News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Waspada Virus Nipah, Ini Gejala, Penularan, dan Cara Pencegahannya

Ubaidillah • Selasa, 27 Januari 2026 | 06:27 WIB
Ilustrasi virus. Virus Nipah Mewabah di India, Kemenkes Ungkap Gejala dan Penularannya. (Freepik)
Ilustrasi virus. Virus Nipah Mewabah di India, Kemenkes Ungkap Gejala dan Penularannya. (Freepik)

RadarBangkalan.id - Tiga kasus baru virus Nipah terkonfirmasi terjadi di India pada awal pekan ini. Kasus tersebut menambah dua pasien positif sebelumnya yang merupakan tenaga kesehatan di sebuah rumah sakit swasta di Barasat, dekat ibu kota negara bagian Kolkata.

Dua pasien awal terdiri dari seorang perawat laki-laki dan seorang perawat perempuan. Sementara tiga pasien baru juga berasal dari dunia kesehatan, yakni seorang dokter, perawat, dan staf kesehatan. Dengan demikian, total lima warga India kini terkonfirmasi positif virus Nipah.

Baca Juga: Virus Nipah Muncul di India, Kemenkes Perketat Pengawasan Perjalanan Internasional

Lonjakan kasus ini membuat pemerintah India bergerak cepat menahan potensi penyebaran wabah.

Sekitar 100 warga kini dikarantina di rumah masing-masing untuk mencegah penularan lebih luas. Para pasien terbaru saat ini dirawat di rumah sakit penyakit menular di Beleghata, wilayah timur Kolkata.

Baca Juga: Profil Lucky Widja Element, Vokalis Legendaris Pop Indonesia yang Tutup Usia di 49 Tahun

Riwayat Wabah Virus Nipah

Virus Nipah bukan virus baru dalam dunia virologi. Patogen ini pertama kali diidentifikasi pada 1998 saat terjadi wabah di kalangan peternak babi di Malaysia dan Singapura.

Pada 2018, virus Nipah kembali menyebabkan kematian puluhan orang di negara bagian Kerala, India.

Baca Juga: Minta Dihukum Mati, Noel Tantang KPK di Sidang Kasus Pemerasan K3

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan pernah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terkait virus Nipah pada 2023. Hingga kini, para ahli di sejumlah negara terus berjuang menekan risiko penularan virus berbahaya tersebut.

Gejala Virus Nipah yang Perlu Diwaspadai

Menurut Kemenkes, masa inkubasi virus Nipah berkisar antara 4 hingga 14 hari sebelum gejala muncul. Pada awal infeksi, pasien dapat mengalami keluhan ringan hingga berat.

Baca Juga: Reza Arap Dijadwalkan Diperiksa Polisi Terkait Kematian Lula Lahfah

Gejala umum meliputi demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, sesak napas, muntah, dan kesulitan menelan. Pada kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi peradangan otak atau ensefalitis.

Baca Juga: Whip Pink Gas Dikaitkan dengan Kematian Lula Lahfah, Ini Penjelasan Lengkapnya

Gejala ensefalitis akibat virus Nipah antara lain kantuk berlebihan, sulit berkonsentrasi, disorientasi, serta perubahan mood yang signifikan.

Pada kasus berat, infeksi dapat berujung pada kematian. Masyarakat yang mengalami gejala mencurigakan dianjurkan segera berkonsultasi ke dokter.

Baca Juga: Deddy Corbuzier Murka soal Foto Terakhir Lula Lahfah: You Got No Moral

Cara Penularan Virus Nipah

World Health Organization menjelaskan virus Nipah berasal dari kelelawar buah yang menjadi reservoir alami virus tersebut.

Virus kemudian dapat menular ke hewan lain, terutama babi, sebelum akhirnya menginfeksi manusia.

Penularan ke manusia terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan terinfeksi atau konsumsi daging yang tidak dimasak dengan sempurna.

Selain itu, virus Nipah juga dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dengan pasien, terutama melalui air liur dan cairan tubuh lainnya.

WHO mengklasifikasikan virus Nipah sebagai patogen berpotensi memicu pandemi karena tingkat kematiannya tinggi dan hingga kini belum tersedia vaksin.

Baca Juga: Heboh Isu Spons Bedak, Polisi Tegaskan Es Gabus Viral di Jakpus Aman untuk Dikonsumsi

Tingkat Kematian Virus Nipah

Virus Nipah dikaitkan dengan tingkat kematian yang sangat tinggi, berkisar antara 40 hingga 75 persen, tergantung pada wabah dan jenis virus. Pasien yang selamat pun berisiko mengalami gangguan neurologis jangka panjang, seperti kejang berulang atau perubahan kepribadian.

Dalam kasus langka, ensefalitis dapat kambuh berbulan-bulan hingga bertahun-tahun setelah infeksi awal akibat reaktivasi virus.

Langkah Pencegahan Penularan

Untuk mencegah penularan virus Nipah, masyarakat dianjurkan menghindari kontak langsung dengan hewan berisiko seperti kelelawar dan ternak.

Sayur dan buah perlu dicuci bersih sebelum dikonsumsi, serta daging harus dimasak hingga matang sempurna.

Baca Juga: Jadwal Awal Puasa Ramadan 2026, Ini Versi Muhammadiyah dan Kementerian Agama

Saat membersihkan kotoran atau urine hewan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan, sepatu boots, dan pelindung wajah. Cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah berinteraksi dengan hewan atau orang sakit.

Langkah-langkah ini penting dilakukan guna menekan risiko masuk dan menyebarnya virus Nipah ke wilayah lain.

Editor : Ubaidillah
#wabah virus nipah #kasus virus Nipah #virus nipah #nipah virus outbreak #gejala virus nipah #cara penularan virus nipah #virus nipah di india #nipah