Berpisah setelah menghabiskan masa mondok di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, KH Ma'ruf Amin dan KH Sam'un akhirnya bertemu kembali di Kuching, Malaysia. Saat reuni tersebut, KH Sam'un mengenang pernah mendapat teguran dari KH Ma'ruf Amin terkait bacaan Alquran yang dianggap kurang pas.
Sejenak setelah pidato KH Ma'ruf Amin, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika mendekati seorang pria berpeci dan berbaju batik yang duduk agak ke tengah. Dengan penuh hormat, Erani mempersilakan KH Sam'un, nama yang sempat disinggung oleh Ma'ruf dalam pidatonya, untuk pindah ke kursi terdepan.
Mereka berdua, Ma'ruf Amin dan Sam'un, ternyata pernah menjadi rekan satu kamar saat mondok di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang antara tahun 1958 hingga 1961. Namun, setelah itu, mereka tidak pernah bertemu lagi selama 62 tahun hingga akhirnya dipertemukan di Kuching.
Usai turun dari panggung, Ma'ruf Amin dan istrinya, Wury Ma'ruf Amin, melanjutkan reuni dengan Sam'un. Percakapan hangat pun terjalin, termasuk kesempatan berfoto bersama sebagai kenang-kenangan.
Kami berdua lama berbincang hangat, tanya-tanya tentang kondisi saat ini. Alhamdulillah, kami berdua diberi kesehatan dan bisa bertemu, ungkap Sam'un kepada wartawan Jawa Pos yang mengikuti lawatan wakil presiden ke Malaysia.
Sebelumnya, Ma'ruf Amin sempat menyebut bahwa mereka pernah satu kamar selama tiga tahun di Pondok Pesantren Tebuireng. Namun, setelah itu, mereka tidak pernah bertemu lagi hingga reuni di Kuching. Sam'un, yang tinggal di Sarawak sejak 1975, menyatakan bahwa ini seperti mimpi bisa bertemu lagi setelah sekian lama.
Ketika nyantri di Tebuireng, Sam'un bersama Ma'ruf dan santri lainnya tidur beralas tikar, kadang dalam satu kamar yang bisa diisi oleh lima hingga sepuluh orang. Kenangan masa-masa itu terkenang dalam ingatan Sam'un, yang kini menjadi penasihat pendidikan keagamaan di Pemerintahan Negara Bagian Sarawak.