News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Dukung Produksi Bahan Bakar Nabati Bobibos, Siap MoU dengan Investor

Ubaidillah • Kamis, 13 November 2025 | 12:23 WIB
BBN Bobibos melakukan uji coba ke semua kendaraan di pelataran Bumi Sultan Energi PT. Inti sinergi Formula di Jonggol, Kabupaten Bogorr, Jawa Barat, 11 November 2025. Tempo/M.A. Murthado
BBN Bobibos melakukan uji coba ke semua kendaraan di pelataran Bumi Sultan Energi PT. Inti sinergi Formula di Jonggol, Kabupaten Bogorr, Jawa Barat, 11 November 2025. Tempo/M.A. Murthado

Radarbangkalan.id - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan bahan bakar nabati Bobibos yang tengah viral di Indonesia.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @dedimulyadi71, pada Rabu, 12 November 2025, Dedi menuliskan, "Salaman @bobibos_, kita kerja sama," sembari mengunggah video dirinya bersama tim pengembang Bobibos.

Baca Juga: Inovasi Energi Terbarukan: Bobi Boss Ubah Jerami Jadi Bahan Bakar Nabati Buatan Indonesia

Dukungan Dedi Mulyadi untuk Bobibos
Dedi Mulyadi menegaskan akan mendorong percepatan kerja sama antara PT Inti Sinergi Formula—produsen bahan bakar Bobibos—dengan para investor.

Ia menyebut, kerja sama tersebut tidak akan dikelola langsung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, melainkan dijalankan oleh lembaga non-pemerintah agar lebih fleksibel dan efisien.

"Saya akan mempelopori lembaga usaha yang berjalan pertama, MoU-nya di Lembur Pakuan (Subang)," ujar Dedi.

Langkah ini dianggap strategis karena Jawa Barat memiliki potensi besar dalam pengolahan limbah pertanian, terutama jerami, yang merupakan bahan dasar utama dalam produksi Bobibos.

Potensi Ekonomi dan Keuntungan bagi Petani
Komisaris Utama PT Inti Sinergi Formula, Mulyadi, optimistis inovasi ini akan membawa manfaat besar bagi petani.

Baca Juga: Inovasi Energi Terbarukan: Bobi Boss Ubah Jerami Jadi Bahan Bakar Nabati Buatan Indonesia

Ia menjelaskan, jerami yang selama ini hanya dibakar atau dijadikan pakan ternak, kini dapat diolah menjadi bahan bakar bernilai tinggi.

“Tim ini menemukan satu formulasi yang membuat petani senyum dua kali. Pertama saat panen, kedua pasca-panen,” kata Mulyadi, yang juga merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra.

Mulyadi juga menegaskan bahwa Bobibos telah melalui proses uji laboratorium resmi oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

Hasilnya menunjukkan bahwa dari satu hektare lahan sawah, dapat dihasilkan sekitar 3.000 liter bahan bakar nabati berkualitas tinggi.

Proses Produksi dan Inovasi Teknologi Bobibos
Muhammad Ikhlas Thamrin, penemu sekaligus CEO PT Inti Sinergi Formula, menjelaskan bahwa untuk menghasilkan 3.000 liter bahan bakar nabati, dibutuhkan sekitar 9.000 ton jerami. Limbah tanaman padi tersebut diekstraksi menggunakan teknologi serum dan mesin khusus hasil rancangan tim Bobibos.

“Menggunakan mesin yang kami rancang. Ada lima tahap atau proses agar bahan baku tersebut menjadi bahan bakar ramah lingkungan Bobibos,” ungkap Ikhlas di Jonggol, Jawa Barat, Selasa, 11 November 2025.

Ikhlas yang merupakan pemuda asal Jonggol itu menegaskan bahwa produksi massal Bobibos akan dimulai pada tahun depan.

Baca Juga: Pelaku Bom di SMAN 72 Jakarta Diduga Terpapar Radikalisme dari Media Sosial

Bahan Bakar Nabati dengan RON 98 dan Ramah Lingkungan
Bobibos, singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos!, diklaim memiliki angka oktan (RON) 98 — setara dengan bahan bakar premium yang biasa digunakan mobil kelas atas.

Selain itu, bahan bakar ini sepenuhnya berbasis limbah pertanian sehingga ramah lingkungan dan dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Inovasi ini tidak hanya menjanjikan efisiensi energi dan peningkatan ekonomi petani, tetapi juga menjadi simbol kemandirian energi Indonesia berbasis sumber daya lokal.

Editor : Ubaidillah
#Bobibos #bbm bobibos #bahan bakar nabati #deddy mulyadi