RadarBangkalan.id - Presiden Prabowo Subianto berencana menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) sebagai langkah efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di tengah meningkatnya ketegangan global, khususnya konflik di Timur Tengah.
Rencana tersebut disampaikan dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta. Prabowo menilai penghematan energi perlu dilakukan sejak dini agar tidak berdampak pada defisit anggaran negara.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan Meski Ada Krisis Global
Ia mencontohkan langkah Pakistan yang mengantisipasi dampak konflik global dengan kebijakan penghematan. Menurutnya, Indonesia juga perlu mengkaji langkah serupa.
"Kita harus mulai mengupayakan penghematan, meskipun situasi belum mencapai titik terburuk," ujar Prabowo.
Pemerintah pun tengah menyiapkan skema pelaksanaan WFH yang rencananya mulai diterapkan setelah Lebaran 2026.
Baca Juga: Viral Link Kebaya Hitam No Sensor, Waspada Bahaya Malware dan Phishing
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa kebijakan ini masih dalam tahap finalisasi dan akan diumumkan secara resmi setelah konsepnya matang.
Skema WFH 1 Hari dalam Seminggu
Pemerintah berencana menerapkan sistem kerja fleksibel dengan skema WFH satu hari dalam lima hari kerja. Langkah ini diharapkan mampu menekan mobilitas masyarakat dan konsumsi BBM secara signifikan.
Baca Juga: Insiden Rasisme Warnai Newcastle vs Sunderland, Laga Sempat Dihentikan
Airlangga mengungkapkan bahwa penghematan BBM bisa mencapai sekitar 20 persen dari konsumsi harian.
Baca Juga: Newcastle Kalah Dramatis dari Sunderland, Brobbey Jadi Penentu Kemenangan
Sasar ASN hingga Swasta
Kebijakan ini tidak hanya ditujukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga diharapkan dapat diadopsi oleh sektor swasta dan pemerintah daerah.
Dengan begitu, dampak penghematan diharapkan lebih luas dan efektif dalam menekan penggunaan energi nasional.
Baca Juga: Real Madrid Menang 3-2 atas Atletico, Vinicius Jr Cetak Brace di Derby Madrid
Menyesuaikan Situasi Global
Durasi penerapan WFH nantinya akan disesuaikan dengan perkembangan situasi global, termasuk harga minyak dunia dan kondisi geopolitik di Timur Tengah.
Pemerintah akan terus memantau kondisi tersebut sebelum menentukan kebijakan jangka panjang.
Tantangan di Lapangan
Meski dinilai efektif, penerapan WFH juga menghadapi tantangan, salah satunya terkait ketersediaan listrik.
Baca Juga: Manchester City Juara Piala Liga Inggris 2026, Nico O'Reilly Cetak Brace ke Gawang Arsenal
Sejumlah warga di wilayah Bogor mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi selama dua hari berturut-turut. Kondisi ini dinilai dapat menghambat efektivitas kerja dari rumah.
Meski demikian, pemerintah tetap optimistis kebijakan WFH dapat menjadi solusi strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menghemat konsumsi energi nasional.
Baca Juga:Manchester City Angkat Trofi Usai Tumbangkan Arsenal, O’Reilly Jadi Pahlawan
Editor : Ubaidillah