daftar Libur Selama Ramadhan 2025: Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Perubahan nilai kekayaan ini mencerminkan dinamika keuangan Ahok selama menjabat di Pertamina, seiring dengan berbagai faktor yang mempengaruhi aset dan liabilitasnya.
Editor : Ubaidillah