News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

18 Anggota OPM Tewas dalam Operasi Satgas Habema TNI di Intan Jaya

Agus Sulaiman • Kamis, 15 Mei 2025 | 22:28 WIB
Barang bukti alat komunikasi yang digunakan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Barang bukti alat komunikasi yang digunakan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM).

INTAN JAYA, RadarBangkalan.id – Pasukan TNI dari Satgas Habema berhasil menewaskan 18 anggota kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) dalam operasi militer di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Rabu (14/5).

Aksi penindakan itu berlangsung selama satu jam, mulai pukul 04.00 hingga 05.00 WIT.

Operasi menyasar lima titik rawan yang kerap dijadikan tempat persembunyian kelompok bersenjata. Penyisiran dilakukan di Kampung Titigi, Ndugusiga, Jaindapa, Sugapa Lama, dan Zanamba.

“Sebanyak 18 anggota OPM berhasil dilumpuhkan dalam penyisiran dini hari,” ujar Dansatgas Media Koops Habema, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono, Kamis (15/5).

Meski identitas belum diungkap, mereka diyakini bagian dari kelompok pimpinan Daniel Aibon Kogoya, Undius Kogoya, dan Josua Waker.

Kelompok ini dikenal sering melakukan penyerangan di Sugapa Lama dan Kampung Bambu Kuning.

Barang Bukti Diamankan

Dalam operasi tersebut, Satgas Habema juga menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu pucuk senjata organik AK-47, satu senjata rakitan, puluhan butir amunisi, busur dan anak panah, bendera Bintang Kejora, serta alat komunikasi.

Pasukan TNI masih disiagakan di sejumlah sektor untuk mengantisipasi pergerakan sisa kelompok bersenjata.

Warga Jadi Tameng Hidup

OPM dinilai semakin brutal. Mereka disebut-sebut menggunakan warga sipil sebagai tameng untuk menghadang aparat.

Tak hanya itu, kelompok ini juga melakukan aksi teror seperti pembakaran rumah, penyanderaan guru dan tenaga kesehatan, serta penyerangan terhadap fasilitas umum.

Kepala Suku Kampung Sugapa, Melianus Wandegau, mengungkapkan bahwa warga selama ini hidup dalam tekanan propaganda OPM.

“Kami dijanjikan kesejahteraan. Tapi kenyataannya, kami dijadikan pelindung dari serangan. Kami hanya alat,” tegasnya.

Melianus menyatakan bahwa kehadiran TNI justru memberi rasa aman. “TNI tidak hanya menjaga wilayah, tapi juga membantu kami dengan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pengamanan pembangunan jalan menuju Hitadipa,” tambahnya.

TNI Tegaskan Komitmen Lindungi Papua

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menegaskan bahwa operasi ini adalah bentuk nyata komitmen TNI dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan Papua.

“TNI hadir bukan untuk menakut-nakuti, melainkan melindungi warga Papua dari kekerasan kelompok bersenjata,” katanya di Mabes TNI, Cilangkap.

Ia menegaskan bahwa operasi dilakukan secara profesional, terukur, dan tetap mengedepankan keselamatan warga sipil.

“Kami tidak akan membiarkan rakyat Papua hidup dalam ketakutan di tanah kelahirannya,” tandas Kristomei. ***

Editor : Agus Sulaiman
#teroris #papua #opm #kelompok sparatis di Papua #operasi militer