News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

TKN Bentuk Tim Pencari Fakta Penembakan Relawan di Madura

Ubaidillah • Kamis, 28 Desember 2023 | 05:42 WIB
TKN Bentuk Tim Pencari Fakta Penembakan Relawan di Madura. (Foto : ANTARA/Sanya Dinda)
TKN Bentuk Tim Pencari Fakta Penembakan Relawan di Madura. (Foto : ANTARA/Sanya Dinda)

RadarBangkalan.id - Kejadian penembakan terhadap relawan Prabowo-Gibran di Madura pada Jumat (22/12/2023) mendapat perhatian khusus dari calon wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto.

Prabowo menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut dan berharap agar motif penembakan tersebut segera terungkap melalui penyelidikan polisi.

Saya turut prihatin, tapi saya bersyukur dia (korban penembakan) sudah agak stabil.

Ini sedang diselidiki oleh polisi. Kita lihat nanti hasilnya penyelidikannya seperti apa.

Ini tentunya, sesuatu yang mudah-mudahan akan ditemukan motif dan sebagainya, ucap Prabowo Subianto dalam acara silaturahmi di Banda Aceh pada Selasa (26/12/2023).

TKN Prabowo-Gibran juga merespons serius terhadap kasus ini dengan membentuk tim pencari fakta.

Habiburokhman, Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, mengungkapkan bahwa tim pencari fakta tersebut akan membantu aparat penegak hukum dalam mencari terduga pelaku penembakan.

Kami akan menurunkan tim pencari fakta internal ke Madura untuk mencari informasi terkait dan menyampaikan informasi tersebut kepada penegak hukum, kata Habiburokhman pada Selasa (26/12/2023).

Dia juga mengimbau kader partai dan relawan Prabowo-Gibran untuk tetap tenang dan mempercayakan penyelesaian masalah kepada aparat hukum.

Namun, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Dirmanto, mengatakan bahwa tidak ada muatan politik di balik peristiwa penembakan di Sampang, Jawa Timur.

Meskipun demikian, belum ada rincian terkait muatan politik yang dimaksud, apakah terkait Pemilu Presiden (Pilpres) atau Pemilu Legislatif (Pileg).

Korban penembakan merupakan relawan dari pasangan capres cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Tim gabungan Polres Sampang dan Polda Jatim terus melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan barang bukti.

Dirmanto mengatakan bahwa hingga saat ini, ada 11 saksi yang telah diperiksa dalam penyelidikan ini.

Pihak keluarga korban juga menegaskan bahwa korban tidak memiliki musuh, membuat mereka heran dengan peristiwa penembakan tersebut.

Adik korban, Muhlis, menyatakan bahwa kakaknya tidak pernah bercerita mengenai konflik dengan siapapun, terutama sesama warga desa. Hubungan baik korban dengan masyarakat, khususnya tokoh masyarakat di desa tetangga, juga diakui oleh keluarga.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, hingga pengujian balistik proyektil peluru oleh Tim Labfor Polda Jatim.

Anggota Tim Jatanras Polda Jatim juga dilibatkan untuk menyelidiki dan mengejar pelaku penembakan.

Saat ini, kondisi korban, Muara, terus membaik setelah menjalani operasi dua luka tembak di pinggang.

Meskipun sudah stabil, korban masih dirawat di ruang ICU dan belum dapat dipastikan kapan akan pulang.

Banyak tokoh masyarakat, termasuk tim relawan Prabowo-Gibran, telah menjenguk korban selama dirawat di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Insiden penembakan terjadi saat korban tengah berbincang dengan teman-temannya di depan toko di Sampang.

Dua orang pria tidak dikenal datang dengan sepeda motor dan melepaskan dua tembakan ke arah korban sebelum melarikan diri.

Meskipun tidak ada muatan politik yang dikonfirmasi, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif sebenarnya di balik peristiwa tragis ini. ***

Editor : Ubaidillah
#tkn #Prabowo-Gibran #pencari fakta #polda jatim