Radarbangkalan.id - Fenomena mudik dan berkumpul bersama keluarga di Hari Raya Idul Fitri menjadi salah satu momen tahunan bagi masyarakat Indonesia.
Tujuannya tidak lain ialah menyambung dan mempererat tali silaturahim dengan sanak saudara. Namun, terkadang silaturahim Lebaran dijadikan ajang untuk memamerkan keberhasilan ataupun menyakiti saudara dengan pertanyaan yang keluar dari lisan.
Baca Juga: Agar Mudik Lebaran 2025 Aman dan Nyaman untuk Anak, Simak Rekomendasi KPAI
Khutbah Idul Fitri
Khutbah Pertama
اللَّهُ أَكْبَرُ (×٣) اللَّهُ أَكْبَرُ (×٣) اللَّهُ أَكْبَرُ (×٣) وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
الْحَمْدُ لِلّٰهِ، الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءَكَ عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، خَيْرُ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ اللَّهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، اِتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ
أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Baca Juga: Agar Mudik Lebaran 2025 Aman dan Nyaman untuk Anak, Simak Rekomendasi KPAI
Jamaah Shalat Idul Fitri yang Dimuliakan Allah,
Segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberikan kita berbagai macam kenikmatan, di antaranya nikmat iman, Islam serta kesehatan sehingga kita dapat berkumpul pada pagi hari ini untuk menunaikan shalat Idul Fitri.
Shalawat serta salam marilah kita haturkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, juga kepada keluarganya, sahabatnya, serta kita semua selaku umatnya.
Pada hari yang penuh berkah ini, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan senantiasa menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Karena hanya dengan ketakwaanlah kita dapat selamat menuju keharibaan-Nya dan berbahagia di dalam surga-Nya.
Baca Juga: Agar Mudik Lebaran 2025 Aman dan Nyaman untuk Anak, Simak Rekomendasi KPAI
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Jamaah Shalat Idul Fitri yang Dimuliakan Allah,
Fenomena mudik dan berkumpul bersama keluarga di Hari Raya Idul Fitri menjadi salah satu momen tahunan bagi masyarakat Indonesia.
Tujuannya tidak lain ialah menyambung dan mempererat tali silaturahim dengan sanak saudara. Sebagaimana diketahui, menyambung tali silaturahim merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surat An-Nisa ayat 1:
وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
Artinya: “Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (Q.S. An-Nisa: 1)
Namun dalam praktiknya, terkadang ada dari kalangan umat Islam yang justru tidak menjaga perasaan kerabatnya dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat personal dan dapat menyinggung perasaan.
Baca Juga: Agar Mudik Lebaran 2025 Aman dan Nyaman untuk Anak, Simak Rekomendasi KPAI
Misalnya, bertanya kepada mereka yang masih sendiri, “Kapan menikah?” atau kepada yang sudah menikah tetapi belum dikaruniai anak, “Kapan punya anak?”
اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Jamaah Shalat Idul Fitri yang Dimuliakan Allah,
Pertanyaan-pertanyaan seperti ini dapat menyakiti perasaan orang lain, dan Islam sangat melarang hal tersebut. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلَا يُؤْذِ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaknya ia tidak menyakiti tetangganya,
barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaknya ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaknya ia berbicara baik atau diam.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Dari hadits ini, jelas bahwa menjaga lisan adalah bagian dari iman. Oleh karena itu, marilah kita jaga lisan kita agar tidak menyinggung perasaan saudara-saudara kita,
Baca Juga: Agar Mudik Lebaran 2025 Aman dan Nyaman untuk Anak, Simak Rekomendasi KPAI
terutama dalam momen silaturahim Lebaran. Semoga kita termasuk orang-orang yang menjaga lisan dan mendapatkan keberkahan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Editor : Ubaidillah