RadarBangkalan.id - Takbiran Idul Adha menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan untuk menghidupkan Hari Raya Kurban. Umat Islam biasanya melantunkan takbir sejak menjelang Idul Adha hingga hari-hari Tasyrik.
Penulis kitab Fiqih Sunnah, Sayyid Sabiq, menjelaskan bahwa bertakbir pada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha hukumnya sunnah.
Baca Juga: BGN Ancam Hentikan Operasional Dapur MBG yang Tak Prioritaskan Ibu Hamil dan Balita
Dalil mengenai takbir Idul Adha salah satunya merujuk pada firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 203:
وَاذْكُرُوا اللهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ
Artinya: “Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang terbilang.”
Selain itu, terdapat pula dalil dalam Surah Al-Hajj ayat 37:
كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ
Artinya: “Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”
Berikut bacaan takbiran Idul Adha lengkap yang umum dibaca umat Islam.
Baca Juga: Jangan Sepelekan Sarden Kalengan Penyok, Ini Risiko BPA dan Kontaminasi Bakteri
Teks Takbiran Idul Adha Lengkap
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْد
اللهُ أَكْبَرْ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Latin
Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil hamd.
Allaahu akbar kabiiraa wal hamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukrataw wa ashiilaa. Laa ilaaha illallaahu wa laa na’budu illaa iyyaahu wa lau karihal kaafiruun. Laa ilaaha illallaahu wahdah, shadaqa wa’dah, wa nashara ‘abdah, wa a’azza jundah wa hazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil hamd.
Baca Juga: Sariawan hingga Bibir Bengkak, Benarkah Kumur Air Garam Bisa Membantu?
Artinya
“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. Tidak ada Tuhan selain Allah. Allah Mahabesar dan segala puji bagi Allah.
Allah Mahabesar dan Mahaagung, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Mahasuci Allah pada pagi dan petang hari. Tidak ada Tuhan selain Allah dan tidak ada yang kami sembah selain Dia dengan penuh keikhlasan, walaupun orang-orang kafir membenci. Tidak ada Tuhan selain Allah semata. Dia menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, memuliakan tentara-Nya, dan menghancurkan musuh-musuh-Nya sendirian. Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar dan segala puji bagi Allah.”
Baca Juga: Kulit Sering Gatal dan Badan Linu, Apakah Tanda Imun Tubuh Bermasalah?
Teks Takbiran Idul Adha Pendek
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Latin
Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahil hamd.
Artinya
“Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar. Tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Mahabesar. Allah Mahabesar dan segala puji bagi Allah.”
Waktu Takbiran Idul Adha
Mayoritas ulama berpendapat takbiran Idul Adha dimulai sejak Subuh hari Arafah pada 9 Zulhijah hingga Asar hari Tasyrik terakhir pada 13 Zulhijah.
Pendapat ini dianut oleh Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Abu Yusuf, dan Muhammad.
Baca Juga: Viral Istilah UPF, Benarkah Semua Ultra-Processed Food Tidak Sehat?
Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa takbir dianjurkan dibaca setiap selesai salat, baik salat wajib maupun sunnah, selama Hari Raya Idul Adha dan hari-hari Tasyrik.
Takbir juga dapat dikumandangkan kapan saja sepanjang hari-hari tersebut sebagai bentuk syiar dan dzikir kepada Allah SWT.
Baca Juga: Jangan Sepelekan Pup Anak! Warna dan Tekstur Feses Bisa Jadi Tanda Kesehatan Pencernaan
Editor : Ubaidillah