News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Tata Cara Sholat Nisfu Syaban 2026 Lengkap: Niat, Waktu, Doa, dan Hukumnya

Ubaidillah • Selasa, 3 Februari 2026 | 06:43 WIB
Ilustrasi - Sholat Nisfu Syaban Dilaksanakan Kapan? Ini Waktu, Niat Arab Latin, serta Doanya.
Ilustrasi - Sholat Nisfu Syaban Dilaksanakan Kapan? Ini Waktu, Niat Arab Latin, serta Doanya.

RadarBangkalan.id - Bulan Syaban selalu mendapat perhatian khusus dalam tradisi keislaman karena posisinya berada tepat sebelum Ramadan.

Bulan ini sering dipahami sebagai masa persiapan rohani bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah.

Baca Juga: Niat Puasa Nisfu Syaban Digabung Ayyamul Bidh 2026, Lengkap Arab Latin dan Artinya

Di bulan Syaban, umat Islam dianjurkan meningkatkan amalan sunnah seperti puasa, membaca Al-Qur’an, istighfar, serta memperbanyak sholat sunnah.

Salah satu ibadah yang paling sering dibahas adalah sholat Nisfu Syaban, yaitu sholat sunnah yang dikerjakan pada malam pertengahan bulan Syaban.

Baca Juga: Lengkap! Jadwal Malam Nisfu Syakban 2026, Niat Puasa Ayyamul Bidh, Salat, dan Doa Nisfu Syaban

Pembahasan mengenai sholat Nisfu Syaban memang tidak lepas dari perbedaan pandangan ulama.

Sebagian menekankan keutamaannya, sementara sebagian lainnya mengingatkan pentingnya kehati-hatian terhadap dalil-dalil tertentu.

Meski begitu, banyak ulama sepakat bahwa menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan ibadah merupakan perbuatan baik, selama dilakukan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan tidak berlebihan.

Baca Juga: Al Nassr Menang 1-0 atas Al Riyadh Tanpa Cristiano Ronaldo, Sadio Mane Jadi Penentu

Karena itu, memahami tata cara sholat Nisfu Syaban secara proporsional menjadi penting agar ibadah dapat dilakukan dengan tenang, khusyuk, dan tetap sesuai tuntunan.

Waktu Pelaksanaan Sholat Nisfu Syaban
Sholat Nisfu Syaban dikerjakan pada malam tanggal 15 bulan Syaban. Dalam penanggalan Hijriah, pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam, sehingga malam Nisfu Syaban dimulai setelah Maghrib pada tanggal 14 Syaban dan berakhir saat terbit fajar pada tanggal 15 Syaban.

Baca Juga: Jetour Indonesia Investigasi SUV Jetour T2 Terbakar Usai Kecelakaan dengan BMW di Tol Jagorawi KM 31

Untuk tahun 2026, tanggal 14 Syaban bertepatan dengan Senin, 2 Februari 2026. Dengan demikian, sholat Nisfu Syaban dapat dilaksanakan mulai selepas Maghrib pada 2 Februari 2026.

Banyak ulama menganjurkan agar ibadah di malam tersebut dilakukan dengan tenang, baik secara sendiri maupun berjamaah, tanpa mengganggu kewajiban utama.

Baca Juga: Terungkap! Begini Awal Mula Arsip Jeffrey Epstein Bocor hingga Bikin Heboh

Niat Sholat Nisfu Syaban
Niat merupakan langkah pertama dan paling mendasar dalam setiap ibadah sholat. Bacaan niat sholat sunnah Nisfu Syaban dapat berbeda tergantung pelaksanaannya, apakah dilakukan sendiri, sebagai imam, atau sebagai makmum.

Baca Juga: Suderajat Penjual Es Gabus Disemprot Dedi Mulyadi, Ngaku Susah Padahal Kantongi Rp 100 Juta

Berikut bacaan niat sholat Nisfu Syaban:

Niat sholat sendiri:
أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatan nishfi sya’baana rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi taala.
Artinya: “Saya niat sholat sunnah Nisfu Syaban dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Taala.”

Niat sholat berjamaah sebagai imam:
أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatan nishfi sya’baana rak’ataini imaaman lillahi taala.
Artinya: “Saya niat sholat sunnah Nisfu Syaban dua rakaat sebagai imam, karena Allah Taala.”

Baca Juga: 118 Siswa SMAN 2 Kudus Dirawat Diduga Keracunan MBG, Total Keluhan Capai 600 Orang

Niat sholat berjamaah sebagai makmum:
أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatan nishfi sya’baana rak’ataini ma’muuman lillahi taala.
Artinya: “Saya niat sholat sunnah Nisfu Syaban dua rakaat sebagai makmum, karena Allah Taala.”

Baca Juga: Video Viral Wanita “Sok Imut” Diklaim Punya Versi 35 Menit, Warganet Ramai Cari Link

Tata Cara Sholat Nisfu Syaban
Pada dasarnya, sholat sunnah Nisfu Syaban dikerjakan dua rakaat dengan satu salam. Namun, jumlah rakaat yang dilakukan bisa beragam, mulai dari dua rakaat hingga seratus rakaat, sesuai kemampuan masing-masing.

Jika melaksanakan seratus rakaat, sholat dilakukan dengan pola dua rakaat salam sebanyak 50 kali.

Baca Juga: Motif Bullying Siswi SMP di Surabaya Diduga Karena Masalah Cowok, Korban Alami Luka dan Depresi

Berikut tata cara sholat Nisfu Syaban secara urut:

- Mulai dengan membaca niat sholat sunnah Nisfu Syaban sesuai posisi Anda, apakah sendiri, imam, atau makmum.
- Lakukan takbiratul ihram dengan mengucapkan “Allahu Akbar” sambil mengangkat kedua tangan.
- Baca Surat Al-Fatihah dengan khusyuk.
- Setelah itu, lanjutkan membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 10 kali pada setiap rakaat.
- Lakukan rukuk dan membaca tasbih rukuk.
- Bangkit ke posisi i’tidal dan membaca doa i’tidal.
- Lanjutkan sujud pertama, lalu duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kedua.
- Bangkit untuk rakaat kedua dan ulangi urutan yang sama: Al-Fatihah, Al-Ikhlas 10 kali, rukuk, i’tidal, sujud, duduk, sujud.
- Duduk tahiyat akhir, kemudian akhiri sholat dengan salam ke kanan dan ke kiri.
- Jika melaksanakan lebih dari dua rakaat, ulangi pola yang sama hingga jumlah rakaat terpenuhi.

Bagi yang hanya mampu menunaikan dua rakaat, terdapat alternatif bacaan surat setelah Al-Fatihah. Pada rakaat pertama bisa membaca Surat Al-Kafirun, sedangkan pada rakaat kedua membaca Surat Al-Ikhlas. Variasi ini tetap dipandang sah dan dapat diamalkan.

Baca Juga: Viral Video Oknum Polantas Diduga Pungli di Cideng Barat Jakpus, Kini Jalani Patsus

Bacaan Doa Setelah Sholat Nisfu Syaban
Setelah sholat selesai, umat Islam juga dianjurkan membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali. Setiap pembacaan biasanya disertai niat yang berbeda, yaitu pembacaan pertama diniatkan memohon panjang umur, pembacaan kedua untuk kelancaran rezeki, dan pembacaan ketiga untuk memohon husnul khatimah atau akhir hidup yang baik.

Baca Juga: Minta Dihukum Mati, Noel Tantang KPK di Sidang Kasus Pemerasan K3

Doa yang sering dibaca setelah sholat dan pembacaan Yasin adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يَمُنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا ذَا الْطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ الْمُسْتَجِيْرِيْنَ وَأَمَانَ الْخَائِفِيْنَ. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُوْمًا أَوْ مَطْرُوْدًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيْ فِي الْرِّزْقِ فَامْحُ. اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَاقْتِتَارِ رِزْقِي وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَات. فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ: يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَاب. إِلَهِي بِالْتَّجَلِّي الْأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ الْنِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ الَّتِي يُفْرَقُ فِيْهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ وَيُبْرَمُ، اصْرِفْ عَنِّي مِنَ الْبَلَاءِ مَا أَعْلَمُ وَمَا لَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الْرَّاحِمِيْنَ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. آمِيْن.

Latin:
Allaahumma yaa dzal manni walaa yamunnu ‘alaika yaa dzal jalali wal ikraam, yaa dzath-thauli wal in’aam laa ilaha illaa anta, dzhahral laajiin, wa jaarul mustajiiriin, wa amaanal khaa’ifiin. Allaahumma in kunta katabtanii ‘indaka fi ummil kitaabi syaqiyyan au mahruuman au mathruudan au muqtarran ‘alayya fir-rizqi famhu. Allaahumma bi fadlika fi ummil kitaabi syaqaawatii wa hirmaanii wa thardii wa iqtiitaari rizqii wa ats-bitnii ‘indaka fi ummil kitaabi sa’iidan marzuuqan muwaffaqal lil khairaat. Fa innaka qulta wa qaulukal haqqu fi kitaabikal munzali ‘alaa nabiyyikal mursali, yamhullaahu maa yasyaa’u wa yutsbitu wa ‘indahu ummul kitaabi. Ilaahii bittajallil a’dzhami fi lailatin nishfi min syahri sya’baanal mukarramil latii yufraqu fiihaa kullu amrin hakiim wa yubramu, ishrif ‘annii minal balaa’i maa a’lamu wa maa laa a’lamu wa anta ‘allaamul ghuyuubi birahmatika yaa arhamar rahimiin. Wa shallallahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallama. Aamiin.

Baca Juga: Barang Bukti Kasus Kematian Lula Lahfah: Obat, Vape, Liquid hingga Tabung Whip Pink

Artinya:
“Ya Allah, wahai Dzat Pemilik anugerah yang tiada seorang pun memberi anugerah kepada-Mu, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan, wahai Dzat yang memiliki kekuasaan dan kenikmatan. Tiada Tuhan selain Engkau. Engkaulah tempat berlindung bagi para pengungsi, pelindung bagi mereka yang memohon perlindungan, dan pemberi keamanan bagi mereka yang ketakutan. Ya Allah, jika Engkau telah mencatat diriku di sisi-Mu dalam Ummul Kitab sebagai orang yang celaka, terhalang, terusir, atau disempitkan rezekinya, maka hapuskanlah. Ya Allah, dengan karunia-Mu, hapuslah dari Ummul Kitab segala kecelakaan, kekurangan, keterpurukan, dan kesempitan rezekinya yang melekat padaku. Tetapkanlah diriku di sisi-Mu dalam Ummul Kitab sebagai orang yang berbahagia, sejahtera, dan ditolong untuk melaksanakan segala kebaikan. Karena sungguh Engkau telah berfirman, dan firman-Mu adalah kebenaran, dalam Kitab-Mu yang diturunkan kepada Nabi-Mu yang diutus: Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab. Wahai Tuhanku, demi keagungan yang muncul pada malam pertengahan bulan Syaban yang mulia ini, saat segala urusan yang ditetapkan dan dihapuskan dijelaskan rincikan, jauhkanlah dariku bencana, baik yang aku ketahui maupun yang tidak, dan Engkau Maha Mengetahui segala yang tersembunyi. Dengan rahmat-Mu, wahai yang paling Maha Penyayang. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada junjungan kami Muhammad, beserta keluarga dan para sahabat beliau. Amin.”

Baca Juga: Bocoran Android 17 Mulai Terungkap, Google Fokus Rombak Tampilan dan Sistem

Hukum Sholat Sunnah Nisfu Syaban
Hukum sholat sunnah Nisfu Syaban kerap menjadi bahan diskusi di kalangan ulama. Mayoritas ulama sepakat bahwa menghidupkan malam Nisfu Syaban merupakan amalan yang baik dan termasuk sunnah.

Perbedaan pendapat umumnya terletak pada jumlah rakaat dan kekuatan sebagian dalil yang menyebutkan tata cara tertentu.

Baca Juga: Terungkap! Begini Awal Mula Arsip Jeffrey Epstein Bocor hingga Bikin Heboh

Sebagian ulama mengkritisi hadits yang menjelaskan sholat dengan jumlah rakaat sangat banyak. Namun, sholat sunnah dua rakaat atau lebih pada malam Nisfu Syaban tetap dibolehkan selama tidak diyakini sebagai kewajiban khusus.

Sikap ini menunjukkan pendekatan moderat, yakni ibadah tetap dijalankan, sementara kehati-hatian ilmiah tetap dijaga.

Editor : Ubaidillah
#bulan syaban #Ayyamul Bidh #sunnah #Sholat Nisfu Syaban #umat islam #syaban